Wed. May 22nd, 2024

Pria Lebih Rentan Alami Batu Ginjal dibanding Wanita, Mitos atau Fakta?

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Ada yang bilang pria lebih banyak mengalami batu ginjal dibandingkan wanita. Mengenai hal ini, ahli bedah urologi Yacobus Prangbuwono mengatakan bahwa memang benar bahwa pria lebih mungkin terkena batu ginjal.

Namun ruang praktek kasus batu ginjal antara pria dan wanita tidak berbeda.

“Secara teori memang benar bahwa lebih banyak terjadi pada laki-laki, namun dari segi prevalensinya tidak terlalu signifikan antara laki-laki dan perempuan,” kata Yacobus.

Lebih lanjut, dokter yang sehari-hari berpraktik di EMC Hospital Sentul Bogor ini mengatakan, ada faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan terkena batu ginjal atau nefrolitiasis.

Faktor risiko yang pertama adalah faktor keturunan atau keturunan.

“Jika ada anggota keluarga yang menderita batu ginjal, maka dia berisiko lebih besar terkena batu ginjal. Baik itu ayah, ibu, saudara laki-laki atau perempuan, paman atau saudara,” kata Yacobus dalam Pîjde Dengan Batu Ginjal yang Diremehkan! Yuk hentikan dan kenali pengobatan EMC pada Senin 25 Maret 2024.

Faktor kedua adalah riwayat penyakit tertentu. Seseorang dengan hiperparatiroidisme, gangguan metabolisme, dan pasien obesitas yang jarang berolahraga memiliki risiko lebih tinggi terkena batu ginjal.

Faktor ketiga, mengonsumsi suplemen atau vitamin C lebih banyak dari kebutuhan tubuh, juga dapat meningkatkan risiko batu ginjal.

“Misalnya makan suplemen yang tinggi kalsium atau vitamin C, karena di dalam tubuh cukup, tapi asupannya dari luar lebih banyak sehingga kadarnya jadi tinggi, dibandingkan jika disaring melalui ginjal, ini dapat menyebabkan terbentuknya batu.” ujar dokter jebolan Universitas Airlangga Surabaya ini.

Oleh karena itu, pasien dengan riwayat dehidrasi kronis, seperti dehidrasi atau diare kronis, secara alami berisiko terkena batu ginjal.

“Iya, kurang asupan cairan atau kurang minum,” ujarnya.

Gejala paling umum pada penderita batu ginjal adalah nyeri punggung bagian bawah. Meski saya mengubah posisi, rasa sakitnya tidak berkurang.

“Posisi berbeda tidak mengurangi nyeri di pinggang. Baik duduk, berdiri, bersandar ke kanan atau kiri, gejalanya tidak berkurang,” kata Yacobus.

Selain nyeri pinggang, Yacobus dan Johan mengatakan gejala batu ginjal lain yang sering dikeluhkan pasien antara lain:

– Kencing yang berwarna merah atau mengandung darah

– Jika disertai infeksi, penderita mengalami demam

– Mual dan muntah

– Tidak bisa buang air kecil karena ginjal rusak dan tidak bisa memproduksi urin.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *