Sun. Jun 16th, 2024

Pasar Kripto Sempat Koreksi, Cek Sentimen Sepekan

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Pasar mata uang kripto dan Bitcoin sedang melemah pada akhir pekan lalu. Penurunan ini disebabkan oleh data Indeks Harga Produsen (PPI) AS dan lemahnya kinerja pasar ETF BTC selama libur AS. 

Pedagang Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengatakan antara 12 Februari hingga 16 Februari, arus masuk ke ETF Bitcoin mencapai $2,2 miliar atau Rp34,3 triliun (Rp15.629 per dolar AS). Dari investor. 

Fyqieh matthewgenovesesongstudies.com menulis pada Selasa (20/2/2024), “walaupun demikian, Bitcoin hanya naik 7% menjadi USD 52.000 atau Rp 812,7 juta” karena sentimen negatif

Salah satu kekhawatiran jangka pendek, tambah Fyqieh, adalah penjualan saham Greyscale Bitcoin Trust senilai $1,3 miliar, atau $20,3 triliun oleh Genesis, untuk melunasi kreditor. Namun, hal ini tidak mempengaruhi minat investor terhadap Bitcoin dan pasar mata uang kripto secara umum. 

Indeks Ketakutan dan Keserakahan Bitcoin masih menunjukkan peningkatan keserakahan hingga 75 poin pada hari Senin. Hal ini menunjukkan optimisme terhadap pergerakan pasar Asia hari ini, yang mungkin mendorong investor untuk membeli atau menahan posisi mereka. 

“Pergerakan Bitcoin mungkin tidak terlalu kuat pada awal pekan ini, terutama karena pekan perdagangan ini singkat karena libur presiden AS pada hari Senin,” kata Fyqieh.

Namun, beberapa acara bursa pasar dijadwalkan untuk beberapa hari ke depan, termasuk risalah pertemuan FOMC The Fed bulan Januari dan laporan pendapatan Nvidia (NVDA). 

Laporan pertemuan FOMC bulan Januari mungkin memberikan informasi tambahan mengenai keputusan pejabat Fed untuk tidak memulai pelonggaran kebijakan pada kuartal pertama tahun 2024, seperti yang diperkirakan pasar sebelumnya. 

Dengan kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan Mei, kemungkinan penurunan suku bunga oleh The Fed pada bulan Juni meningkat menjadi sekitar 44%. Selain itu, data PMI bulan Februari akan menjadi indikator penting bagi perekonomian AS yang digunakan oleh para ekonom dan analis untuk memahami perubahan kondisi perekonomian. 

Sentimen terhadap Bitcoin tetap kuat, dengan tren pasar derivatif menunjukkan bahwa para pedagang menjadi lebih optimis. Open interest Bitcoin saat ini berada pada titik tertinggi sepanjang masa, potensi kenaikan dapat memanfaatkan momentum positif untuk memperluas konsentrasinya ke kisaran USD 53.000 atau Rp 828,3 juta.

 

Penafian: Semua keputusan investasi berada di tangan pembaca. Lakukan riset dan analisis Anda sebelum membeli dan menjual Crypto. matthewgenovesesongstudies.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Sebelumnya, Thailand diberitakan telah mengambil sejumlah langkah untuk mengatur perpajakan aset digital, dengan menghapuskan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 7% pada transaksi mata uang kripto. Keputusan tersebut diambil untuk mendukung dan memfasilitasi pertumbuhan industri aset digital di Pantai Gading.

Pembebasan PPN ditujukan untuk broker pertukaran mata uang kripto dan platform mata uang kripto yang beroperasi di bawah pengawasan ketat Komisi Sekuritas dan Bursa Thailand. Dengan diterapkannya kebijakan ini, yang berlaku efektif 1 Januari 2024, Thailand menunjukkan komitmen kuatnya dalam mengembangkan ekonomi digitalnya.

Perubahan ini bukan kali pertama mengingat pada Mei 2023, Thailand membebaskan pengalihan aset kripto dari kewajiban PPN. Kebijakan pembebasan pajak diharapkan dapat meningkatkan aktivitas di pasar aset digital Thailand dan memperkuat posisi negara tersebut sebagai pusat inovasi dan perdagangan aset digital di kawasan.

Perbandingan menarik bisa dilihat dengan Indonesia, di mana pemerintah memberlakukan pajak pertambahan nilai sebesar 0,11 persen dan pajak penghasilan sebesar 0,1 persen atas transaksi yang dilakukan melalui bursa atau pedagang aset kripto (PPh) yang terdaftar.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku industri kripto Indonesia. CEO Tokocrypto Yudhono Ravis menyarankan beberapa perubahan penting dalam kebijakan mata uang kripto di Indonesia, menekankan pentingnya Indonesia tidak ketinggalan dalam menerapkan peraturan yang mendukung pertumbuhan ekosistem.

“Perkembangan kebijakan pajak mata uang kripto di Thailand memberi kami pandangan yang optimis. Kami berharap Indonesia dapat mengambil langkah serupa untuk menjadikan regulasi mata uang kripto lebih ramah dan kompetitif, yang diharapkan dapat mendorong inovasi dan pertumbuhan industri kripto lokal.” memberikan kejelasan hukum yang dapat meningkatkan kepercayaan investor dan konsumen,” ujarnya, Minggu (18/2/2024).

 

Yudho menyarankan agar Indonesia kembali menerapkan pajak modal saja dan mengkaji ulang undang-undang pajak pertambahan nilai, karena undang-undang Pembinaan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK) tidak mencakup aset mata uang kripto, melainkan aset keuangan yang dapat digolongkan sebagai aset atau aset keuangan sekuritas.

Ia juga mengusulkan pengurangan besaran pajak yang berlaku agar kompetitif dan tidak menghambat perkembangan industri kripto di Indonesia.

“Skema modal ventura tidak hanya untuk keuntungan pajak dari penjualan aset kripto, tetapi tidak untuk transaksi individu. Cara ini lebih akurat dan efektif, karena investor hanya menerima manfaat ekonomi, yang dapat mendorong lebih banyak orang untuk berinvestasi di dunia, ” katanya. dia. 

Pria yang menjabat Wakil Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) ini juga menjelaskan, skema tersebut bisa memudahkan investor dalam membayar pajak. Karena mereka hanya perlu melaporkan transaksi yang menguntungkan.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *