Sun. Jun 16th, 2024

Investasi, Direksi BNI Beli Saham BBNI saat Harga Diskon

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Direksi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) ramai-ramai membeli saham BBNI. Pembelian tersebut dilakukan pada Mei 2024 seiring dengan tren penurunan saham BBNI.

Sekadar informasi, saham BBNI turun 0,64 persen menjadi 4.670 pada Rabu 8 Mei 2024. Sejak awal Mei atau sepekan lalu, saham BNI turun 11,05 persen. Year to date (YTD), saham BBNI melemah 13,12 persen.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (5/10/2024), Direktur BNI Royke Tumilaar membeli 212.300 saham BBNI di harga Rp 4.710 per saham atau senilai total Rp 999,93 juta.

Transaksi tersebut terjadi pada 7 Mei 2024 dengan status kepemilikan langsung. Tujuannya adalah untuk berinvestasi.

Selain Royke, Wakil Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan memborong 213.200 saham BBNI di harga Rp 4.690 per saham atau senilai total Rp 999,91 juta. Transaksi tersebut terjadi pada 8 Mei 2024.

Direksi lain yang ikut membeli saham BBNI antara lain Direktur Teknologi & Operasional BNI Toto Prasetio yang membeli secara dua tahap. Pertama, pembelian dilakukan pada 3 Mei 2024 sebanyak 62.100 lembar saham dengan harga Rp 4.835 per saham. Jadi total transaksi saat itu adalah Rp 300,25 juta.

Toto kembali melakukan pembelian pada 7 Mei 2024. Ia membeli 32.000 lembar saham BBNI dengan harga Rp 4.710 per saham atau senilai total Rp 150,72 juta.

Di hari yang sama, Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini membeli 105.900 saham senilai Rp 499,85 juta atau Rp 4.720 per saham. Transaksi tersebut terjadi pada 7 Mei 2024.

Kemudian Direktur Digital and Integrates Transaction Banking BNI Hussein Paolo Kartadjoemena membeli 211.800 saham BBNI di harga Rp 4.720 per saham. Dengan demikian total transaksi mencapai Rp999,7 juta

Pada 8 Mei 2024, Direktur Retail Banking BNI Corina Lila Karnalies membeli 84.500 lembar saham BBNI di harga Rp 4.740 per saham atau senilai total Rp 400,53 juta.

Sementara itu, Direktur Human Capital & Compliance BNI Mucharom membeli 213.200 lembar saham BBNI di harga Rp 4.690 per saham atau senilai total Rp 999,91 juta.

 

Sebelumnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,33 triliun pada kuartal I 2024. Angka tersebut meningkat 2 persen secara tahunan (year-to-year/year).

“BNI terus mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang positif dan berkelanjutan pada kuartal I tahun 2024,” kata Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Royke Tumilaar pada konferensi pers kinerja kuartal I tahun 2024, Senin ( 29/4/2024).

Selain itu, Royke mengatakan, BNI sukses mencatatkan keberhasilan besar dalam mengembangkan segmen Usaha Kecil, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan pembiayaan konsumen melalui anak perusahaannya PT Bank Hibank Indonesia (hibank) dan BNI Finance sebagai mesin baru pertumbuhan di luar negeri Biru. Kredit korporasi chip yang terus berkembang.

Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit segmen UMKM Hibank yang mencapai 72 persen YoY dan pertumbuhan pembiayaan BNI Finance yang meningkat 370 persen YoY yang dipimpin oleh pembiayaan konsumen.

Pada saat yang sama, kinerja kredit kedua anak perusahaan turut berkontribusi terhadap pertumbuhan pinjaman bersama. Sedangkan total pinjaman BNI pada kuartal I 2024 tercatat sebesar Rp695,16 triliun, meningkat 9,6 persen YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp634,3 triliun.

“Dengan pertumbuhan kredit pada triwulan I 2024, BNI membukukan pendapatan bunga sebesar Rp15,87 triliun, meningkat 7,2 persen dari sebelumnya Rp14,8 triliun, hal ini disebabkan oleh kinerja mediasi yang baik,” ujarnya.

 

Pertumbuhan yang kuat juga didukung oleh membaiknya kualitas aset dimana total kredit bermasalah (NPL) turun dari 2,8 persen pada kuartal pertama tahun 2023 menjadi 2,0 persen pada kuartal pertama tahun 2024.

“Hal ini juga diikuti oleh biaya pinjaman yang juga turun sebesar 40 basis poin YoY menjadi 1,0 persen pada kuartal pertama tahun 2024,” ujarnya.

Menurut dia, peningkatan kualitas aset tetap menjadi prioritas yang diharapkan dapat mendorong keberlanjutan kinerja kerja mediasi dalam menghadapi tantangan geopolitik dan politik internasional, tekanan inflasi, dan suku bunga.

Selain pertumbuhan bisnis yang positif, perseroan juga mampu meningkatkan pendapatan non bunga berupa core fee income dan pembayaran pinjaman pada triwulan I 2024 mencapai Rp 5,1 triliun atau tumbuh 15,9 persen dari sebelumnya Rp 4,4 triliun. . Tahun.

 

 

Dengan peningkatan tersebut, struktur pendapatan non bunga menyumbang 35 persen terhadap total pendapatan BNI pada kuartal I 2024, terutama disebabkan oleh pendapatan fee obligasi dan fee dari bisnis pemasaran.

Kombinasi perbaikan fundamental, antara lain peningkatan fee based income, efisiensi operasional, dan perbaikan kualitas aset yang berkelanjutan mendorong BNI meraih laba bersih sebesar Rp5,33 triliun pada kuartal I 2024 atau tumbuh 2 persen YoY, tutupnya. .

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *