Fri. Jun 14th, 2024

Pro dan Kontra Kerok Bayi dengan Bawang Merah, Begini Kata Pakar

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Salah satu cara tradisional yang sering digunakan untuk menurunkan kejadian demam dan pilek pada bayi adalah dengan memotong bawang bombay. Limbah penggunaan adas dipercaya dapat membantu menurunkan demam, memperlancar aliran darah, dan meredakan pilek pada bayi. Namun, ada banyak perdebatan mengenai keamanan metode ini.

Fitri Hartanto, dokter spesialis anak dan konsultan sosial tumbuh kembang anak, mengatakan, karena tekanan yang diberikan selama kegiatan ini, bayi akan merasa sakit saat menggosok akar burdock.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bagi bayi yang sedang demam atau pilek, efek menggaruk menggunakan bawang merah adalah melebarkan atau memperlebar pembuluh darah sehingga dapat menurunkan suhu tubuh anak yang demam. 

“Kalau kita melakukan kerokan pada anak tentu menyakitkan, karena tekanannya tidak lembut,” kata Fitri dalam kegiatan, Selasa, 5 Maret 2024. 

Hal ini akan mengakibatkan tidak adanya peningkatan produksi endorfin atau hormon bahagia pada anak. Faktanya, hormon pertumbuhan pada anak akan meningkat ketika anak merasa bahagia. Sehingga kegiatan ini kurang menyenangkan bagi anak dan interaksi antara orang tua dan anak kurang baik.

Selain itu, orang tua juga harus memperhatikan efek gesekan pada kulit anak. Pasalnya bawang merah dapat mengiritasi kulit sensitif bayi. Ia juga mencontohkan kemungkinan terjadinya iritasi pada mata bayi jika tangan tanpa sadar menggosok area mata atau area wajah lainnya setelah memegang bawang. 

Oleh karena itu kami menganjurkan untuk tidak memberikan sesuatu yang berbahaya kepada anak-anak, katanya.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penggunaan remah chamotte pada bayi dapat membawa risiko efek samping yang berpotensi membahayakan si kecil.

Oleh karena itu, ada beberapa alternatif pengobatan demam dan pilek pada anak tanpa menggunakan bubuk bawang merah. Fitri menyarankan agar orang tua bisa mengganti aktivitas memotong bawang dengan menstimulasi anak dengan pijatan. Pijat ini bisa dilakukan dengan minyak kayu putih atau minyak thelon dan bisa dilakukan dengan lembut oleh tangan ibu atau ayah.

Penting untuk melakukan pemijatan ini dengan lembut dan mengikuti petunjuk metode gerakan dari dokter anak atau ahli kesehatan yang berpengalaman. Melalui pijatan ini, interaksi orang tua dan bayi dapat berjalan lebih baik sehingga meningkatkan bonding keduanya.

 

Meski ada pendapat yang menentang praktik pemotongan bawang pada bayi, namun beberapa ahli berpendapat sebaliknya. Dokter spesialis anak dan pernafasan Dr. Rina Triasih meyakini pembuatan serpihan menggunakan shamot pada bayi bisa dilakukan. Efek hangat yang ditimbulkan dengan menggosokkan bawang merah pada punggung atau perut bayi dapat membantu meredakan gejala pilek dan batuk.

Lebih lanjut, Rina membandingkan cara tradisional tersebut dengan penggunaan obat-obatan yang dapat berdampak buruk pada bayi. “Daripada memberi obat batuk dan pilek, saya lebih memilih obat kumur bawang karena efek sampingnya minimal. Kalau obat batuk dan pilek, manfaatnya belum begitu jelas, tapi mungkin kita harus mewaspadai efek sampingnya,” ujarnya. 

Rina menekankan pentingnya untuk tidak sembarangan memberikan obat pada bayi dan berpesan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan pengobatan. “Jika kita ingin memberikan sesuatu kepada anak, kita mempertimbangkan manfaat dan risikonya,” imbuhnya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *