Fri. Jun 14th, 2024

BRI Untung Rp 15,98 Triliun pada Kuartal I-2024

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengumumkan kinerja triwulan I 2023 yang berakhir 31 Maret 2024. Pada periode tersebut, BRI berhasil meraup laba konsolidasi sebesar Rp 15,98 triliun.

Hingga akhir Maret 2024, BRI tercatat berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp1.308,65 triliun atau tumbuh dua digit secara tahunan sebesar 10,89%. Sebesar 83,25% penyaluran pinjaman atau 1.089,41 triliun dollar AS merupakan portofolio pinjaman segmen UKM.

Pertumbuhan penyaluran kredit yang mencapai dua digit turut mendorong pertumbuhan modal perseroan, dengan total aset BRI mencapai Rp1.989,07 triliun, naik 9,11% year-on-year. Mengingat UKM menyumbang sekitar 97% penciptaan lapangan kerja di Indonesia dan berkontribusi terhadap PDB, maka BRI meyakini pemberdayaan segmen UKM yang berkelanjutan akan berkontribusi terhadap stabilitas perekonomian nasional sebesar 61%, kata Sunarso, Kamis. jelasnya dalam keterangan resmi, Minggu (25/4/2024).

Jika dirinci, seluruh segmen kredit BRI tumbuh positif, segmen mikro tumbuh 10,51% year-on-year menjadi Rp622,61 triliun, segmen konsumer tumbuh 11,62% year-on-year menjadi Rp193,96 triliun, dan segmen usaha kecil. segmen menengah tumbuh dari tahun ke tahun. meningkat sebesar 8,06% dari Rp5 triliun menjadi USD5 triliun. Segmen korporasi tumbuh 15,10% year-on-year menjadi Rp 219,24 triliun.

Meski berhasil mendongkrak penyaluran pinjaman hingga dua digit, namun perseroan nyatanya berhasil menjaga kualitas pinjaman yang disalurkan. Rasio pinjaman bermasalah

Hingga akhir triwulan I 2024, rasio NPL BRI tercatat sebesar 3,11%, membaik dibandingkan akhir triwulan I 2023 sebesar 16,39% dan 12,70% pada akhir triwulan I 2024.

“Sebagai bank dengan portofolio terbesar di segmen UKM, angka non-performing loan sebesar 3% jelas menunjukkan bahwa BRI mampu menjaga kualitas kredit yang baik dengan menerapkan prinsip manajemen risiko,” tambah Sunarso.

 

Dari sisi liabilitas, perseroan berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 1.416,21 triliun, naik 12,80% hingga akhir Maret 2024.

Portofolio tabungan masih didominasi oleh aset berbiaya rendah (CASA atau Current Account Saving Account) dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 7,80%. Peningkatan CASA ini tidak lepas dari keinginan BRI untuk melakukan restrukturisasi liabilitas dengan memperkuat basis pendanaan dengan fokus pada pendanaan berbiaya rendah dari CASA yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Di saat likuiditas perbankan nasional sedang mengetat akibat era suku bunga, BRI berhasil menjaga rasio likuiditas yang cukup baik, dengan LDR (Loan Deposit Ratio) Bank berada pada level 83,28% pada akhir Maret 2024. Dari sisi permodalan, BRI juga mampu menjaga rasio permodalan yang kuat dengan CAR (Capital Adequacy Ratio) sebesar 23,97%. Dengan kondisi likuiditas dan permodalan yang memadai, perseroan masih memiliki ruang untuk pertumbuhan lebih baik.

Sementara itu, pendapatan non bunga/fee based income (FBI) meningkat sebesar 6,92% year-on-year yang menjadi salah satu faktor penyumbang pertumbuhan laba BRI. Salah satu dukungan terhadap kinerja pendapatan berbasis pembayaran BRI tidak lepas dari kontribusi program super BRImo. Pada akhir Maret 2024, BRImo memiliki 33,5 juta pengguna, meningkat 30,3% dari tahun ke tahun.

“Dalam kurun waktu 3 bulan, BRImo telah berhasil menyelesaikan 969 juta transaksi keuangan dengan volume transaksi sebesar Rp1,251 triliun, meningkat 41,8% year-on-year,” kata Sunarso.

 

Kehadiran AgenBRILink berkontribusi signifikan terhadap kinerja fee based revenue BRI. Sepanjang Januari hingga Maret 2024, para agen tersebut mencatatkan 285 juta transaksi finansial dengan volume transaksi sebesar Rp370 triliun, memberikan kontribusi fee based revenue sebesar USD395 miliar kepada BRI. Hingga akhir Maret 2024, BRI sendiri memiliki 796.836 agen yang tersebar di 61.122 desa di seluruh Indonesia.

Dari sisi operasional, perusahaan dapat terus meningkatkan efisiensi operasionalnya. Hal ini tercermin dari rasio biaya-pendapatan (CIR) yang terus membaik. CIR BRI pada akhir Maret 2024 sebesar 37,43%, lebih tinggi dibandingkan CIR akhir Maret 2023 sebesar 41,83%. Penurunan CIR tersebut menunjukkan bahwa BRI telah mampu mengelola biaya secara efektif dan efisien dalam menghasilkan pendapatan.

“Dengan kinerja positif pada tiga bulan pertama tahun 2024, BRI optimis akan terus tumbuh secara mantap dengan mengedepankan prinsip perbankan yang sehat dan manajemen risiko yang baik dalam konteks perlunya mencermati dinamika situasi perekonomian dan geopolitik global. . “BRI akan menghadapi tantangan dalam negeri, khususnya UKM. “Akan ada fokus yang lebih besar untuk merespons melalui pemberdayaan,” pungkas Sunarso.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *