Wed. May 22nd, 2024

Waskita Beton Kantongi Kontrak Suplai Proyek LRT Jakarta Rp 182,14 Miliar

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dipercaya menyediakan produk untuk salah satu proyek populer di DKI Jakarta yang masuk dalam Rencana Strategis Nasional, yakni Proyek LRT Jakarta Tahap 1B Jalur Velodrome-Manggarai.

Keyakinan tersebut hadir dengan hadirnya WSBP yang berhasil menyuplai produk Spun Pile, PCI-I Girder, Parapet, CCSP dan Readymix untuk pembangunan LRT Palembang, Sumatera Selatan pada tahun 2015 – 2019 sebagai LRT pertama di Indonesia dan sudah digunakan. proyek acara Asia Games 2018. “Kami telah mendapatkan kontrak senilai Rp 182,14 miliar dari Waskita-Nindya-LRS KSO sebagai kontraktor untuk proyek ini. “Dalam proyek ini, WSBP akan menyediakan balok dan beton basah atau siap pakai untuk pembangunan Jakarta LRT,” kata Company Vice President, Secretary PT Waskita Beton Precast Tbk, Fandy Dewanto dalam keterangan resmi, Jumat (16/2/2024).

Untuk menghasilkan hasil konstruksi yang berkualitas, WSBP memasok produk Girder yang bersumber dari Pabrik Karawang, Pabrik Subang, dan Pabrik Bojonegara. Sedangkan produk ready mix yang akan disediakan antara lain beton Fc’ 35 Mpa Slump 18 +/- 2 dan beton Fc’ 35 Mpa Slump 12 +/- 2 dengan volume 65.000 m3 yang diproduksi dan dikirim dari batch plant LRT Velodrome yang berjarak sekitar 5 km dari lokasi proyek.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan untuk memulai proses produksi pra-fabrikasi dan ready-mix. Nantinya, produk ini akan dikirimkan secara bertahap ke lokasi proyek. “Kami menargetkan WSBP dapat menyelesaikan pasokan produk ini pada tahun 2025,” kata Fandy. Perpindahan Kota

Dengan dilaksanakannya proyek LRT Fase 1B, diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum modern dan menjadikannya pilihan utama dalam perjalanan dan aktivitas sehari-hari.

Sekadar informasi, pembangunan LRT Velodrome-Manggarai Jakarta Fase 1B merupakan kelanjutan dari LRT Jakarta Fase 1A rute Kelapa Gading – Velodrome yang telah beroperasi sejak tahun 2019.

LRT Fase 1B akan menempuh jarak 6,4 km dengan 5 stasiun yakni Stasiun Rawamangun Pemuda, Stasiun BPKP Pramuka, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Manggarai.

Sebelumnya, PT KAI (Persero) belum berencana menambah kereta terjadwal di stasiun LRT Jabodebek pada tahun 2024.

EVP Sekretaris Bersama KAI Raden Agus Dwinanto Budiadjo mengatakan, pengoperasian LRT Jabodebek tahun ini masih sesuai kontrak sebelumnya sebanyak 31 kereta.

“Belum ada (tambahan). Kalau LRT masih sesuai kesepakatan dengan INKA. Tinggal tambah jumlah kereta yang kita operasikan, sesuai kajian kita pada kejadian kemarin,” kata Gabir. Stasiun, Jakarta, Senin (22/1/2024).

Agus mengatakan LRT Jabodebek saat ini hanya mengoperasikan 18 kereta setiap harinya. Sebanyak 12 kereta masih tidak beroperasi dan satu kereta masih dalam perbaikan di PT INKA (Persero) di Madiun.

Namun, total 31 kereta LRT Jabodebek diperkirakan akan beroperasi penuh secara bertahap pada tahun ini. “Yang pasti dari LRT, frekuensinya akan terus kita tingkatkan secepatnya. Targetnya tahun ini bisa berskala semua kereta,” tambah Agus.

Berkaca dari pengalaman sebelumnya, KA LRT Jabodebek 19 harus ke bengkel karena kehabisan roda, INKA mengaku bisa menindaklanjutinya. Menurut Agus, proses pelumasan terbukti mampu mengurangi keausan roda.

“Saya kira sudah ada beberapa hasil penyelidikan kita yang bisa diselesaikan ya, ada yang sudah bisa kita tindak lanjuti. Yang ditemukan. Artinya, beberapa permasalahan yang terjadi kemarin sudah teratasi. ,” dia berkata.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *