Wed. May 22nd, 2024

Rupiah Melemah, Zulkifli Hasan: Tak Perlu Khawatir Cadangan Devisa Kuat

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah sejak Idul Fitri 2024. Posisi rupiah saat ini berada di kisaran 16.200 per dolar AS.

Menteri Perdagangan (Senin) Zulkifli Hasan mengatakan masyarakat tidak perlu panik atas pelemahan rupee. Ia menjelaskan, Indonesia masih memiliki cadangan devisa yang kuat. “Kami percaya dengan kebijakan yang dikeluarkan BI (Bank Indonesia) dan kami akan kuat. Cadangan devisa kami kuat, jadi tidak ada alasan untuk terlalu khawatir,” kata Zulkifli Hassan kepada media Kementerian. Kantor Perdagangan, Jakarta pada Kamis (25-04-2024).

Mendag meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayai upaya kementerian dan lembaga yang terdampak pelemahan rupee.

“Kami percaya kepada pihak yang berwenang untuk mengelola perubahan ini. Menteri Keuangan (Pak Mulyani) dan Gubernur BI (Perry Varzio) sudah mengiyakan, kami tidak perlu khawatir,” tegasnya. Tidak seburuk mata uang lainnya

Seperti diberitakan sebelumnya, BI menegaskan, pelemahan nilai tukar tidak hanya dialami rupiah, tapi juga negara-negara lain di Asia.

Gubernur BI Perry Varzio menjelaskan, indeks nilai tukar USD terhadap mata uang utama (DXY) mencapai puncaknya pada level 106,25 pada 16 April 2024 atau mengalami apresiasi sebesar 4,86% dari level akhir tahun 2023.

“Perkembangan tersebut memberikan tekanan terhadap hampir seluruh mata uang global, termasuk nilai tukar yen Jepang dan dolar Selandia Baru yang melemah masing-masing sebesar 8,91% dan 6,12% (year-to-date/ytd),” ​​kata Perry dalam siaran persnya. melepaskan. Konferensi RDG April 2024, Rabu (24-04-2024).

Baht Thailand terdepresiasi 7,88% dan won Korea Selatan 6,55% (ytd).

Sedangkan rupee akan terdepresiasi sebesar 5,07% (ytd) pada atau sebelum 23 April 2024, jelasnya.

Nilai tukar rupiah terdepresiasi terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis 25 April 2024. Namun, para ekonom memperkirakan nilai tukar rupiah akan stabil terhadap dolar AS karena pelaku pasar bereaksi positif terhadap kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). .

Antara mengutip Kamis (25/04/2024) Pada perdagangan Kamis dini hari, rupiah dibuka melemah 60 poin atau 0,37 persen menjadi Rp16.215 per dolar AS, dari sebelumnya Rp16.155 per dolar AS. Berdasarkan data RTI, posisi dolar AS terhadap rupee berada di kisaran 16.208.

Ruli Arya Visnubroto, Ekonom Mirae Asset Sekuritas, mengatakan rupiah akan bergerak stabil di kisaran Rp 16.105-Rp 16.175.

Pada rapat Dewan Gubernur (RDG) BI tanggal 23-24 April 2024, BI memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,25 persen.

Hal itu dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupee dan mencegah pertumbuhan ekonomi dari dampak limpahan risiko global.

BI menaikkan suku bunga simpanan sebesar 25 poin menjadi 5,5 persen dan suku bunga fasilitas pinjaman sebesar 25 poin menjadi 7 persen.

Pasar bereaksi positif terhadap langkah Bank Indonesia selanjutnya yang menaikkan suku bunga sebagai antisipasi pelemahan mata uang lebih lanjut, kata Ruli Tu Antara.

Sementara itu, secara global, pasar masih menunggu rilis data inflasi inti Personal Expenditure Price Index (PCE) Amerika Serikat (AS). Mereka memperkirakan inflasi PCE inti AS berada pada kisaran 2,8 persen.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *