Sun. Jun 16th, 2024

Sekelompok Pemancing di Waduk Riam Kanan Banjar Tersambar Petir, 2 Tewas Lainnya Dilarikan ke RS

matthewgenovesesongstudies.com, Banjar – Peristiwa nahas menimpa sekelompok nelayan di Waduk Riam Kanan, Desa Bunglai, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalimantan Selatan) pada Sabtu, 13 April 2024.

Mereka disebut-sebut, Raffi Saputra (33), Heri (46), Mamat (78), Shholihin (51), dan Andi Perdana, kemudian Yadi Setiawan, pengemudi Kelotok, tersambar petir.

Kapolres Banjar AKBP M. Ifan Hariyat melalui Kabid Humas AKP Suwarji mengatakan, kejadian tragis ini menimbulkan korban sekelompok nelayan, dua orang luka-luka, dua orang meninggal dunia dan satu orang hidup. Ia juga menyebutkan kisah bermula dari perjalanan nelayan dari Kota Banjarmasin.

“Pukul 03.00 WITA sekelompok masyarakat berkumpul untuk mencari ikan di Waduk Riam Kanan, setelah diatur melalui sambungan telepon antara saudara Andi Perdana dan Putra, mereka bertemu di rumah Andi Perdana di Banjarmasin sebelum berangkat ke Desa Bunglai,” jelas AKP Suwarji. .

Kemudian pada pukul 08.00 WITA, mereka dikabarkan sudah sampai di Kota Bunglai dan bertemu dengan Yadi Setiawan, pengendara sepeda motor Klotok yang mengantar mereka ke tempat pemancingan. Setelah sampai di tempat pemancingan, mereka mulai memancing hingga sore hari.

Pukul 15.00 WITA, saat kami sedang memancing, terdengar suara petir pertama. Kak Solihin berpesan agar Kak Mamat melepas alat pancingnya untuk berjaga-jaga. Beberapa menit kemudian terdengar suara kilat kedua, Andi Perdana mendengar sesuatu di dalam air, kemudian ia memastikan sumber suara tersebut dan melihat dua rekannya tenggelam, kakak beradik Heri dan Jong.

 

 Tonton video fitur ini:

Dijelaskan, Andi kemudian berusaha melakukan penyelamatan, kakak beradik Heri dan Putra berhasil mengungsi, sedangkan dua rekannya lainnya, kakak beradik Solihin dan Mamat sudah tidak terlihat lagi. Kedua korban yang berhasil diselamatkan, kakak beradik Heri dan Putra, dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Idaman Banjarbaru untuk mendapat perawatan medis.

Kakak Putra mengalami luka di bagian paha kanan dan leher bagian kanan, lanjut AKP Suwarji.

Kapolsek Aranio, Ipda Cucu Ariawan Supriyatin bersama anggotanya melakukan berbagai kegiatan pasca kejadian, antara lain koordinasi dengan berbagai pihak terkait, pencatatan identitas korban dan saksi, pencarian korban hingga pembuatan laporan polisi. Setelah itu dilakukan proses pencarian bersama tim SAR dan lainnya.

Dalam pemeriksaan, ditemukan beberapa barang bukti di TKP antara lain mangkok, ember, telepon genggam, SIM, uang, STNK, minuman, kopi kemasan, baju, dan tas.

Kemajuan pencarian kedua korban tenggelam membuahkan hasil, pada pukul 23.50 Wita jenazah korban Solihin ditemukan. Kemudian tim SAR yang dipimpin Kapolsek Aranio Ipda Cucu Ariawan Supriyatin melanjutkan pencarian jenazah atas nama Mamat, dan pada pukul 01.35 WITA, Minggu 14 April 2024, jenazah Mamat ditemukan sehingga semua menjadi korban. dievakuasi dari lokasi.

Dilaporkan, kejadian ini terjadi di tengah cuaca buruk disertai hujan lebat, angin, dan kilat. Polsek Banjar juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kondisi alam saat beraktivitas di luar ruangan.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *