Mon. May 27th, 2024

Tower Bersama Infrastructure Bakal Buyback 396,50 Juta Saham

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) akan membeli saham sebanyak-banyaknya 1,75% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh. Jumlah saham tersebut setara dengan 396,50 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp20.

Tower Bersama Infrastructure akan menyiapkan dana maksimal Rp 800,80 miliar untuk pembelian saham. Perseroan menyatakan pembelian kembali saham tersebut dilakukan seiring dengan membaiknya kinerja Perseroan sehingga menghasilkan arus kas melebihi jumlah yang diperlukan untuk melanjutkan perbaikan dan pertumbuhan.

Tower Bersama Infrastructure akan menggunakan kas internal Perseroan untuk membeli saham tersebut. Dana tersebut bukan merupakan dana yang diperoleh dari penawaran umum dan bukan merupakan dana dalam bentuk pinjaman atau hutang dalam bentuk apapun.

“Saat ini tingkat kewajiban utang perseroan sudah baik, bila diperlukan perseroan masih berpeluang menambah utang,” tulis perseroan.

Selain itu, Perseroan mempunyai keleluasaan untuk memiliki mekanisme yang menjamin stabilitas harga saham Perseroan apabila harga saham Perseroan tidak mencerminkan nilai atau kinerja Perseroan yang sebenarnya.

Perseroan berencana mengendalikan saham yang dibeli sebagai saham treasury untuk jangka waktu tidak lebih dari tiga tahun. Namun Perseroan dapat sewaktu-waktu mengalihkan saham yang dibeli tersebut sesuai dengan Pasal 21 POJK No. 29/2023, antara lain:

1. Diperdagangkan baik di bursa maupun di counter.

2. Ditarik dengan pengurangan modal

3. Pelaksanaan program saham oleh pegawai dan/atau direksi dan komisaris

4. Melakukan pembayaran atau perhitungan untuk operasional tertentu

5. Pelaksanaan konversi surat berharga emisi yang diterbitkan perseroan

6. Pembagian secara proporsional atas saham yang diterima sebagai hasil pembelian kepada pemegang saham

7. Prosedur lainnya dengan persetujuan OJK

Perseroan telah menunjuk PT Ciptadana Sekuritas untuk melakukan pembelian kembali saham mulai 31 Mei 2024 hingga 30 Mei 2025. Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham untuk pembelian kembali tersebut pada 30 Mei 2024.

Sebelumnya, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah menyelesaikan penerbitan Obligasi Berkelanjutan VI Tower Bersama Infrastructure Tahap II 2023 (Obligasi TBIG VI Tahap II) dalam program obligasi baru senilai Rp 20 triliun.

Helmi Yusman Santoso, Direktur Pembiayaan Infrastruktur Tower Bersama, mengatakan total penerbitan obligasi TBIG VI Tahap II sebesar Rp 1,5 triliun dengan tingkat bunga tetap 6,75% untuk jangka waktu 370 hari. Obligasi TBIG VI Tahap II setara dengan kewajiban senior tanpa jaminan TBIG, dengan pembayaran bunga triwulanan.

Obligasi TBIG VI Tahap II akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Desember 2023, ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu (6/12/2023).

Setelah dikurangi biaya emisi, dana hasil penawaran ini akan digunakan untuk melunasi sebagian kewajiban keuangan anak perusahaan Perseroan, khususnya fasilitas kredit bergulir sebesar $325 juta dari Fasilitas Kredit yang ada.

Per 30 September 2023, total utang bruto perseroan, jika porsi pinjaman dolar AS yang dilindung nilai diukur dengan menggunakan hedging rate, adalah sebesar Rp 27,6 triliun dan utang senior bruto (gross senior debt) sebesar Rp 4,87 triliun.

Terkait saldo kas sebesar Rp802 miliar, total utang bersih (net debt) sebesar Rp26,8 triliun dan total utang senior bersih (net debt) Perseroan sebesar Rp4,06 triliun. Dengan menggunakan EBITDA triwulan ketiga tahun 2023 yang disetahunkan, rasio utang bersih terhadap EBITDA adalah 4,6x.

“Struktur utang kami tetap kuat dengan harga yang kompetitif, fasilitas yang terjamin sepenuhnya, dan kurang dimanfaatkan. Kami akan terus memanfaatkan pasar obligasi Rupiah melalui program Rp 20 triliun yang berlangsung hingga Juli 2025,” ujarnya.

Sebelumnya, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berencana mengalihkan 102.046.000 saham treasury hasil buyback kepada Bersama Digital Infrastructure Asia Lte Ltd.

Calon penerima adalah perusahaan induk investasi dan jasa konsultasi manajemen, dan dia tidak lain adalah pengendali perusahaan tersebut.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (16/08/2023), saham treasury yang dialihkan tersebut diperoleh perseroan mulai 4 Mei 2023 hingga 3 Agustus 2023 melalui pembelian kembali atau repurchase.

Selama periode tersebut, perseroan membeli 102.046.000 saham. Saham Treasury dijual melalui pasar over-the-counter. Jangka waktu penjualan saham hasil pembelian kembali dilakukan dalam beberapa tahap.

Mulai tanggal 30 Agustus 2023 dan diperpanjang sampai dengan tanggal 31 Maret 2023. Harga pelaksanaan saham hasil pembelian kembali mengacu pada huruf 13 (a) POJK 2/POJK.04/2023.

Harga pengalihan saham hasil pembelian kembali tidak boleh lebih rendah dari harga penutupan perdagangan harian di Bursa Efek yang lebih tinggi atau harga rata-rata penutupan perdagangan harian saham pada hari sebelum tanggal penjualan saham diterima. sebagai akibat dari pembelian kembali. membagikan hasil pembelian kembali selama 90 hari terakhir sebelum tanggal penjualan. Terbaru, Tower Bersama Infrastrukturi berencana memperpanjang masa pembelian hingga November 2023.

Namun, sebelum mengumumkan rencana tersebut, perusahaan berubah pikiran dan membatalkan perpanjangan pembelian. Rencana perpanjangan masa pembelian kembali saham yang ada saat ini diperkirakan akan berakhirnya masa pembelian kembali saham perseroan pada 3 Agustus 2023.

Sementara itu, perseroan memiliki sejumlah saham yang bisa dibeli kembali dari rencana pembelian kembali sebanyak 1.132.849.900 lembar saham. Pada 3 Agustus 2023, perseroan membeli 102.046.000 saham.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *