Mon. May 20th, 2024

PTPP Rombak Susunan Pengurus, Ini Daftar Terbarunya

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – PT PP (Persero) Tbk melakukan sejumlah perubahan pada pengurus perseroan dalam rapat umum tahunan (RUPST) yang digelar Rabu (24 April 2024).

Hasil RUPST PT PP Tbk menyetujui pengangkatan Punjung Setya Brata sebagai komisaris independen baru perseroan menggantikan Loso Judijanto.

Sedangkan untuk Direksi, RUPST menyetujui pemberhentian Sinurlinda Gastina sebagai Direktur Strategi Korporasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia dan Eddie Herman Haroon sebagai Direktur Operasional EPC.

RUPST juga menyetujui pengangkatan I Gede Upeksa Negara sebagai Direktur Manajemen Korporasi dan Human Capital dan Tommy Wiranatha Anwar sebagai Direktur Manajemen Risiko dan Hukum.

Berikut susunan Komisaris dan Direksi baru PT PP Tbk: Dewan Komisaris Komisaris Utama dan Komisaris Independen: Doni Rahahoe Komisaris Independen: Punjung Setya Brata Komisaris Independen: Yaya Kusuma Komisaris: Hedi Rahad Komisaris: Hernadi Sudarmanto

Board CEO: Novel Arsad Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Agus Purbianto Direktur Operasi Konstruksi: Yuss Juarsa Direktur Operasi Infrastruktur: Ul Ari Pramuraharjo Direktur Manajemen Risiko dan Hukum: Tommy Viranatha Anwar Direktur Strategi Korporasi dan Hukum HCM: I Gede Upeksa Profil Negara

Punjung Setya Brata menjabat sebagai Direktur Operasi II Aji Karya. Pria kelahiran Purwereho, Jawa Tengah ini menjabat Direktur Aji Karya sejak 27 Juni 2014.

Saham PT PP Tbk (PTPP) turun 1,83% ke Rp 428 per saham, mengutip data RTI. Saham PTPP dibuka menguat 2 poin di Rp 438. Harga saham PTPP tertinggi adalah 442 rupiah dan terendah 428 rupiah. Jumlah perdagangan sebanyak 1.881 dan volume 135.798 lembar saham. Nilai transaksinya Rp 5,9 miliar.

Sebelumnya, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mengaku bisnis propertinya akan melambat pada tahun 2023. Hal ini berdampak pada penurunan laba tahun berjalan pada tahun 2023, dari Rp367,74 triliun menjadi Rp127,09 triliun pada tahun 2022.

Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi mengatakan, hal ini terutama disebabkan oleh bisnis properti yang dikelola anak perusahaan perseroan.

Namun laba tahunan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 77,17% menjadi Rp 481,37 miliar. Pada tahun 2022, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 271,7 miliar.

“Kalau seluruh PP Group (termasuk 60 divisi) digabung, sebenarnya laba tahun 2023 berkurang menjadi Rp 127 miliar, tapi dengan dibangunnya induk perusahaan, lebih tinggi 70% dibandingkan tahun lalu. Masalah perpecahan ini khususnya di bidang real estate yang masih sangat sulit bisnisnya,” kata Bakhtiar kepada wartawan di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (22/3/2024).

Perusahaan juga melakukan restrukturisasi bisnis real estatnya tahun lalu, dengan beberapa proyek pengembangan properti terhenti. Akibatnya, proyeksi penjualan tidak terwujud. Pada saat yang sama, beban keuangan terus meningkat.

“Tapi tahun 2024 kita rencanakan sehat kembali. Jadi kita refinancing, sehingga sektor real estate lebih efisien. Jadi kemarin PTPP kita di perusahaan induk, bisnis konstruksi, berjalan sangat baik. Hanya investasinya saja yang sedikit lebih baik, pendapatan (laba) pasca merger akan sedikit menurun pada tahun 2023,” kata Bakhtiar.

Untuk strategi ke depan, PT PP telah membentuk struktur yang sangat baik. Perseroan meyakini bisnis konstruksi sudah semakin matang sehingga perseroan pun ingin naik kelas sebelum merajai kawasan Asia Tenggara. Perusahaan saat ini sedang berekspansi ke Filipina.

“Kami bekerja keras menjadikan ini salah satu proyek pionir kami di luar negeri. Kami juga ingin memperkuat manajemen risiko dan ESG. Dari sisi manajemen risiko, kami ikut serta dalam menyeleksi proyek-proyek yang pendanaannya baik,” jelas Bakhtiyar.

Pada saat yang sama, perusahaan juga menciptakan kerangka kerja untuk inisiatif-inisiatif ESG. Selain itu, perusahaan bertujuan untuk mengurangi emisi karbon secara signifikan dari tahun ke tahun. Bakhtiar mengatakan perusahaannya merupakan pionir dalam bangunan ramah lingkungan dan akan terus melakukan hal tersebut.

Sebelumnya, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berencana melakukan pengalihan saham terkait akuisisi tersebut. Perseroan telah menunjuk PT BRI Danareksa Securitas sebagai anggota bursa yang akan menjual saham treasuri atau membeli kembali saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pengalihan saham hasil pembelian akan dimulai 14 hari sejak tanggal keterbukaan informasi, yakni terhitung tanggal 8 Maret 2024 sampai dengan September 2024, kata Chief Financial Officer PT PP Tbk Agus Purbianto dalam keterbukaan informasi bursa, Senin 8. (19 Februari 2024).

Sebelumnya, perseroan mengumumkan akan memulai pengalihan saham pada 9 Oktober 2023 hingga 31 Desember 2023 dengan total pembelian 14.555.900 saham. Selain itu, perseroan juga mengumumkan perpanjangan proses pengalihan ekuitas. akuisisi, dengan tetap memperhatikan ketentuan Pasal 15 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 30/POJK.04/2017 tentang pengambilalihan saham yang dikeluarkan oleh badan usaha milik negara.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *