Fri. Jun 14th, 2024

OJK: Konflik Iran dan Israel Tak Pengaruhi Industri Jasa Keuangan RI

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memantau perkembangan terkini di Timur Tengah dan pengaruhnya terhadap kinerja bank sentral dan stabilitas sistem keuangan negara di masa depan.

Berdasarkan informasi tertulis OJK, Kamis (18/4/2024), dalam rapat tahunan Badan Jasa Keuangan (OJK) tanggal 17 April 2024, dinilai stabilitas lembaga keuangan di pasar modal. negara. bagian. tetap terjaga, didukung oleh permodalan yang kuat, dana yang cukup dan kemampuan dalam menghadapi konflik internasional.

Di tengah meningkatnya ketidakpastian, OJK mencatat kebijakan perekonomian di Indonesia tetap terjaga dengan baik, ditunjukkan dengan pertumbuhan yang terjaga di angka 5%, tingkat inflasi yang berada dalam batasan Bank Indonesia, mata uang komersial masih mencatatkan kenaikan, memadai. Mata uang asing, dan ketersediaan sumber daya keuangan.

Hingga Februari 2024, eksposur langsung Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di kawasan Timur Tengah masih terbatas. Saham yang dimiliki perbankan Timur Tengah hanya sampai Rp1,3 triliun atau 0,06 persen dari total modal perbankan. “Bahkan perusahaan asuransi dan keuangan pun tidak memiliki perlindungan terhadap mereka yang meninggalkan Timur Tengah,” kata OJK.

Selain itu, di pasar saham, nilai kepemilikan investor asal Timur Tengah tercatat sebesar Rp65,73 triliun atau sekitar 2 persen dari total nilai kepemilikan investor nonresiden.

Kepemilikan (pengendalian) LJK terhadap investor di Timur Tengah tercatat hanya pada bank dengan porsi 0,1 persen dari total aset bank. Buffernya masih penuh

Ke depan, menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah potensi konflik di Timur Tengah dinilai masih cukup.

Hal ini mempertimbangkan kondisi keuangan daerah, risiko mata uang yang terkelola dengan baik, dan rupiah yang terlihat dari Bank Harian (PDN) awal April 2024 yang masih jauh. Di bawah batas (1,67 persen hingga 20 persen), serta cukup uang dalam rupiah dan valas.

 

Meski demikian, OJK akan terus memantau perkembangan risiko pasar di lembaga keuangan dan memantau secara ketat investasi kelompok paling kontroversial di Timur Tengah, termasuk mencermati kondisi masing-masing LJK.

OJK meminta LJK untuk secara berkala memantau dampak perkembangan perekonomian global dan domestik terhadap sektornya dan mengambil langkah-langkah mitigasinya.

“OJK terus berkomunikasi dengan anggota KSSK dan berkomitmen untuk memberikan informasi yang diperlukan sesegera mungkin,” demikian isi laporan tertulis OJK.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *