Sat. Jun 15th, 2024

OJK: Pasar Saham Indonesia Masih Kuat Meski Ekonomi Global Melambat

matthewgenovesesongstudies.com, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jakarta mencatat hingga 16 Februari 2024, pasar saham Indonesia tetap kuat meski perekonomian global sedang lesu.

Inarno Djajadi, CEO Pengawasan Pasar Modal, Derivatif Keuangan, dan Bursa Korban OJK menjelaskan, hal tersebut dibuktikan dengan IHSG menguat 0,86% ytd ke level 7.335,55 dan mencatatkan beli bersih senilai Rp 20,05 triliun. Pada 5 Januari 2024, IHSG mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di 7.403,08.

“Sampai Februari 2024 (sampai 16 Februari 2024), beberapa segmen IHSG, antara lain segmen kesehatan dan segmen konsumsi primer, masih kuat,” kata Innarno dalam konferensi pers Rapat Tahunan Industri Jasa Keuangan OJK 2024, Selasa. “Ada,” katanya. Februari 2024).

Selain itu, dari sisi pertumbuhan, Inarno mencatat kapitalisasi pasar saham turun 0,61% menjadi Rp 11.603 triliun (YTD) per 16 Februari 2024. Pada 4 Januari 2024, kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 11,810 triliun. Dari sisi likuiditas perdagangan, rata-rata nilai perdagangan pasar saham per 16 Februari 2024 tercatat sebesar Rp 10,66 triliun YTD.

Sementara di pasar obligasi, indeks pasar obligasi ICBI tercatat 376,87 pada 16 Februari 2024, naik 0,60% year-on-year. Secara tahunan (13 Februari 2024), imbal hasil SBN meningkat rata-rata 4,73 bps di seluruh tenor, dengan penjualan bersih nonresiden sebesar Rp3,3 triliun YTD.

“Di pasar obligasi korporasi, investor nonresiden juga melakukan net seller senilai Rp1,59 triliun YTD,” ujarnya.

Kemudian, pada sektor manajemen investasi, per 15 Februari 2024, dana kelolaan (AUM) manajemen investasi sebesar Rp 800,3 triliun (turun 2,96% year-on-year), sedangkan nilai aset bersih (NAV) reksa dana sebesar Rp 800,3 triliun (turun 2,96% year-on-year). turun Rp 477,28 triliun atau 4,82% dan mencatatkan net buyback Rp 5,29 triliun.

Dengan adanya 11 emiten baru yang mencapai nilai Rp 12,34 triliun hingga 16 Februari 2024, Innarno mengatakan pasar investasi masih melihat antusiasme penggalangan dana.

 

Sementara itu, masih terdapat 86 pipeline penawaran umum dengan valuasi Rp 50,2 triliun, termasuk rencana IPO 59 emiten baru.

Sementara itu, jumlah perusahaan terkemuka yang mendapat izin dari OJK hingga 16 Februari 2024 pasca penerapan aturan SCF untuk menghimpun dana melalui Security Crowdfunding (SCF), yang merupakan alternatif dana bagi usaha kecil dan menengah, berjumlah 16 perusahaan. 509 Emiten dan 169.851 Investor Ini Namanya. , total dana yang dihimpun mencapai Rp 107 miliar.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *