Tue. Jun 25th, 2024

Nusrtdinov Zayan Harumkan Nama Indonesia di President Challenge Cup Malaysia

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Atlet berkuda Indonesia Nusrtdinov Zayan Fatih kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Bocah berusia 14 tahun itu berhasil meraih beberapa medali pada President’s Challenge Cup CSI 1* (One Star) International Show Jumping Competition yang diselenggarakan pada 23-26 Mei 2024 di MAFEC (Malaysian Armed Forces Equestrian Centre) Sendayan.

Dinov yang mewakili Indonesia dan mengikuti kompetisi tingkat internasional mampu membawa pulang 1 medali emas dan 2 perak. Berpasangan dengan dua ekor kuda, Dinov berhasil meraih medali emas di kelas SJ 90-100 Cm Open, medali perak di kelas CSI1* International SJ 125 Cm, ​​dan Podium 5 bersama Haron di kelas CSI1* International SJ 120 Cm. Van Vrihern. . Sementara itu, bersama kuda lainnya, Jolie Van’t Stenputje, Dinov berhasil meraih medali perak pada kelas CSI1* International SJ 105 Cm dan juara 7 pada kelas CSI1* International SJ 110 Cm.

DNV akan bertanding di Malaysia untuk Equestrian Futures, termasuk pertemuan dengan atlet Malaysia dan Perancis yang semuanya berpasangan dengan kuda, sedangkan Dinov akan bertanding dengan dua kuda sewaan) AMS Stable Malaysia, jadwal latihan. dua hari sebelum pertandingan.

Selain itu, kuda-kuda tersebut harus berangkat ke arena pacuan kuda 7 jam sebelum berlatih bersama Dinov. Tantangan lain bagi Dinov adalah kuda-kuda tersebut tidak mempunyai banyak waktu untuk bertanding karena pemiliknya bersekolah di kota lain yang berjarak 7 jam dari kandangnya. Pertandingan terakhir akan berlangsung pada Agustus 2023.

“Persiapan kami sangat matang, padatnya Dinov di sekolah membuat kami sampai di Malaysia, sehingga kurang latihan dengan kuda-kuda di sana,” kata Rianti Kutti Nurinda (ibu Dinov) bersama suaminya. , Asep Madira Siregar, bergabung dengan Dinov saat berlaga di Malaysia.

“Di bidang olahraga berkuda, jadwal pertandingan yang padat dan mencakup beberapa disiplin ilmu juga membuat Dinov tidak bisa melakukan Parkour, karena semua lapangan pertandingan terpakai, sehingga Dinov harus mengikuti kelas kompetisi nasional Malaysia. Agar bisa beradaptasi dengan kuda lokal, yang kebetulan sudah lama tidak mengikuti kompetisi.

Lokasi pertandingan juga ditemui Dinov saat berlaga di Malaysia. Karena lapangan perlombaannya sangat sempit, dan kelas yang dipertandingkan adalah kelas lompat 100-125 cm, maka Dinov tentunya membutuhkan perhitungan yang matang saat berpindah dari satu rintangan ke rintangan lainnya.

“Lapangan pertandingan dan rencana latihannya sangat teknis, dan kuda yang digunakan Dinov sangat besar, sayangnya dia tidak keluar dari kompetisi dalam waktu yang lama, awalnya kami tidak berharap banyak, karena Dinov sedang sakit flu. Ia sudah lama terkena flu, namun alhamdulillah hasilnya sangat bagus, dimana Dinov berhasil meraih satu medali emas pada kompetisi beregu dan dua medali perak pada kompetisi CSI1*.

Kesuksesan Dinov di President’s Challenge Cup Malaysia juga tak lepas dari kerja sama dua pelatih kuda asal Indonesia dan Malaysia, Albert Pelealu dan Shaiful Azwan. Albert Pelealu yang sangat memahami potensi Dinov dan Shaiful Azwan yang lebih memahami sifat kuda (Horse Horses) di Malaysia bekerja sama membantu Dinov tampil di arena pacuan kuda.

“Menurut saya bakat kuda Dinov sangat bagus, dia sudah mampu beradaptasi dengan kuda-kuda di sini dan secara keseluruhan performa Dinov di ajang ini sangat bagus, bahkan di Malaysia kami terkesan dengan performa Dinov di balapan. Saya yakin Dinov akan melakukannya. menjadi kuda yang lebih sukses di masa depan ketika dia memiliki lebih banyak pengalaman kompetisi.” kata pelatih asal Malaysia bernama Shaiful.

Berbeda dengan pelatih Shaiful, Albert Pelealu mengapresiasi upaya Dinov saat berlaga di Malaysia. Menurut Abe (sapaan akrabnya), meski kondisi Dinov di Malaysia benar-benar tidak fit, namun hal itu tidak mengurangi performanya di balapan, apalagi Dinov hanya punya sedikit waktu untuk melakukan aklimatisasi dengan kuda selama berada di Malaysia.

“Tidak mudah menemui kuda yang direkrut untuk berlaga di kelas tinggi seperti CSI1*SJ 125 Cm, ​​namun Dinov sudah mampu membuktikan kemampuannya, meski dari waktu luang saya bisa merasakan keinginannya untuk bermain. permainannya,” tambah Abe.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *