Thu. May 23rd, 2024

Musim Sampah di Pantai Bali Kembali Lagi, Jadi Omongan Turis Asing dan Media Australia

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta: Musim sampah di pantai-pantai Bali telah kembali. Siklus tahun Salah satu penyebabnya adalah pengaruh angin dan gelombang tinggi. Akibatnya, banyak pantai di Bali yang dipenuhi “sampah”, begitu penduduk setempat menyebutnya.

Hal ini menarik perhatian sejumlah wisatawan asing di media sosial. dan menarik perhatian media Australia. Situs news.com.au menulis artikel bertajuk “Foto Sampah di Pantai Bali yang… ‘Sakit Hati Saat Melihatnya’” yang mengulas diskusi tentang sampah di pantai Bali di halaman Facebook Bali Tourism Forum .

Kutipan Senin 18 Maret 2024 Perbincangan bermula saat seorang turis membagikan foto sampah di pantai Bali. “Saya sedang berada di Bali sekarang. Plastik berserakan di pantai dan lautan. Di Jimbaran dan Uluwatu,” tulisnya, “apakah ada pantai bebas plastik saat ini? Sayangnya saya merusak liburan saya.”

Postingan tersebut diikuti oleh pengguna lain yang terdengar terkejut dan kecewa, namun beberapa netizen memintanya untuk mengambil tindakan dan tidak hanya mengeluh. “Ambil beberapa atau jalan-jalan di sekitar mereka,” tulis salah satu komentator.

Orang lain berkomentar: “Ambil tas, ambil sampah, jadilah turis yang baik daripada hanya memposting ini dan mengobrol.” Dibandingkan dengan keluhan di Facebook,” kata netizen lainnya.

“Daripada menangisi rasa sakit hati, ayo angkat tangan untuk menghentikannya dan ambil tas untuk membantu membersihkan (sampah),” kata orang lain.

Hanya sedikit orang yang mengomentari unggahan ini. dan mengungkapkan keterkejutannya “Itulah yang mengejutkan saya di Bali! Berenang di lautan plastik” “Wow! Apakah ada upaya yang dilakukan untuk membersihkannya? Melihat ini membuat hati saya hancur.”

“Saya berada di Bali beberapa tahun lalu. Dan beberapa pantai yang pernah saya kunjungi terlihat seperti ini. Sangat menyedihkan dan buruk bagi pariwisata,” komentar netizen lainnya.

“Sangat menyedihkan melihat bagaimana orang-orang memperlakukan planet kita yang indah ini.”

Bahkan ada yang mengatakan mereka akan mempertimbangkan kembali rencana perjalanan mereka. “Saya berencana [pergi ke Bali] pada bulan Maret, tapi rencana saya gagal jadi saya mungkin mempertimbangkannya kembali!”

Sementara yang lain Menjelaskan alasan mengapa sampah mencapai banyak pantai. “Musim hujan sudah usai. Sayangnya semua pantai di Bali seperti ini…semua sampah yang berasal dari sungai dll saat musim hujan…akan segera dibersihkan.”

“Saat kemarin ke pantai, banyak orang yang membersihkan pantai. Baik pekerja sewaan maupun sukarelawan, cuacanya sangat berangin. Dan gelombang pasang membawa banyak puing.”

Sampah merupakan salah satu masalah utama di Bali. Selama bulan Desember hingga Maret, hujan deras dan angin kencang akan menyebabkan puing-puing mengalir ke sungai-sungai di seluruh wilayah dan menumpuk di sepanjang pantai.

Tempat pembuangan sampah terdekat adalah penyebab utama masalah ini. Beberapa tempat pembuangan sampah terbesar di wilayah ini hanya berjarak 25 menit perjalanan dengan perahu. “Karena hujan lebat di musim hujan ini. Oleh karena itu, tidak dapat dihindari bahwa sejumlah besar sampah akan berakhir di tempat pembuangan sampah. Termasuk banyak plastik akan terbawa arus ke laut dan menuju Bali,” kata Ross Taylor, pendiri Indonesia Institute, pada Februari 2023

Faktanya, ada tempat pembuangan sampah ilegal di Bali. Hal ini terjadi meskipun pemerintah daerah mengalami kemajuan dalam menerapkan kebijakan pengendalian sampah plastik. Salah satu tempat pembuangan sampah ilegal tersebut ditemukan oleh Gary Benchegib, pendiri Sungai Watch, saat menelusuri sumber sampah yang memenuhi sungai.

Gunung sampah setinggi 50 meter berisi sampah plastik di tengah hutan. Berdasarkan postingan Instagram tertanggal 23 Juli 2023, pembuangan sampah ilegal tersebut menurutnya terjadi di kawasan Bali Utara.

Keluhan demi keluhan terhadap lingkungan hidup di Bali terus bermunculan dari sejumlah wisatawan mancanegara yang melalui media sosial jelang berlakunya pajak wisatawan pada 14 Februari 2024, seperti Del Philip Wisatawan asal Skotlandia merasa tertipu Air terjun viral yang membuat menjadi penuh dengan sampah

Corrin, turis asal Inggris, sebelumnya mengunggah keluh kesahnya soal perjalanannya ke Bali. Ia menegaskan sifat kotor Pantai Kuta karena sampah berserakan dimana-mana. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan, retribusi sebesar R150.000 akan digunakan untuk mengatasi permasalahan sampah.

Pajak sebesar Rp 150.000 khusus untuk pengelolaan sampah. Oleh karena itu, tidak ada alasan lain mengapa kita harus mengelola sampah kita dengan lebih baik lagi,” kata Sandiaga di Kabupaten Badung, Bali, Selasa 30 Januari. Antara 2024 Ia meminta seluruh pihak terkait bekerja lebih keras untuk memastikan tempat wisata di Bali bisa menangani permasalahan sampah dengan baik.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *