Fri. Jun 14th, 2024

Microsoft Paksa Pengguna Chrome untuk Pakai Mesin Pencari Bing

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Microsoft memperkenalkan iklan pop-up Bing di Chrome pada Windows 10 dan 11. The Verge melaporkan bahwa iklan ini memaksa pengguna Chrome untuk menggunakan Bing daripada mesin pencari Google.

“Chat dengan GPT-4 di Chrome gratis! Dapatkan ratusan chat harian dengan Bing Al,” kata iklan tersebut.

Jika Anda mengklik Ya, ekstensi pop-up Bing Search Chrome akan menginstal mesin pencari Microsoft secara default.

Jika Anda memilih “Ya” untuk beralih ke Iklan Bing, pop-up Chrome akan muncul meminta Anda mengonfirmasi bahwa Anda ingin mengubah mesin pencari default browser.

“Apakah Anda berencana mengganti penyedia pencarian Anda? Ekstensi ‘Microsoft Bing Search for Chrome’ mengalihkan pencarian ke bing.com,” demikian bunyi pesan peringatan dari Chrome, seperti dilansir Engadget, Minggu (17/3/2024) dikutip.

Di bawah peringatan ini, yang tampak seperti pop-up Chrome menunggu, terdapat peringatan pemberitahuan Windows lainnya: “Tunggu, jangan ubah lagi! Jika demikian, Anda akan menonaktifkan Microsoft Bing Search untuk Chrome dan kehilangan akses ke Bing Al dengan GPT-4 dan DALL-E 3. Untuk terus menggunakan Microsoft Bing, pilih Simpan.

Terkait hal ini, Microsoft mengonfirmasi keaslian jendela pop-up tersebut dalam pernyataannya kepada Windows Terbaru dan The Verge.

“Ini adalah pemberitahuan satu kali yang memungkinkan orang menyetel Bing sebagai mesin pencari default di Chrome,” kata perwakilan Microsoft.

“Bagi mereka yang memilih Bing sebagai mesin pencari default di Chrome, ketika mereka masuk dengan MSA [Akun Microsoft], mereka akan menemukan lebih banyak obrolan di CoPilot dan riwayat obrolan mereka,” katanya.

Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengumumkan telah bermitra dengan Microsoft Indonesia. Kolaborasi ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan sinergi penguatan teknologi informasi dan transformasi digital di sektor publik.

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Ari Setiadi menekankan pentingnya kerja sama pemerintah dan swasta dalam melaksanakan transformasi digital nasional. Kerja sama ini ditandatangani oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Microsoft.

Menkominfo menyampaikan dalam siaran pers yang diterima, Kamis (14/3/2024): “Pemerintah Indonesia meyakini kerja sama multilateral, termasuk kerja sama antara pemerintah dan swasta, sangat diperlukan.”

Budi Ari mengatakan model kemitraan publik-swasta memungkinkan terjadinya pertukaran keahlian, sumber daya, dan inovasi teknologi terkini dalam implementasi kebijakan di sektor digital.

Selain itu, pelaku industri mempunyai peluang untuk membuka usaha baru, meningkatkan akses pasar, dan memperluas jangkauan layanan, ujarnya.

Menkominfo meyakini kerja sama pemerintah dan industri dapat memfasilitasi ruang kebijakan digital untuk mencapai manfaat inovasi dan pertumbuhan ekonomi bagi semua pihak.

Budi Ari memuji Microsoft Indonesia yang menunjukkan komitmen kolaborasi untuk mendukung transformasi digital dan mendorong transfer pengetahuan melalui kolaborasi.

Terkait kerja sama ini, Presiden Direktur Microsoft Indonesia Dharma berharap dapat melahirkan inovasi-inovasi baru. Oleh karena itu, ia berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Langkah kita hari ini menandatangani Nota Kesepahaman akan menjadi dorongan dan awal dari inovasi-inovasi baru,” ujarnya.

Kerja sama Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Microsoft ini meliputi pengembangan sumber daya manusia di sektor digital, penguatan infrastruktur, dan digitalisasi pemerintahan.

Selain itu, kerja sama ini akan mempertimbangkan penguatan pengelolaan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab, penguatan penerapan dan pelatihan perlindungan data pribadi, dan bidang lainnya.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika resmi meluncurkan kantor pers Cominfor. Pembukaan pusat berita Cominfo dipimpin langsung oleh Neser Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika.

Nesar mengatakan penggunaan media digital merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari oleh masyarakat dan tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, keterampilan manajemen media sosial sangat penting bagi manajer komunikasi, dalam hal ini redaksi Cominfo dan jaringannya.

“Kehadiran media center dan partner Cominfo lainnya, khususnya dalam produksi dan penyebaran informasi positif tentu menjadi sebuah harapan. Kalau kita masuk lebih dalam, maka peran ini akan semakin besar. pembuat konten,” Kamis (7/3/2024) Tekno Liputan6. Demikian disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika dalam siaran pers yang diperoleh com.

Sekadar informasi, Cominfo Newsroom dikelola oleh Dirjen Pengelolaan Media, Dirjen IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika. Portal informasi ini memiliki tujuh saluran yang terbagi dalam kategori media digital seperti portal berita, audiovisual, dan media cetak.

Ketujuh saluran tersebut adalah Portal Indonesia (Indonesia.go.id), InfoPublik, GPR TV, Indonesia Baik, FMB9, Komunika dan GPR News.

Cominfo Newsroom berperan dalam produksi dan penyebaran informasi publik. Portal ini mempunyai visi dan misi untuk memberikan kemudahan akses terhadap informasi yang nyata, bertanggung jawab dan terpercaya terkait program pemerintah kementerian pusat dan daerah.

Dijelaskan lebih lanjut, Cominfo Newsroom merupakan upaya memberikan kemudahan akses informasi bagi masyarakat di pelosok tanah air.

Dalam pengembangan informasi dan konten, Cominfo Newsroom bermitra dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan komunitas yang dikenal dengan media hub.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *