Thu. May 23rd, 2024

Teleskop James Webb Gas Metana di Exoplanet K2-18b

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) telah mendeteksi “langkah kaki alien” di planet yang berjarak 120 tahun cahaya dari Bumi. “Puing-puing alien”, demikian para ilmuwan menyebutnya, adalah bahan kimia biologis yang diyakini merupakan gas metana dari planet ekstrasurya K2-18b.

Bahan kimia biologis ditemukan di atmosfer planet mirip Bumi pada tahun 2023 JWST. Exoplanet K2-18b merupakan planet berair hangat dengan atmosfer hidrogen, demikian diumumkan situs resmi NASA, Rabu (5 Mei 2024).

Planet ini terletak di zona layak huni di sekitar bintang induknya, konstelasi Leo. Planet ini disebut layak huni karena kandungan airnya berbentuk cair sehingga juga berpotensi bagi kehidupan di alam.

Pengamatan yang dilakukan oleh instrumen JWST Near Independent Spectrograph (NIRSpec) mengungkap kemungkinan adanya jejak gas yang hanya dapat dihasilkan oleh organisme hidup di atmosfer K2-18b.

Para ilmuwan menemukan gas dimetil sulfida di atmosfernya. Untuk mengonfirmasi temuan tersebut, teleskop James Webb akan melakukan observasi planet selama beberapa jam.

Namun hal ini belum dapat dikonfirmasi karena teleskop mengalami masalah pada giroskop. Kehadiran metana bisa menunjukkan bahwa atmosfer K2-18b memiliki komposisi yang unik dibandingkan planet lain yang diketahui.

Planet K2-18b ditemukan pada tahun 2014 oleh teleskop luar angkasa Kepler NASA, planet ini mengorbit katai merah bernama K2-18. K2-18b tergolong raksasa gas dengan massa sekitar 8,6 kali massa Bumi.

Diameternya sedikit lebih besar dari Neptunus dan mencapai 2,2 kali diameter Bumi. Salah satu ciri khas K2-18b adalah atmosfernya yang kaya.

Pengamatan James Webb Space Telescope (JWST) pada tahun 2023 mengungkap adanya karbon dioksida dan uap air di atmosfernya. K2-18b mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya.

Planet ini melakukan satu revolusi setiap 33 hari. Oleh karena itu, suhu di permukaan planet ini hangat, mencapai sekitar 2.300 derajat Celcius.

Suhu ekstrim ini, ditambah dengan radiasi bintang yang tinggi, membuat K2-18b tidak ramah terhadap kehidupan yang kita kenal. Saat ini, K2-18b terus menjadi fokus penelitian para astronom.

Pengamatan lebih lanjut oleh JWST dan teleskop lainnya akan membantu para ilmuwan lebih memahami komposisi atmosfernya. Faktanya, para astronom akan mencari tanda-tanda potensi kehidupan dan mempelajari lebih lanjut tentang pembentukan dan evolusi planet di luar tata surya kita.

(Tiffany)

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *