Tue. Jun 25th, 2024

Yamaha Terlibat Skandal, Ini Moge yang Terindikasi Bermasalah

 

matthewgenovesesongstudies.com, Shizuoka – Produsen sepeda motor besar Yamaha sedang diselidiki oleh Kementerian Transportasi Jepang terkait masalah emisi. Merek ternama lainnya seperti Toyota, Honda, Mazda, dan Suzuki pun turut terlibat dalam skandal yang terkuak pada Senin (3/6/2024).

Berdasarkan pemberitaan Kyodo News, pada Rabu (5/6/2024) mereka meninjau kantor pusat Yamaha Motor Co. terletak di prefektur Shizuoka. Program ini hanya satu hari setelah kunjungan investigasi Toyota Motor Corp.

Peristiwa tersebut melibatkan Yamaha dalam kecelakaan mobil besar yang melibatkan tiga jenis sepeda motor. Dua lainnya sudah tidak beroperasi lagi, dan satu masih diperjualbelikan, meski penjualan dan pengiriman telah ditangguhkan.

Sepeda motor tersebut adalah model YZF-R1, bagian dari seri R1 yang populer, kedatangan sepeda motor balap Superbike untuk konstruksi jalan raya.

Tes tiruan yang melibatkan Yamaha YZF-R1 melibatkan kecurangan tes kebisingan untuk keluar dari ruang tes dan menjalankannya di aspal.

Sementara itu, dua model lainnya yang belum diketahui datanya diikutsertakan dalam uji kelayakan.

Bodi utama Yamaha YZF-R1 berukuran panjang 2.054,8 mm, lebar 690,8 mm, tinggi 1.165,8 mm, dan tinggi 1.404,6 mm.

Model 2024 mengusung mesin segaris 998 cc 4 silinder DOHC dengan sistem injeksi yang mampu menghasilkan tenaga 200 tenaga kuda pada 13.500 RPM dan torsi di atas 112,4 Nm pada 11.500 RPM. 

Outputnya akan dikirim melalui transmisi 6 percepatan sebagai pengontrol kecepatan.

Untuk mendinginkan suhu mesin, motor balap ini menggunakan radiator air.

Peleknya berukuran 17 inci dengan profil 120/70 di depan, dan 190/55 di belakang. Keduanya akan didukung sistem rem cakram hidrolik lengkap dengan ABS. Sedangkan suspensinya menggunakan garpu terbalik di depan dan shock tunggal di belakang.

Meski di Jepang model ini ditarik dari peredaran karena skandal terbaru, namun di Indonesia YZF-R1 sudah keluar dari pasaran pada tahun 2021.

Toyota yang masih dalam masa pemulihan dari serangkaian kecelakaan uji coba, Daihatsu sebagai bagian dari perusahaannya kembali terjerumus ke dalam skandal.

Namun kini, Kementerian Transportasi Jepang mengumumkan bahwa Honda, Mazda, Suzuki, dan Yamaha terlibat dalam kecurangan data emisi dan keselamatan untuk merek mereka.

Toyota mengaku telah menyampaikan data palsu dalam uji keselamatan pejalan kaki dan pengemudi untuk Corolla Fielder, Corolla Axio, dan Yaris Cross, yang semuanya sedang dalam tahap produksi.

Selain itu, riset internal mereka menemukan kegagalan uji tabrak pada model yang sudah tidak diproduksi lagi, yakni Toyota Crown, Isis, Sienta, dan Lexus RX.

Sementara itu, skandal Mazda kini diakui sebagai gangguan pada perangkat lunak kontrol mesin model hatchback MX-5 RF dan Mazda2 yang kini dijual untuk memalsukan keluaran tenaga selama pengujian. 

Skandal tersebut menyebabkan kedua model tersebut dilarang beredar di pasar Jepang.

Perusahaan juga menggunakan modifikasi mobil uji Mazda6 dan Axela yang berbeda dengan versi produksi saat melakukan uji tabrak. Namun, saat ini model tersebut sudah berhenti diproduksi.

Bagi Honda dan Suzuki, skandal tersebut hanya mencakup model lama yang sudah tidak diproduksi lagi dan tidak lagi tersedia di pasar mobil baru.

Investigasi internal yang dilakukan Honda mengungkapkan tes kebisingan palsu untuk 22 generasi sebelumnya dan mobil tersebut dihentikan.

Model yang terkena dampak termasuk Inspire, Fit alias Jazz, Fit Shuttle, Shuttle, CR-Z, Acty, Vamos, Stepwgn, Legend, Accord, Insight, Exclusive, CR-V, Freed, N-Box, N-One, Odyssey, N – Wgn, Vezel, Grace, S660, Jade, dan NSX.

Terkait Suzuki, penipuan terjadi pada model Alto LCV yang diproduksi antara tahun 2014 hingga 2017. Suzuki menemukan bahwa jarak berhenti yang tercatat dalam uji pemudaran rem lebih pendek dari pengukuran sebenarnya.

Menurut perusahaan, tekanan yang diberikan pada pedal rem selama pengujian tidak sekuat yang dibutuhkan produk untuk mematuhi peraturan.

Untuk memenuhi tenggat waktu, mereka menyesuaikan angkanya, dengan pemikiran bahwa mobil tersebut akan lebih baik dalam pengujian penuh.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *