Fri. Jun 14th, 2024

Setahun Digembok, BEI Ingatkan Potensi Delisting Saham Capitalinc Investment

matthewgenovesesongstudies.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN) kemungkinan telah delisting. Sebab, penghentian sementara perdagangan saham perseroan sudah memasuki tahun pertama pada 16 Februari 2024.

Penghapusan pencatatan (delisting) dan pencatatan kembali (relisting) saham di bursa diatur dengan Peraturan Bursa Nomor I-I. Pasal 3.1.1 Pasal 3 mengatur bahwa apabila suatu perusahaan tercatat mengalami keadaan atau peristiwa yang merugikan kelangsungan usahanya, Bursa dapat mencatatkan sahamnya.

Hal ini merupakan permasalahan finansial atau hukum, atau menyangkut kelanjutan status emiten sebagai perusahaan publik yang mungkin belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang memadai.

Sementara itu, sesuai dengan Pasal 3.1.2 Pasal 3, Bursa dapat menghapuskan saham-saham perusahaan tercatat yang setidaknya baru-baru ini dijual di pasar yang disepakati karena penghentian sementara perdagangan di pasar umum dan pasar keuangan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (19 Februari 2024) mengumumkan bahwa “masa suspensi saham perseroan di pasar umum dan pasar uang telah mencapai 12 bulan pada 16 Februari 2024”).

Total pengeluaran perseroan dilaporkan sebesar Rp45,7 miliar untuk anak usaha PT Cahaya Batu Raja Blok dan Rp4,1 juta untuk PT Kutai Etam Petroleum, berdasarkan laporan kegiatan eksplorasi tahun yang berakhir 31 Desember 2023.

Masa pemeriksaan setiap laporan adalah 1 tahun yaitu tahun buku 2023. Nama Perusahaan Manajemen Investasi Capitalinc berdasarkan RUPS tanggal 12 Agustus 2022. Komisaris Utama Bambang Seto dan Komisaris Independen Budi Ahmad Sultoni . Sudrajat.

Selanjutnya Direktur Jenderal dijabat oleh Rizal Fadjar Bamahry dan direktur oleh Khaerudin. Sedangkan Karuddin mengundurkan diri pada 19 November 2023.

Sementara itu, struktur pemegang saham MTFN didasarkan pada laporan bulanan yang didaftarkan oleh pemegang obligasi perseroan per 31 Januari 2024, termasuk Express Profitable yang memiliki 6,72 miliar saham atau 21,1%.

Kemudian Roulette Capital 1,97 miliar saham atau setara 9,32% dan PT Dwina Natura 2,94 miliar saham atau 9,22%. PT Dwi Daya Capital 1,64 miliar saham atau setara 5,15%. Vintage Rarity PTE LTD 239,07 juta lembar saham atau setara 0,75%. Sisanya sebanyak 17,34 miliar saham atau 54,45% dimiliki publik.

Diberitakan sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan kemungkinan delisting PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB). Sebab, waktu penghentian perdagangan saham perseroan akan mencapai 4 tahun pada 17 Februari 2024.

Penghapusan pencatatan (delisting) dan pencatatan kembali (relisting) saham di bursa diatur dengan Peraturan Bursa Nomor I-I. Pasal 3.1.1 Pasal 3 mengatur bahwa apabila suatu perusahaan tercatat menghadapi keadaan atau peristiwa yang merugikan kelangsungan usaha, keuangan, status hukum, atau kelangsungan hidup perusahaan tersebut, maka Bursa dapat mencatatkan sahamnya. perusahaan publik dan tidak dapat menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang memadai.

Sementara itu, sesuai dengan Pasal 3.1.2 Pasal 3, Bursa dapat menghapuskan saham-saham perusahaan tercatat yang setidaknya baru-baru ini dijual di pasar yang disepakati karena penghentian sementara perdagangan di pasar umum dan pasar keuangan.

Ia mengumumkan dalam siaran pers Bank Indonesia: “Masa suspensi saham perseroan di pasar umum dan pasar uang telah mencapai 24 bulan pada tanggal 17 Februari 2022, dan masa suspensi saham perseroan akan mencapai 48 bulan pada bulan Februari. 17 Februari 2024 bulan , Jumat (16 Februari 2024).

Berdasarkan keterbukaan informasi di website Bursa tanggal 28 Oktober 2019, 23 Maret 2020, 29 Juli 2020, 23 Desember 2020, dan 13 Mei 2022, seluruh dewan pengawas perseroan, direktur telah menyampaikan pendapatnya. pengunduran diri dari posisi manajemen. dari perusahaan.

Nama-nama pengurus perseroan antara lain: Komisaris Utama: Eerry Sulistio Komisaris: Budi Purwanto Komisaris Independen: Ratih D. Item Direktur Utama: Wahyu Mulyana Direktur: Sigit Kamseno Direktur: Irwando Saragih

Sedangkan struktur pemegang saham SKYB berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang saham perseroan per 31 Desember 2019, dimana Ora Pro Nobis International memegang 107.444.000 saham atau setara 18,37%. Kemudian saham Tres Maria Capital Ltd sebanyak 89.420.000 atau 15,29%.

Narada Public Fund memiliki 61.319.300 saham, dengan rasio kepemilikan saham 10,48%. DBS Bank Ltd Klien SG-PB memiliki 52.646.100 saham atau setara 9,00%, PT Syailendra Capital memiliki 45.250.000 saham atau setara 7,74%, dan Eerry Sulistio memiliki 44.563.700 saham atau setara 7,62%. Sisanya sebanyak 184.356.900 saham (31,50%) merupakan kepemilikan publik.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan, BEI telah mengakuisisi empat pemegang saham emiten (PSP) untuk membeli kembali saham publik dari beberapa emiten yang berpotensi dilikuidasi.

“Empat PSP akan dibeli dalam waktu dekat,” kata Nyoman kepada wartawan, Senin (2 Mei 2024) usai mendaftarkan pengajuan CGS-CIMB.

Nyoman menambahkan, BEI akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan PSP. Dia mengatakan lebih sulit bagi manajemen untuk menemukan pemasok dalam situasi tertentu dibandingkan dalam kondisi baik.​

Nyoman menjelaskan, saat ini ada dua jenis penarikan di BEI, yaitu penghapusan sukarela dan penghapusan paksa. Dalam kasus vulnerary delisting, pihak penyedia jasa sudah siap dengan refund sehingga lebih mudah menemui pihak manajemen.

Neoman mengungkapkan, hanya emiten yang awalnya delisting secara sukarela yang wajib membeli kembali saham premium karena posisi perseroan lebih aman, sedangkan emiten yang melakukan force delisting tidak perlu mengembalikan sahamnya.

“Namun seiring berjalannya waktu, pembatalan saham secara sukarela tidak hanya berubah menjadi pembelian saham wajib, tetapi pembatalan wajib berubah menjadi pembelian saham wajib untuk melindungi investor. Di masa lalu, mereka yang menggunakan kekerasan untuk melakukan pembongkaran tidak bertanggung jawab. . “

Regulator berupaya untuk mewajibkan orang-orang yang ditinggalkan secara paksa untuk membeli kembali saham mereka, katanya.​

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *