Thu. Jun 20th, 2024

Sukses di Vietnam, VinFast Terapkan Layanan Langganan Baterai di Indonesia

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – VinFast mengumumkan langkah strategisnya untuk memasuki pasar Indonesia. VinFast menawarkan persyaratan sewa baterai baru yang bertujuan untuk mengatasi kekhawatiran tentang degradasi baterai dan biaya kepemilikan. Kedua hal tersebut dinilai menjadi kendala utama calon pembeli kendaraan listrik.

“Ketentuan berlangganan baterai yang dilakukan perusahaan memastikan bahwa gabungan biaya berlangganan dan pengisian baterai tetap jauh lebih rendah dibandingkan menjalankan mobil bensin di segmen yang sama bagi pemilik mobil listrik,” kata Tran Quoc Hui, CEO VinFast Indonesia dalam keterangannya.

Cara kerja langganan sewa baterai VinFast cukup sederhana. Pemiliknya membayar harga asli yang jauh lebih rendah untuk mobil tersebut. Ini mirip dengan uang muka pembelian mobil tradisional.

Setelah itu, sisa biaya terkait baterai ditanggung oleh biaya berlangganan bulanan. Pemilik tidak perlu melakukan deposit untuk berlangganan.

Persyaratan berlangganan baterai berpotensi mengurangi biaya pengiriman bulanan. Hal ini menjadikan kendaraan listrik sebagai pilihan yang lebih terjangkau bagi konsumen dengan anggaran terbatas.

Untuk biaya model VFe34, pelanggan akan membayar Rp1,5 juta per bulan untuk jarak 3000 kilometer. Untuk jarak di atas 3000 km dikenakan biaya Rp 2,6 juta per bulan.

Ambang batas 3000 km atau sekitar 100 km per hari dipilih karena jarak tersebut sesuai dengan kebiasaan berkendara rata-rata di Indonesia.

Tran menjelaskan, biaya sewa baterai ini dapat mengatasi permasalahan terkait kesehatan baterai yang menjadi faktor paling mengkhawatirkan bagi pengguna kendaraan listrik.

VinFast sendiri mengeluarkan ketentuan berlangganan baterai yang mencakup penggantian baterai gratis. Hal ini dilakukan ketika kondisi baterai turun di bawah 70 persen dari kapasitas aslinya.

Hal ini diklaim dapat menghilangkan potensi biaya baterai baru yang muncul di kemudian hari, karena menutupi sebagian besar biaya awal kendaraan.

“Dengan memperkenalkan ketentuan berlangganan baterai ini, kami berharap dapat menciptakan pengalaman kepemilikan mobil yang lebih nyaman. Sistem ini juga berpotensi membuat kendaraan VinFast lebih menarik bagi pelanggan yang peduli terhadap kelestarian nilai mobil listrik dalam jangka panjang,” kata Tran.

 

Penyewaan baterai bukanlah strategi yang sepenuhnya baru. Lonjakan minat terhadap mobil listrik di seluruh dunia baru-baru ini membuat perubahan sikap konsumen terhadap model berlangganan ini menjadi lebih menarik.

Dari sudut pandang bisnis, penerapan model berlangganan baterai merupakan manuver strategis VinFast untuk membedakan dirinya di pasar kendaraan listrik Tanah Air. Biaya awal yang lebih rendah merupakan daya tarik utama dan diperkirakan akan lebih besar daripada manfaat finansial jangka pendeknya.

VinFast bermitra dengan pemasok baterai mobil listrik dengan tingkat daur ulang hingga 95 persen. Untuk memastikan pengelolaan baterai yang bertanggung jawab, VinFast menggunakan kembali baterai lama sebagai unit penyimpanan energi.

Selama masa berlangganan baterai, pemilik kendaraan menerima layanan pemeriksaan baterai gratis. Hal ini diharapkan dapat memperpanjang masa pakai baterai, mengurangi frekuensi penggantian, dan mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Proses berlangganan baterai ini terbukti berhasil di Vietnam. VinFast yakin strategi ini bisa berhasil di Indonesia yang memiliki banyak kemiripan dengan tanah air VinFast.

Sumber: Oto.com

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *