Sun. Jun 16th, 2024

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) akan dikenakan kriteria pemantauan khusus mulai Rabu, 29 Mei 2024.

Merujuk keterbukaan informasi BEI Selasa (28/05/2024), saham PT Barito Renewables Energy Tbk masuk dalam kriteria efek yang dikenakan pengawasan khusus pada poin tersebut. 10, yakni dikenakan penghentian sementara efek untuk jangka waktu lebih dari satu hari bursa karena aktivitas perdagangan.

Sebelumnya, Direktur Pemantauan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian Manullang mengatakan saham BREN yang disuspensi berpotensi dirujuk ke lembaga pemantau khusus selama sebulan.

“Betul (kemampuan masuk ke papan observasi khusus),” kata Kristian.

Kristian mengatakan, jika dibuka tindakan pengawasan suspensi terhadap saham tertentu, maka saham tersebut akan ditempatkan di bawah lembaga pengawasan khusus untuk jangka waktu satu bulan.

“Tadi sebelum pendinginan suspensi dan suspensi hingga pemberitahuan lebih lanjut, dilakukan kegiatan pemantauan aktivitas pasar luar biasa (UMA),” ujarnya.

Kristian menyampaikan dalam rangka perlindungan investor, BEI melakukan kegiatan pengawasan, antara lain: UMA, suspensi didinginkan selama dua sesi dan suspensi hingga pemberitahuan lebih lanjut.

“Ketiga tindakan pengawasan tersebut bukan merupakan sanksi terhadap saham tertentu, namun merupakan tindakan yang mendukung perlindungan investor,” kata Kristian.

Ia mengatakan, jika tindakan pengawasan tersebut dilakukan, investor perlu mempertimbangkan keputusan investasinya dengan memperoleh informasi sebanyak-banyaknya mengenai saham-saham tertentu yang dikenakan tindakan pengawasan pasar saham sebelum memutuskan untuk membeli dan menjual saham tersebut.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara (suspend) saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) pada Senin (27/5/2024).

Mengutip keterbukaan BEI, suspensi saham BREN terjadi karena adanya kenaikan harga kumulatif saham BREN yang signifikan dan sebagai bentuk perlindungan investor.

BEI memandang perlu untuk menghentikan sementara perdagangan PT Barito Renewables Energy Tbk di pasar reguler dan spot mulai perdagangan sesi pertama tanggal 27 Mei 2024 sampai dengan pengumuman lebih lanjut di bursa.

Data RTI menunjukkan harga saham BREN naik 8,43% pada pekan lalu. Sejak awal tahun, harga saham BREN sudah naik 50,50%.

Selain itu, BEI juga melakukan suspensi saham PT

“Untuk meyakinkan investor, BEI memandang perlu untuk menghentikan sementara perdagangan saham SOLA pada 27 Mei 2024,” menurut keterbukaan informasi BEI.

BEI menyatakan telah terjadi penghentian sementara perdagangan saham PT Xolare RCR Energy Tbk. (SOLA) dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai untuk memberikan waktu yang cukup kepada pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang, berdasarkan informasi yang ada, setiap keputusan investasi yang diambilnya pada saham PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA).

Berdasarkan data RTI, harga saham SOLA turun 66,14% pada pekan lalu. Harga saham SOLA turun 30,43 persen menjadi Rp64 per saham pada perdagangan Rabu 22 Mei 2024.

Bursa juga menghimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan informasi yang diberikan perseroan.

 

Sebelumnya, dua emiten Indonesia, PT Barito Renewables Energy Tbk dan PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI), masuk dalam Indeks Ekuitas Global FTSE triwulanan periode Juni 2024. Dalam pengumuman FTSE Russel disebutkan, hal tersebut akan berlaku mulai Senin 24 Juni 2024. .

Emiten Barito Pacific Group, BREN, masuk dalam Large Cap Index, sedangkan MSTI masuk dalam Small Cap Index.

“Kami menyambut baik masuknya BREN dalam Indeks Ekuitas Global FTSE. Hal ini tentunya merupakan bentuk kepercayaan pasar terhadap strategi bisnis jangka panjang kami, di mana kami siap mendukung transisi energi menuju net zero,” kata Merly, sekretaris perusahaan BREN Niedziela (26/05/2024).

Indeks Ekuitas Global FTSE adalah indeks bergengsi yang menjadi dasar bagi investor dalam mengambil keputusan investasi. Indeks ini mencakup total 19.000 perusahaan publik dengan kapitalisasi pasar besar, menengah, kecil, dan mikro di 49 negara, termasuk pasar negara berkembang. FTSE Russell juga memberikan informasi kepada investor untuk membantu mereka mengelola konsentrasi dan diversifikasi portofolio investasi mereka.

BREN saat ini menduduki peringkat No. 1 berdasarkan kapitalisasi pasar di Indonesia. Salah satu faktor yang melatarbelakangi hal ini adalah kurangnya emiten publik di sektor energi baru terbarukan di Indonesia yang memiliki portofolio terdiversifikasi.

BREN baru-baru ini menyelesaikan akuisisi pembangkit listrik tenaga angin Sidrap berkapasitas 75 MW, yang melengkapi portofolio panas bumi BREN di Star Energy Geothermal dengan total kapasitas terpasang sebesar 886 MW.

“Kami juga memandang masuknya BREN ke dalam indeks ini sebagai bentuk apresiasi pasar atas langkah ekspansif yang diambil BREN, seperti penambahan turbin angin yang meningkatkan diversifikasi portofolio energi panas bumi kami,” ujarnya.

FTSE Russell mencatat bahwa peringkat ini dapat berubah sewaktu-waktu, dan keputusan akhir akan jatuh tempo pada 10 Juni 2024.

 

Sebelumnya, PT Barito Wind Energy, anak usaha Barito Renewables Energy (BREN), telah mencapai kesepakatan prinsip (prinsip) dengan UPC Renewables Asia Pacific Holdings Pte Ltd dan ACEN Renewables International Pte Ltd pada 8 Desember 2023, yang membuka jalan bagi “Akuisisi 100 persen saham PT UPC Sidrap Bayu Energy (Sidrap).

Sidrap merupakan pembangkit listrik tenaga angin pertama di Indonesia, di Sulawesi Selatan. Pembangkit listrik ini merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia dan berkapasitas 75 MW. Demikian informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dipublikasikan pada Minggu (10/12/2023).

Sebagai bagian dari langkah strategis tersebut, akuisisi juga akan melibatkan PT Operation and Maintenance Indonesia (OMI) yang berperan penting dalam mendukung kegiatan operasional Sidrap.

Semua pihak mengharapkan transaksi tersebut dapat segera selesai dan selesai pada kuartal pertama tahun 2024, dengan memenuhi persyaratan dan mendapat persetujuan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) Indonesia. Langkah signifikan ini menggarisbawahi komitmen Barito Renewables untuk memimpin solusi energi berkelanjutan dan berkontribusi terhadap lanskap energi terbarukan di Indonesia.

“Kami sangat senang mengumumkan perjanjian akuisisi prinsip-prinsip strategis ini. Hal ini menandai awal kehadiran kami di bidang energi terbarukan non-panas bumi, yang telah menjadi bagian integral dari portofolio kami selama beberapa dekade,” kata CEO Barito Renewables. Hendra Tan.

Hendra mengatakan: Barito Renewables Energy berkomitmen untuk mendukung Indonesia mencapai emisi nol bersih dan memastikan energi bersih baik di Indonesia maupun di luar negeri. Barito Renewables juga memiliki Star Energy Geothermal yang mengoperasikan blok Wayang Windu, Salak dan Darajat di Jawa Barat dengan total kapasitas terpasang 886 MW.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *