Fri. Jun 14th, 2024

BFI Finance Tebar Dividen Rp 27 per Saham, Cek Jadwalnya

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) akan membagikan dividen tahun buku 2023 sebesar Rp 406,06 miliar.

Merujuk pemanggilan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditulis pada Selasa (28/05/2024), PT BFI Finance Indonesia Tbk telah membagikan dividen sesuai dengan keputusan Rapat Umum Tahunan (RUPST) tanggal 22 Mei 2024. Dividen perusahaan sama dengan 27 per saham.

Perseroan membagikan saham-saham yang tercatat dalam laporan data keuangan per 31 Desember 2023. Jumlah tersebut meliputi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada induk perusahaan sebesar Rp1,64 triliun, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp8,53 triliun, dan total modal ekuitas sebesar Rp. 9,49 triliun. Sistem distribusi

Berikut jadwal pendistribusian tahun anggaran 2023: Tanggal efektif 22 Mei 2024. Tanggal pendistribusian umum pasar reguler dan perdagangan adalah 3 Juni 2024. Tanggal pendistribusian umum pasar reguler dan perdagangan adalah 4 Juni 2024. Tanggal pendistribusian umum. di bursa 05/06/2024 Tanggal pembayaran dividen di bursa 06/06/2024 Tanggal pencatatan pemegang saham (DPS) penerima saham 05/06/2024, 16:00 Tanggal pembayaran dividen 21 Juni 2024

Pada penutupan perdagangan Selasa 28 Mei 2024, harga saham BFIN turun 1,83 persen menjadi Rp 1.070 per saham. Saham BFIN dibuka pada harga Rp 1.090 per saham. Harga saham BFIN berada pada level tertinggi Rp 1.105 dan terendah Rp 1.070 per saham. Total frekuensi perdagangan sebanyak 1.501 kali dengan volume perdagangan 47.644 lembar saham. Transaksi tersebut bernilai Rp 5,2 miliar.

Sebelumnya, CEO PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) Francis Lay Sioe Ho menerbitkan 200.000 saham BFIN pada pertengahan Maret 2024.

Mengutip informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (19/03/2024), CEO PT BFI Finance Indonesia Tbk Francis Lay Sioe Ho menjual 200.000 lembar saham BIFF pada 13 Maret 2024 di harga Rp 1.315 per saham. . Dengan demikian, nilai penjualan saham tersebut sekitar Rp 263 juta.

“Tujuan perundingan mengenai pencabutan investasi. “Kepemilikan langsung,” tulis Direktur Bisnis BFI Indonesia Andrew Adiwijanto.

Usai penjualan saham, Francis Lay Sioe Ho mengakuisisi 343.908.180 saham BFIN atau 2,15 persen dari sebelumnya 344.108.180 atau setara 2,16 persen.

Pada penutupan perdagangan pasar Senin 18 Maret 2024, saham BFIN turun 0,78 persen ke Rp 1.300 per saham. Harga transaksi saham BFIN sebesar Rp 20,57 miliar dan volume perdagangan 15,76 juta lembar saham. Total frekuensi perdagangan 2.195 kali.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berfluktuasi pada perdagangan pasar Senin 18 Maret 2024. Pergerakan IHSG terjadi di antara banyak sektor pasar yang sudah go green.

IHSG turun 0,35 persen menjadi 7.302,44 berdasarkan data RTI. Indeks LQ45 turun 0,39 persen menjadi 993,60. Sebagian besar indeks saham acuan berubah menjadi merah.

Pada perdagangan awal pekan ini, IHSG diperdagangkan pada level tertinggi 7358,55 dan terendah 7300,94. Sebanyak 256 saham melemah membebani IHSG. Namun, ada 266 produk yang menentang reformasi IHSG. Ada 252 saham yang dijual. Total frekuensi perdagangan sebanyak 1.196.201 kali dengan volume perdagangan 17,9 miliar lembar saham. Harga transaksi harian saham tersebut sebesar Rp 9,7 triliun. Posisi dolar AS terhadap rupee berada di kisaran 15.675.

Investor asing memborong saham senilai Rp 97,74 miliar pada awal pekan ini. Oleh karena itu, sepanjang tahun 2024, investor asing memborong saham senilai Rp 26,20 triliun.

Diberitakan sebelumnya, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mengumumkan penyaluran tunai akan kembali normal pada kuartal IV 2023. Selain itu, perseroan juga akan fokus pada pembiayaan mobil bekas dan alat berat.

Selain itu, CFO PT BFI Finance Indonesia Tbk Sudjono mengatakan pihaknya menargetkan bisnis keuangan baru mencapai Rp 20-21 triliun pada tahun 2023. Pembiayaan baru perseroan tercatat sebesar Rp 10,3, belum diketahui hingga semester I. dari tahun 2023. Dibandingkan periode yang sama tahun 2022, anggaran baru meningkat sebesar 20.000 8 persen tahun-ke-tahun.

Pada kuartal III tahun 2023, kinerja BFI Finance Indonesia tidak mengalami perubahan, salah satunya dipicu oleh serangan siber yang terjadi pada jaringan teknologi informasi (IT) perusahaan.

“Kurang lebih lurus. Karena pada akhir semester I tahun 2023 kita mengalami kendala, kita terkena serangan siber. Kita hanya perlu memperlambat sedikit. Namun akan kembali normal pada kuartal IV 2023. Sementara ini kami masih berbenah, jadi saat bersih-bersih kami belum berani marah-marah, ujarnya, dilansir Antara, ditulis, Minggu (10/9/2023).

Terkait strategi keuangan, Sudjono mengatakan perseroan akan terus fokus pada harga yang tepat, sasaran konsumen yang tepat, dan kebijakan kredit yang tepat.

Ia mengatakan fokus keuangan utama perseroan adalah pada mobil bekas dan alat berat, seiring dengan peningkatan kinerja di segmen tersebut hingga tahun 2023.

“Tahun ini pertumbuhan alat berat lebih cepat dibandingkan penjualan ritel. Alat berat tumbuh sekitar 40 persen pada tahun ini, sesuai dengan distribusi pendapatan, dan secara penjualan ritel, itu kecil,” ujarnya.

Sementara itu, BFI menjaga risiko kredit yang relatif rendah dengan tingkat dana non-performing (NPF) sebesar 0,79 persen pada semester I 2023.

Laba bersih perseroan saat itu sebesar Rp 848,4 miliar. Sedangkan total pendapatannya sebesar Rp3,2 triliun atau meningkat 30,3 persen (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *