Sun. Jun 16th, 2024

Skandal Sertifikasi Mesin Diesel Toyota Dipastikan Tak Berdampak ke Indonesia

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Investigasi menemukan kemungkinan adanya penyimpangan dalam peraturan sertifikasi emisi lokal yang tidak sesuai pada mesin diesel Toyota. Laporan tersebut disampaikan oleh Toyota Industries Corporation (TICO) yang bertanggung jawab mengembangkan mesin diesel di Toyota Motor Corporation (TMC). 

Namun penipuan sertifikasi beberapa SUV Toyota bermesin diesel tentu tidak berdampak pada model di Indonesia.

“Hal ini tidak berdampak pada kendaraan Toyota di lokal Indonesia,” kata Anton Jimmy Suwandi, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM), dikutip Antara, Rabu (31/1/2024).

Pada hari Senin, 29 Januari, TMC menerima laporan dari TICO bahwa penyelidikan khusus yang dipimpin oleh Hiroshi Inoue telah ditunjuk untuk menyelidiki kemungkinan penyimpangan peraturan sertifikasi terkait dengan sertifikasi emisi domestik yang tidak tepat, pada forklift dan mesin konstruksi.

Dalam penelusurannya, terdapat beberapa kejanggalan saat uji sertifikasi tiga model mesin diesel tersebut. Dalam hal ini, model yang terkena dampak adalah Hiace van, Fortuner, Innova, dan SUV Lexus LX500D.

Pelanggaran terjadi saat pengujian tenaga kuda untuk mensertifikasi tiga model mesin diesel otomotif yang dialokasikan Toyota ke TICO.

Selama pengujian sertifikasi mesin diesel Toyota, performa tenaga mesin diukur menggunakan ECU dengan software yang berbeda dari yang digunakan pada produksi massal sehingga hasilnya dapat diskalakan agar nilainya tampak lebih halus dengan variasi yang lebih sedikit.

 

TICO juga memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman perangkat yang terkena dampak. Toyota juga memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman kendaraan yang dilengkapi mesin yang terkena dampak.

“Kedepannya kami akan memberikan penjelasan rinci kepada pihak berwenang dan segera mengambil tindakan yang diperlukan, termasuk melakukan tes di hadapan saksi jika diperlukan,” demikian bunyi pernyataan resmi TMC.

“Kami menganggap proses sertifikasi yang tepat sebagai persyaratan dasar dalam menjalankan bisnis sebagai produsen mobil. Kami memahami betapa seriusnya fakta bahwa pelanggaran sertifikasi yang berulang-ulang di TICO, seperti yang terjadi di Daihatsu, telah mengguncang fondasi perusahaan,” pernyataan itu menambahkan.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *