Sun. Jun 16th, 2024

Kemlu RI Kirim Nota Diplomatik ke Kemlu Myanmar untuk Pulangkan 5 Korban Online Scam di Myanmar

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) saat ini berupaya menyelamatkan lima warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini terjebak dalam pekerjaan penipuan online di wilayah Hbalu, Myanmar. Upaya ini dilakukan bekerja sama dengan KBRI Yangon dan KBRI Bangkok.

Berbagai upaya telah kami lakukan, seperti diketahui wilayah Habalu dan Myawaddy merupakan wilayah konflik bersenjata yang dikendalikan oleh kelompok etnis bersenjata, kata Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI dan BHI. dalam konferensi pers multimedia. Rapat di Jakarta Pusat pada Rabu (4 Maret 2024).

Berbagai upaya dilakukan pemerintah Indonesia, termasuk mengirimkan nota diplomatik ke Kementerian Luar Negeri Myanmar.

“Kami meminta pihak berwenang Myanmar segera mengambil tindakan yang efektif untuk menyelamatkan kelima WNI tersebut,” kata Gowda.

Selain itu, Goda mengatakan KBRI juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan imigrasi melalui berbagai pertemuan di Naypyidaw.

“Beberapa hari lalu, otoritas Myanmar memiliki keterbatasan untuk memasuki wilayah Habalu,” jelas Gowda merujuk pada junta yang saat ini menguasai Myanmar yang menghadapi pemberontakan dari berbagai kelompok etnis.

Oleh karena itu, selain pendekatan resmi, pemerintah Indonesia juga bekerja sama dengan beberapa kelompok masyarakat etnis setempat untuk membantu penyelamatan kelima WNI tersebut.

“Komunikasi dengan WNI dan keluarganya di Indonesia terus berlanjut,” kata Goda.

Dalam kejadian terbaru ini, Jodha menyayangkan terulangnya kejadian serupa.

“Kami juga akan terus mengimbau masyarakat karena kasus penipuan online ini terus berlanjut meskipun ada pemberitaan media yang sangat besar bahwa kami telah menyelesaikan banyak kasus,” kata Gowda.

Menurut Kementerian Luar Negeri RI, terdapat total 3.703 kasus penipuan online sepanjang tahun 2020 hingga Maret 2024. Kasus-kasus tersebut umum terjadi di banyak wilayah seperti Kamboja (1.114 kasus) dan sisanya di Myanmar, Filipina, Thailand, Vietnam , Malaysia dan Uni Emirat Arab.

“Mengingat jumlah kasus yang terus meningkat, kami tak bosan-bosannya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai berbagai tawaran pekerjaan luar negeri yang beredar melalui media sosial,” jelas Judeh.

Hal ini mendorong masyarakat untuk melakukan beberapa hal, seperti mengaudit dan memverifikasi kredibilitas perusahaan penyedia lapangan kerja, serta memastikan prosedur saat bekerja di luar negeri sejalan dengan prosedur yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Ketenagakerjaan. Tenaga kerja. Imigran Indonesia. Badan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (BP2MI).

Ia juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dan memahami cara yang digunakan saat menerima tawaran pekerjaan secara online.

Ia juga mendorong masyarakat untuk menandatangani kontrak kerja sebelum bepergian ke luar negeri.

Jadi kalau diminta berangkat tanpa tanda tangan kontrak di Indonesia, patut skeptis, lanjut Gowda.

Selain itu, masyarakat juga patut curiga jika tidak bisa mendapatkan visa kerja yang sesuai dari kedutaan asing di Indonesia.

“Pekerjaan ini biasanya menawarkan gaji yang tinggi, berkisar antara 1.000 hingga 1.200 dollar AS, namun tidak memerlukan kualifikasi khusus. Jadi kita harus lebih kritis,” tambah Goda.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *