Sat. Jun 15th, 2024

Tersengat Sentimen Inflasi, Intip Rekomendasi Saham Pekan Ini

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya berlangsung selama 4 hari pada pekan ini atau hanya pada Senin, 25 Maret 2024-Kamis, 28 Maret 2024. Sedangkan pada Jumat, 29 Maret 2024, bursa saham ditutup. untuk Jumat Agung.

Di sisa periode perdagangan Maret pekan ini, Head of Community Indo Premier Sekuritas (IPOT) Angga Septianus mengimbau investor mencermati berbagai sentimen mulai dari laju pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat QoQ Sebelum 4,9% Melawan 3,2% .

Tegasnya, kalau angkanya di bawah ekspektasi, itu bagus. Artinya, suku bunga bisa diturunkan lebih cepat untuk mendukung perekonomian. Sentimen selanjutnya adalah Core PCE Price Index MoM Prev 0.4% Cons 0.3%, dimana data penting ini digunakan oleh Federal Reserve (The Fed) atau bank sentral Amerika Serikat (AS) untuk mengukur inflasi.

“Kalau meningkat dibandingkan periode sebelumnya maka bisa dikatakan serius. Sentimen yang patut diwaspadai minggu ini adalah pendapatan pribadi dan pengeluaran pribadi yang mencerminkan keadaan perekonomian Amerika. Jika pendapatan meningkat dan pengeluaran meningkat , ini bukan resesi Tapi kalau pendapatan turun dan pengeluaran “turun, berarti dalam waktu dekat akan terjadi resesi dan suku bunga turun,” kata Angga dalam risetnya, Senin (25/3/2024).

Merujuk data dan sentimen perekonomian, PT Indo Premier Sekuritas merekomendasikan 3 saham yang menarik untuk diwaspadai pekan ini. Antara lain Buy on Pullback pada BBTN (Support: 1.485, Resistance: 1.800), Buy on Pullback ESSA (Support: 590, Resistance: 700) dan Buy BDMN (Support: 2.970, Resistance: 3.250).

 

 

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 7.350 pada penutupan perdagangan Jumat 22 Maret 2024. Posisinya menguat 0,30% atau naik 22 poin sekaligus. Angga menjelaskan, penguatan JSIG ditopang oleh sektor BEI HEALTH (+2.98%) dan BEI BASIC (+1.82%) yang paling menguntungkan, namun masih tersandera oleh BEI TECHNO (-0.73%) dan BEI. INFRA (-0,01%) menjadi sektor yang mengalami kerugian terparah.

Pada pekan lalu terdapat beberapa sentimen yang mempengaruhi laju IHSG, yakni suku bunga AS yang bertahan di 5,25%-5,50% dan suku bunga Indonesia yang bertahan di 6,00%. Sentimen berikutnya adalah Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga dari -0.1 menjadi 0–0.1% karena inflasi.

“Sayangnya pasar tidak bereaksi, Yen jatuh. Jika suku bunga naik, permintaan mata uang meningkat dan terjadi arus masuk modal dan pasar obligasi b Bahkan di Jepang tingkat bebas risiko (0,1%) masih tetap ada. tidak lebih tinggi,” kata Angga.

Sentimen berikutnya terkait harga minyak yang kembali naik pasca beberapa kali serangan drone Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia. Ekspor Irak dan Arab Saudi menurun dan perekonomian Tiongkok mulai membaik serta terdapat tanda-tanda perbaikan permintaan.

 

Sebelumnya diberitakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif selama pekan 18-22 Maret 2024. Analis menyebut penguatan IHSG terjadi di tengah sentimen global terkait suku bunga bank sentral.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditulis Sabtu (23/3/2024), JHSG naik 0,30 persen menjadi 7.350,15 pada 18-22 Maret 2024 dari posisi mingguan yang dilewati 7.328,05. Kenaikan IHSG juga diikuti kapitalisasi pasar saham yang meningkat 0,48 persen menjadi Rp 11.748 triliun. Pekan lalu, kapitalisasi pasar saham tercatat Rp 11,692 triliun.

Sementara rata-rata frekuensi harian transaksi saham turun 7,55% menjadi 1.139 ribu transaksi dari 1.233 ribu transaksi pada minggu lalu.

Rata-rata volume perdagangan harian saham turun 11,67% selama sepekan menjadi 16,50 miliar lembar saham dari 18,68 miliar lembar saham pada sepekan lalu.

Selain itu, rata-rata nilai transaksi saham harian turun 40,62% menjadi Rp 10,17 triliun dari pekan lalu Rp 17,12 triliun. Investor asing pada Jumat 22 Maret 2024 mencatatkan nilai beli bersih Rp 372,9 miliar. Selama sepekan, investor asing memborong saham senilai Rp 2,14 triliun. Sepanjang tahun 2024, investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 28,25 triliun.

 

 

Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan kenaikan JHSG pada pekan ini sebesar 0,3 persen dipengaruhi berbagai sentimen. Pertama, rilis data industri Tiongkok. Kedua, rilis suku bunga yang dilakukan bank sentral China, Indonesia, dan Amerika Serikat (AS). Ketiga, pergerakan harga komoditas, khususnya harga emas, sedang menguat.

“Seminggu ke depan kami perkirakan IHSG akan bergerak menguat namun trennya akan menguat dengan support di 7.238 dan resistance di 7.416,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk sentimen pada pekan depan akan ada beberapa rilis data ekonomi AS, antara lain produk domestik bruto (PDB) dan pendapatan pribadi. Dan dari China ada rilis data industri, kata Herditya.

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *