Mon. May 20th, 2024

Terungkap, Ada Game Batman yang Terinspirasi dari Trilogi Nolanverse

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Trilogi Batman karya Christopher Nolan pasti menjadi favorit penggemar. Film yang dibintangi Christian Bale ini masih bertahan di hati para penggemar Batman hingga saat ini.

Meski baru terbit hampir satu dekade lalu, ada fakta menarik seputar trilogi tersebut yang baru terungkap kini. Menurut informasi dari Kotaku, Jumat (5/4/2024), trilogi Batman karya Christopher Nolan rencananya akan diadaptasi menjadi sebuah game.

Informasi tersebut pertama kali diungkap oleh akun Twitter X atau SpideyRanger. Akun tersebut mengatakan bahwa informasi game ini didapat dari Internet Archive.

Penghargaan atas kebocoran gameplay ini diberikan kepada Back2LIfe yang dikatakan telah menemukan game tersebut. Menurut informasi yang bocor, game ini dengan jelas menampilkan sosok Batman spesial yang digunakan dalam trilogi film Christopher Nolan.

Game ini konon bernama Project Apollo dan diproduksi oleh Monolith Productions, anak perusahaan Warner Bros. Permainan. Bocorannya juga mengungkap gameplay yang akan dimasukkan ke dalam game tersebut.

Meski singkat, video tersebut juga memperlihatkan Batman beraksi melompat dari gedung dan meluncur ke bawah rel kereta api untuk mendekati kejahatan yang sedang berlangsung.

Menurut bocorannya, game tersebut juga menampilkan peta regional. Menariknya, beberapa di antaranya sedikit mengingatkan pada gameplay di game Batman Arkham Universe.

Salah satunya adalah kemampuan Detective Vision yang dikenal sebagai salah satu fitur ikonik di game Batman Arkham. Meski baru terungkap, namun informasi mengenai game ini sebenarnya sudah diketahui sejak beberapa tahun lalu.

Channel DidYouKnowGaming-lah yang membocorkan informasi tentang Project Apollo. Game ini konon telah dikembangkan selama 18 bulan dan akhirnya dihentikan.

Game ini juga merupakan cikal bakal Middle-earth: Shadow of Mordor. Lalu apa alasan game Batman ini dihentikan?

Berdasarkan penelusuran channel DidYouKnowGaming, pengembangan game ini masih berlanjut karena belum mendapat persetujuan dari Nolan. Oleh karena itu, pengembangan game ini dihentikan.

Selain berita di atas, pengembang game Activision dilaporkan sedang menyelidiki peretasan yang mencuri kredensial login pengguna.

Menurut TechCrunch, seperti dilansir Engadget pada Selasa (2/4/2024), penulis mengunggah virus komputer untuk mencuri detail login akun dan bahkan dompet kripto.

Selain itu, beberapa sumber lain mengatakan bahwa penerbit video game tersebut membantu korban peretas mendapatkan kembali akunnya.

Namun, bagaimana malware tersebut menyebar masih belum diketahui dan sedang diselidiki.

Juru bicara Activision membantah bahwa perusahaan membantu menghapus malware di platformnya.

Disebutkan pula bahwa permasalahan kerentanan keamanan pada sistem disebabkan oleh penyedia perangkat lunak pihak ketiga, bukan perangkat lunak atau platform Activision.

Juru bicara Activision Delaney Simmons mengatakan perusahaannya mengetahui “tuduhan bahwa kredensial beberapa pemain mungkin telah disusupi oleh malware karena pengunduhan atau penggunaan perangkat lunak yang tidak sah.”

Ia menambahkan, server perusahaan tetap aman dan belum diserang malware.

Zeebler mengatakan kepada TechCrunch bahwa dia menemukan aplikasi peretasan tersebut ketika akun pelanggan dicuri karena perangkat lunaknya.

Setelah memeriksa aplikasi yang diretas, dia menemukan database berisi kredensial yang dicuri.

Dia juga mengatakan malware tersebut disamarkan agar terlihat seperti perangkat lunak asli, namun sebenarnya dirancang untuk mencuri nama pengguna dan kata sandi yang diketik oleh korban.

Melihat situasi ini, sebaiknya pengguna lebih berhati-hati, terutama saat mencoba login ke beberapa situs atau aplikasi. Untuk menghindari serangan dunia maya, pastikan kredensial loginnya asli.

Sementara itu, pengguna Apple macOS menjadi sasaran penyebaran malware yang mencuri data pribadi yang disamarkan sebagai iklan dan situs palsu.

Dinyatakan bahwa para peretas menggunakan dua malware berbeda untuk mencuri informasi, salah satunya adalah Atomic Stealer.

Serangan untuk mencuri data pribadi pengguna macOS ini menggunakan berbagai cara untuk menembus Mac korban, lapor Jamf Threat Labs, Senin (1/4/2024).

Namun malware tersebut berupaya mencuri data pribadi korbannya tanpa sepengetahuan mereka.

Jamf Threat Labs mengatakan salah satu rantai serangan menargetkan pengguna yang mencari Arc Browser di mesin pencari Google.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *