Tue. Jun 25th, 2024

Polisi Tangkap Petinggi BNI di Riau, Terlibat Korupsi Kredit Rugikan Negara Rp45 Miliar

matthewgenovesesongstudies.com, Pekanbaru – Romi Rizki ditangkap petugas Reserse Kriminal Khusus Unit II Polda Riau. Beliau pernah menjabat sebagai Pemimpin Cabang Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Perbankan Cabang Pembantu Bengkalis.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kompol Nasriadi menjelaskan, mantan pegawai BNI Bengkalis ini diduga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 450 peminjam pada tahun 2020 hingga 2022.

Pemberian KUR tersebut berdasarkan bukti ketidakpatuhan yang ditemukan penyidik. Romi dan tersangka lainnya tidak memberikan konfirmasi sehingga berujung pada pendistribusian uang Rp 65 miliar kepada peminjam bodong.

Berdasarkan audit perhitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan Badan Pengawasan Fiskal dan Pembangunan Provinsi Riau, Nasriadi mengatakan korupsi kredit BNI merugikan negara sebesar Rp45 miliar.

“Pencairan kreditnya tidak sesuai ketentuan, kemudian ada besaran pemulihan subsidi bunga yang tidak tepat sasaran, Rp 1.617.192.219,” kata Nasriadi pada Rabu malam, 22 Mei 2024.

Tersangka Rom ditangkap di Jalan Hang Tuh, Kecamatan Tenayanraya, Pekanbaru. Dia ditahan untuk dimintai keterangan dan diajukan ke Polres Riaz.

Nasriadi menjelaskan, tersangka Roma bersedia memberikan kredit kepada ratusan peminjam yang masing-masing menerima Rp 100 juta. Tersangka diduga mengetahui anggotanya tidak melakukan sidak di lapangan dan tidak mematuhi ketentuan penjaminan kredit.

 

 

*** Untuk memverifikasi keaslian informasi yang dikirimkan, cukup WhatsApp 0811 9787 670 dengan mengetikkan kata kunci yang diinginkan.

Data palsu tersebut sebenarnya disediakan dan diverifikasi oleh pihak ketiga. Dengan ketidakakuratan data tersebut, kredit tetap cair yang awalnya digunakan masing-masing peminjam untuk membeli lahan kelapa sawit seluas 2 hektar.

Pemberian kredit ini menguntungkan pihak ketiga, pemberian kredit tidak sesuai fakta di lapangan dan ditujukan untuk mencapai target tahunan, jelas Nasriadi.

Kasus ini terungkap setelah BNI Dumai menghubungi nama-nama peminjam yang terdaftar di database. Akibatnya banyak penerima yang tidak sesuai dengan data perusahaan negara tersebut sehingga pihak BNI pusat melakukan audit dan menemukan kejanggalan.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *