Mon. May 27th, 2024

Prabowo Subianto Ingin Bentuk Klub Presiden, Ini Tanggapan Istana

matthewgenovesesongstudies.com, Ari Dwipaana Prabowo, Koordinator Khusus Staf Presiden Jakarta, menanggapi keinginan Subianto untuk membuat semacam klub presidensial.

Menurutnya, generasi estafet presiden harus menjaga silaturahmi.

“Ada atau tidaknya klub presiden, yang penting presiden dan seluruh mantan presiden tetap terhubung,” kata Arie kepada wartawan, Jumat (3/5/2024).

Menurutnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjaga hubungan baik dan kontak dengan seluruh tokoh bangsa termasuk para mantan presiden.

“Apa yang dilakukan Presiden Jokowi selama ini, selalu bersahabat dengan para mantan presiden, mantan wakil presiden, dan tokoh-tokoh nasional, yang tentunya bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara,” jelas Ari.

Sebelumnya, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka bakal dilantik sebagai presiden-wakil presiden terpilih periode 2024-2029 pada 20 Oktober 2024. Selain menyiapkan susunan kabinet pemerintahan mendatang, diketahui bahwa Prabowo punya sebuah harapan.

Presiden Joko Widodo atau Ketua Umum Partai Gerindra yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Berkembang di bawah kepemimpinan Jokowi ingin membentuk semacam klub presidensial.

Terutama mempertemukan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Keinginan tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Persnya Dahnil Anzar Simanjuntak.

Pak Prabowo sudah berkali-kali mengatakan ingin duduk bersama dan melakukan pembicaraan panjang dengan para mantan presiden ke depan untuk memiliki klub presidensial, kata Dahnil dalam wawancara virtual dengan televisi swasta nasional di Jakarta, Senin 29 April 2024.

Melalui pertemuan ini, kata Dahnil, Prabowo ingin presiden-presiden terdahulu bisa berdiskusi mengenai pengalamannya di negara-negara utama.

“Kalaupun berbeda pandangan politik, mereka bisa duduk bersama dan berbagi pengalaman,” ujarnya.

Selain itu, tambah Dahnil, Prabowo ingin meminta kontribusinya dalam persiapan kabinet pemerintahan ke depan. Pasalnya, kontribusi ketiga mantan presiden Indonesia ini penting karena memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengelola negara.

Tidak sendiri. Dahnil Prabowo menjelaskan, dirinya berkomitmen tidak hanya pada kelanjutan pemerintahan Jokov, tapi juga pada kepemimpinan presiden-presiden sebelumnya.

Oleh karena itu, Prabowo selaku presiden ke-8 RI membuka pintu diskusi dengan banyak pihak dalam penentuan kabinet masa depan.

“Pak Prabowo mendengarkan masukan, tanpa masukan tidak mungkin,” tegas Dahnil.

Pertemuan Prabowo dengan SBY dan Jokowi telah terjadi beberapa kali sepanjang tahun ini. Namun pada tahun 2024, Prabowo tidak bertemu dengan Megawati.

Menurut Usep Saepul Akhyar, peneliti senior di People’s Center, langkah Prabowo merupakan upaya rekonsiliasi. Namun, ia mengaku pesimistis klub Presiden Indonesia itu akan terwujud.

Agak sulit karena melihat egoisme politik presiden-presiden sebelumnya, kata Usep kepada matthewgenovesesongstudies.com, Kamis (5/2/2024).

Usep mengatakan, pemikiran Prabowo adalah mengedepankan rekonsiliasi, harmoni, dan non-perlawanan. Di satu sisi, Usep, ini bagus. Namun di sisi lain, tidak ada pertentangan.

“Menurut saya, dalam konteks membangun oposisi dan mengkritik pemerintah dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu, kooptasi seperti ini tidak terjadi. Ini adalah jenis kooptasi untuk menghilangkan kritik dan semangat rakyat. “berlawanan.”

Menurut Usep, mungkin Prabowo ingin meniru Amerika Serikat yang punya Presidential Club. Namun di Negeri Paman Sam, presiden tidak memiliki jabatan politik setelah meninggalkan kekuasaan.

“Dalam kasus kami, mantan presiden menduduki posisi politik penting di partainya (Presiden Umum, Ketua Majelis Tinggi). Hal ini dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan pihak lain, dan juga antara agenda partai dan agenda negara”.

“Jadi menurut saya itu terlalu banyak paksaan mengingat iklim politik saat ini. Buang-buang tenaga saja kalau membentuk klub presidensial. Lebih baik pakai sistem negara. Misalnya saja, saya kira cukup dengan peristiwa yang terjadi. . Kita tahu di negara pandangan politiknya tidak terlihat, kalau tidak online tidak datang,” pungkas Usep.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *