Sun. Jun 16th, 2024

SIM C1 Mulai Berlaku, Ini Bedanya dengan SIM C Motor Biasa

matthewgenovesesongstudies.com, Satlantas Kepolisian Daerah (Korlantas) DKI Jakarta mulai menerapkan Surat Izin Mengemudi (SIM) C1 bagi pengendara sepeda motor. Apa bedanya dengan kartu SIM C biasa?

Direktur Registrasi dan Identifikasi (Diregident) Korlantas Polri Brigjen Pol Yusri Yunus mencatat salah satu perbedaan tenaga mesin sepeda motor yang diukur dalam sentimeter kubik (cc). “SIM C sama dengan 0-240 cc. (SIM) C1 250 sampai 500 cc,” kata Yusri di Jakarta, Senin (27/5/2024).

Perbedaan lainnya adalah membuat kondisi. Yusri mengungkapkan, pengemudi yang ingin memiliki SIM C1 harus memiliki SIM C yang masih berlaku minimal satu tahun. Berikutnya adalah tes SIM, salah satu perbedaan SIM C dengan C1 biasa adalah tes praktiknya.

“SIM C1 Rakyat panjangnya 2,5 meter, berbeda 1,4 meter dengan SIM C standar, tapi secara uji visual semuanya sama.”

Komandan Divisi Lalu Lintas Polri Irjen Polisi An Suhana mengatakan penerapan SIM C1 bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pengendara sepeda motor berkapasitas mesin.

“Kegiatannya penting sekali, kalau saya bayangkan jalan raya ini hutan, ada ular kobra, ada ular piton, ada binatang buas, ada kalajengking yang sewaktu-waktu akan menyerang kita,” kata Aan.

Aturan SIM C1, jelasnya, akan berlaku hingga 2021, namun baru diterapkan pada 2024. “Karena kami ingin memastikan sistem ini bisa diterapkan dan seterusnya setelah dibuka, perbedaan kemampuan SIM C dan SIM C1. .”

Peluncuran SIM C1 digelar di SIM SATPAS Polda Metro Jaya Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat pada Senin (27/05/2024). “Hari ini saya akan menyaksikan peluncuran SIM C1,” kata Aan Suhanan.

Aan mengatakan, penerbitan SIM C1 ini merupakan izin dari Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor. 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan Surat Izin Mengemudi.

Menurut dia, petugas kepolisian akan memeriksa keterampilan dan pengetahuan serta perilaku calon SIM C1 dalam mengendarai kendaraan roda dua CC 250 ke atas.

“Ada tes teori, tes praktek, dan terakhir tes karakter. Itu yang susahnya kita tes karakter, karena kalau di jalan kadang lupa, apalagi kalau konvoi kadang kita” Lupakan saja. Ada rambu-rambu, lampu lalu lintas, perempatan dan sebagainya,” kata Aan.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *