Tue. Jun 25th, 2024

Kacamata Pintar Ray-Ban Meta kini Bisa Unggah Foto Langsung ke Instagram Stories

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Meta (induk perusahaan Facebook, Instaram, dan WhatsApp) baru saja memperbarui kacamata pintarnya, Ray-Ban Meta, untuk menghadirkan lebih banyak fungsi hands-free.

Salah satunya adalah fitur yang memungkinkan pengguna berbagi foto di Instagram Stories tanpa menggunakan smartphone.

Cukup ucapkan “Hai Meta, bagikan foto terbaru saya di Instagram” jika Anda sudah mengambil foto yang Anda inginkan.

Anda juga bisa mengucapkan “Hai Meta, posting foto di Instagram” jika ingin lebih spontan dan langsung mengambil foto untuk diposkan sebagai Story.

Metode ini ditujukan ketika Anda tidak keberatan berbagi dengan pengikut Anda tanpa pengeditan waktu nyata.

Selain itu, Anda dapat menggunakan Ray-Ban Meta untuk memutar lagu dengan cepat di Amazon Music.

Cukup ucapkan “Hai Meta, mainkan Amazon Music” untuk mulai mendengarkan melalui sistem audio telinga terbuka yang terpasang pada kacamata pintar ini.

Anda juga dapat mengatur volume dengan kontrol sentuh atau perintah suara. Kerennya lagi, jika Anda memiliki akun aplikasi Calm dan perlu melakukan dekompresi, Anda bisa mendengarkan meditasi dengan kacamata pintar ini.

Untuk melakukannya, cukup ucapkan “Hai Meta, mainkan Daily Calm”. Mudah, bukan?

 

Semua fitur ini diluncurkan secara bertahap, sehingga tidak semua pengguna dapat memanfaatkan fitur baru ini.

Bulan lalu, Meta juga meluncurkan fitur AI multimodal untuk kacamata hitam Ray-Ban setelah pengujian selama berbulan-bulan.

Fitur ini memungkinkan kacamata pintar berfungsi sebagai gadget AI pribadi di luar ponsel, mirip dengan Rabbit R1 dan Humane AI Pin.

Berkat pembaruan ini, kini Anda dapat meminta kacamata pintar Anda untuk mendeskripsikan objek di lingkungan, mengenali bangunan terkenal, dan membaca tanda dalam berbagai bahasa.

Perusahaan juga memberikan Ray-Ban Meta kemampuan untuk melakukan panggilan video handsfree dengan WhatsApp dan Messenger.

Di sisi lain, Komisi Uni Eropa telah mengambil tindakan tegas terhadap Meta. Agensi telah meluncurkan penyelidikan resmi terhadap Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram.

Investigasi telah dilakukan terhadap masalah keselamatan anak dan perilaku adiktif yang disebabkan oleh platform tersebut.

Mengutip Gizchina, Sabtu (18/5/2024), penyelidikan ini berada di bawah Undang-Undang Layanan Digital alias DSA, yang bertujuan untuk mengevaluasi kepatuhan Meta terhadap aturan dan regulasi untuk melindungi anak-anak secara online, serta untuk menghindari potensi kerusakan yang disebabkan oleh algoritma Addictive. .

Komisaris Meta Eropa untuk Pasar Internal, Thierry Breton, menyatakan keraguannya terhadap upaya Meta dalam memenuhi kewajibannya berdasarkan aturan DSA, terutama dalam mengurangi risiko yang dihadapi generasi muda di Eropa saat menggunakan Facebook dan Instagram.

“Komisi Eropa khawatir sistem Facebook dan Instagram, termasuk algoritmenya, dapat mendorong perilaku kecanduan Internet pada anak-anak dan menimbulkan efek berbahaya,” kata Thierry Breton.

Analisis meta akan fokus pada beberapa faktor penting. Tujuannya adalah untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan anak-anak di platform media sosial.

Salah satu masalah terbesar dari Eropa adalah sifat adiktif dari algoritma Facebook dan Instagram yang dapat menyebabkan perilaku adiktif.

Efek lubang kelinci yang dimaksud adalah efek yang membuat pengguna semakin tertarik untuk mengonsumsi konten bermasalah. Konten ini dapat mempengaruhi kesehatan mental dan emosional pengguna.

Berikut adalah tiga bidang yang akan dipertimbangkan oleh Uni Eropa selama Meta-analisis:

1. Kecanduan dan dampak lubang kelinci: Penelitian ini akan mengkaji kemungkinan lingkungan yang menyebabkan perilaku adiktif dan mekanisme yang dapat mengarahkan pengguna, terutama anak-anak, memasuki siklus konsumsi terus-menerus terhadap konten yang dapat berbahaya dan membuat ketagihan. .

2. Efektivitas alat verifikasi usia: Studi ini akan mengevaluasi alat dan metode yang digunakan Meta untuk memverifikasi usia pengguna, terutama anak-anak, untuk memastikan penerapan konten dan langkah-langkah keamanan yang sesuai dengan usia.

3. Privasi dan keamanan untuk anak-anak: Dalam hal ini, Uni Eropa ingin menilai tingkat privasi, keamanan, dan perlindungan yang ditawarkan kepada anak-anak saat menggunakan Facebook dan Instagram, khususnya mengenai pengaturan privasi dan cara kerja sistem. rekomendasi.

Sementara itu, dalam menanggapi pertanyaan tersebut, Meta menekankan upaya jangka panjangnya untuk mengembangkan alat dan fitur yang bertujuan melindungi pengguna baru di platformnya.

Perusahaan juga menyoroti proses verifikasi usia dan komitmennya untuk menyediakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. Meta mengatakan mereka serius dalam melindungi anak-anak.

Namun, Meta telah menghadapi kritik dan tantangan hukum di masa lalu, termasuk tuntutan hukum atas pengumpulan data anak-anak tanpa izin orang tua. Ada kekhawatiran bahwa platform tersebut dapat berdampak negatif pada kesehatan anak-anak.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *