Mon. May 27th, 2024

Pesan Sekjen PBB dan Presiden Chili di Hari Kebebasan Pers Sedunia 2024

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Pada hari Jumat, 3 Mei 2024, UNESCO merayakan Hari Kebebasan Pers Sedunia. Peringatan tersebut ditandai dengan acara dan konferensi bertajuk “Pers untuk Planet: Jurnalisme dalam Menghadapi Krisis Lingkungan” di Chile.

Dalam pidatonya di Pusat Kebudayaan Gabriela Mistral di Santiago, Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay mengatakan bahwa salah satu masalah paling mendesak dan mendesak di dunia adalah degradasi lingkungan dan iklim.

Secara khusus, jurnalis dari seluruh dunia berbagi informasi terkini mengenai perubahan iklim.

“Karena jurnalis berbagi informasi ilmiah yang kompleks, menyelidiki ketidakadilan lingkungan dan menuntut akuntabilitas dari politisi, dunia usaha, dan masyarakat. Kita tahu bahwa untuk meliput isu lingkungan, mereka sering melakukan perjalanan ke lokasi terpencil untuk menyelidiki deforestasi, penambangan ilegal, atau pekerjaan ilegal. sumber daya alam,” kata Audrey, Jumat (3/5/2024).

Saat itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mencatat banyaknya pekerja yang mendokumentasikan degradasi lingkungan.

“Tidak mengherankan jika orang-orang, perusahaan, dan institusi berpengaruh tidak melakukan apa pun untuk menghentikan jurnalis lingkungan melakukan pekerjaan mereka. Kebebasan media dikepung, dan jurnalisme lingkungan menjadi profesi yang berbahaya,” jelasnya.

“Puluhan jurnalis yang meliput pertambangan ilegal, pembalakan liar, perburuan liar, dan masalah lingkungan lainnya telah dibunuh dalam beberapa dekade terakhir. Dalam sebagian besar kasus, tidak ada seorang pun yang dimintai pertanggungjawaban. UNESCO melaporkan bahwa 750 orang telah terbunuh dalam 15 tahun terakhir. Serangan terhadap jurnalis dan media massa yang meliput isu lingkungan hidup, dan frekuensi serangan ini semakin meningkat,” ujarnya.

Sekadar informasi, matthewgenovesesongstudies.com merupakan satu dari dua perwakilan media Indonesia yang hadir langsung pada konferensi Hari Kebebasan Pers Sedunia 2024 yang diselenggarakan UNESCO di Centro Cultural Gabriela Mistral, Santiago, Chile pada 3-4 Mei 2024. Berdiri, merenung, dan berpartisipasi.

“Keinginan yang bisa menyelamatkan kita (dari bahaya perubahan iklim) dan ini mungkin menjadi tantangan terakhir bagi generasi kita. Di sini kami menolak prediksi mengerikan dan prediksi mengerikan yang mengatakan tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Tapi jika kita bekerja. Bersama-sama, jika kita memberikan hak istimewa kita, multilateralisme, menghindari tindakan individu, maka bersama-sama kita bisa melakukan sesuatu, jika tidak kita akan tenggelam,” kata Presiden Chile Gabriela Borich dalam pidatonya di Centro Cultural Gabriela Mistral.

“Saya sangat senang Hari Kebebasan Pers Sedunia ini juga bertepatan dengan pertemuan puncak PBB di negara kita (Chili). Kita semua tahu bahwa krisis lingkungan hidup memang nyata terjadi, meski ada pula yang membuang banyak energi. Terkadang mereka ingin menyerah. , dan kami tahu bahwa jurnalisme yang independen, baik, dan bertanggung jawab memainkan peran kunci dalam perjuangan ini,” katanya.

Dalam kampanye Hari Kebebasan Pers Sedunia tahun ini, UNESCO merayakan perjuangan dan kontribusi jurnalis di seluruh dunia dalam berbagi informasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat umum tentang isu perubahan iklim dengan tajuk “Kisah ini harus diceritakan”.

“Peran jurnalis itu penting. Berkat kerja keras, keberanian, dan ketekunan mereka, kita dapat mengetahui apa yang terjadi di planet ini. Mereka bekerja di garis depan perjuangan kolektif kita demi kesehatan planet kita dan perjuangan kita demi kesehatan planet kita. Di Hari Kebebasan Sedunia ini, mari kita apresiasi upaya mereka dalam membentuk masa depan yang lebih baik bagi kita,” tulis UNESCO dalam situs resminya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *