Fri. Jun 14th, 2024

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Skyworks, salah satu pemasok Apple, mengatakan permintaan iPhone lebih rendah dari perkiraan. Hal ini mempunyai implikasi serius bagi investor pemasok.

Hingga saat ini Apple mengandalkan pemasok pihak ketiga untuk membuat seluruh komponen hardware iPhone, salah satunya Skyworks. Apple meminta perusahaan semikonduktor untuk mengembangkan chip yang memungkinkan iPhone terhubung ke jaringan nirkabel.

Kutipan dari Apple Insider, Sabtu (05-04-2024) Apple adalah pelanggan terbesar SkyWorks, dan penjualan iPhone menghasilkan keuntungan yang signifikan bagi perusahaan.

Pada tahun 2023, penjualan Apple akan menyumbang 64 persen dari total pendapatan SkyWorks, dan 85 persen dari pendapatan tersebut akan berasal dari penjualan iPhone. Hal ini menjadikan iPhone sebagai salah satu penentu nasib Skyworks dan berbagai perusahaan pemasoknya.

Meskipun demikian, Skyworks melaporkan pendapatan sebesar $1,046 miliar pada kuartal kedua tahun 2024, turun 8,7% dari tahun lalu.

CEO Skyworks Liam K. Griffin mengatakan kepada investor bahwa salah satu penyebab penurunan pendapatan perusahaan adalah penurunan permintaan komponen ponsel pintar.

“Pada kuartal Maret, kami melihat tren musiman normal dalam bisnis seluler kami dengan permintaan pasar akhir yang lebih rendah dari perkiraan,” kata Liam kepada Apple Insider.

Karena ketidakpastian penjualan ponsel pintar Apple, iPhone, Skyworks kini mempertimbangkan untuk memperluas jangkauan produknya ke perangkat Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI), yang populer di kalangan perusahaan teknologi.

Menurunnya pendapatan pemasok Apple merupakan tanda melemahnya permintaan terhadap iPhone. Faktanya, penjualan Apple turun dalam tiga bulan pertama tahun ini karena pasar menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Penjualan iPhone juga diperkirakan akan menurun karena menurunnya minat terhadap ponsel pintar di Tiongkok, salah satu pasar utamanya.

Menurut laporan PhoneArena, Apple akan mengumumkan pendapatannya pada Sabtu (5/4/2024) besok dan Wall Street tidak optimis dengan penjualan iPhone kali ini.

Penjualan iPhone turun 10%. Sementara penjualan ponsel Android meningkat 7,8 juta unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Ada banyak faktor yang menyebabkan penurunan penjualan iPhone di China. Nasionalisme di kalangan warga diawali dengan sanksi ekonomi dan meningkatnya persaingan dengan produk dalam negeri.

Penurunan penjualan kemungkinan besar disebabkan oleh semakin banyaknya mantan pengguna iPhone yang tertarik dengan produk smartphone asli Android.

Penurunan signifikan pangsa pasar Apple di Tiongkok menunjukkan semakin besarnya pengaruh merek dalam negeri Huawei, Xiaomi, dan Oppo.

Perasaan nasionalisme dan keinginan untuk mendukung perusahaan lokal juga mempengaruhi keputusan konsumen Tiongkok untuk membeli ponsel.

Tren ini didukung oleh ketegangan geopolitik antara AS dan Tiongkok, yang selanjutnya dapat mempengaruhi dinamika pasar global.

Di sisi lain, penjualan ponsel Samsung sedang meningkat, menyalip posisi teratas Apple sebelumnya.

Menurut Nabila Popal, analis IDC, integrasi fungsi kecerdasan buatan ke dalam lini smartphone Galaxy menjadi salah satu faktor keberhasilan Samsung meraih posisi pertama.

Selain itu, ia mengklaim salah satu penyebab turunnya penjualan iPhone adalah minimnya fitur AI bawaan.

“Kami menantikan pendekatan Apple di WWDC 2024 pada bulan Juni. Kami percaya jika mereka menawarkan produk yang diinginkan konsumen, mereka dapat mengatasi tantangan yang mereka hadapi saat ini. ujar Nabila.

Pertumbuhan penjualan smartphone tahun ini terutama didorong oleh ponsel kelas menengah hingga andalan, sementara penjualan ponsel terjangkau justru turun.

Hal ini menunjukkan bahwa konsumen lebih memilih fitur yang lebih fungsional daripada keterjangkauan.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *