Sun. Jun 16th, 2024

Subsidi Bengkak Akibat Konflik Israel Iran, Ini Siasat Pemerintah Cegah Harga BBM Naik

matthewgenovesesongstudies.com, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jakarta Arifin Tasrif mengatakan konflik Iran-Israel masih terus berlanjut dan kenaikan subsidi BBM dapat dihentikan dengan merevisi Perpres Nomor 191 Tahun 2014 untuk membatasi pembelian. bahan bakar bersubsidi.

“Kalau (kontroversi) ini tidak diselesaikan, harus diambil tindakan yang tepat. Padahal, tujuan Perpres 191 adalah untuk memberikan (subsidi) kepada mereka yang berhak,” kata Arifin Tasrif saat ditemui di kantor Kepresidenan. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Antara, Jakarta, Jumat (20/10/2024).

Diusulkan untuk merevisi Perpres yang mengatur tata niaga BBM mulai pertengahan tahun 2022. Revisi Perpres ini dirasa penting oleh banyak pihak untuk mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi Pertalite agar tidak melebihi kuota yang ditetapkan pada pertalite. APBN.

Dengan meningkatnya konflik antara Iran dan Israel, Arifin mengatakan ada kebutuhan mendesak untuk segera menyelesaikan peninjauan kembali Perpres Nomor 191 Tahun 2014 tentang penyediaan, distribusi, dan harga eceran BBM. “Keppres akan mengurangi (beban subsidi),” kata Arifin.

Arifin mengatakan, perundingan Pilpres hingga Juni 2024 akan dilakukan dengan mempertimbangkan situasi terkait situasi geopolitik dan harga minyak bumi. “Kalau tidak ada perang (Iran-Israel), kita lihat saja apakah harga minyak akan turun,” kata Arifin.

Mereka berharap tidak ada renegosiasi terhadap komponen yang disiapkan, seperti mekanisme pembatasan pembelian bahan bakar murah. Saya berharap ke depannya, tapi itu antar kementerian, kata Arifin.

Terkait hal tersebut, Arifin juga mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk menjaga harga BBM tetap stabil hingga Juni 2024, meskipun harga minyak global berfluktuasi, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dan apresiasi rupee terhadap dolar AS. .

“Tadinya sampai Juni 2024 (harga BBM tetap), sekarang sudah mulai pulih, masyarakat tidak lagi dibebani beban tambahan, itu saja,” kata Arifin.

Melalui PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina (Persero) memastikan memiliki cadangan bahan bakar dan gas cair yang cukup untuk menghadapi meningkatnya konflik antara Israel dan Iran di kawasan Timur Tengah.

Manajer Media dan Stakeholder Management Pertamina Patra Niaga Happy Vulansari memastikan pihaknya akan menjaga keamanan stok bahan bakar pada level 40 hari ke depan. Hal ini berlaku untuk berbagai jenis BBM bersubsidi dan non-subsidi, Pertalit dan Pertamax.

“Saat ini bahan bakar Pertalite berkisar 20 hari. Bahkan untuk Pertamax, Dexlite, semua tingkat keamanannya di atas 30-40 hari,” kata Happy saat ditemui di kantor BPH Migas, Jakarta, Jumat (19/4/2024).

“Oleh karena itu, praktis tidak ada masalah dengan dana yang ada saat ini. Kita juga ada pembelian BBM atau LPG dalam jangka panjang, jadi sekuritasnya aman,” ujarnya.

Menurut dia, pasokan impor minyak mentah untuk bahan bakar dan elpiji tidak hanya bergantung pada kawasan Timur Tengah. Pertamina juga mengamankan pasokan minyak dan gas dari produksi dalam dan luar negeri.

“Kami juga bisa menyuplai dari negara lain. Saat ini pasokan BBM disediakan dari kilang minyak dalam negeri dan kargo dari kawasan Asia,” tambah Happy.

Soal harga, dia juga mengatakan Pertamina siap mendukung kebijakan pemerintah yang saat ini mempertahankan harga BBM Pertamina hingga Juni 2024.

Meski demikian, Pertamina Patra Niaga terus memantau perkembangan dan dampak harga minyak dunia serta komponen produksi dalam negeri.

“Dinamika fluktuasi harga minyak dunia bukan satu-satunya yang terjadi hari ini. Itu terjadi kemarin saat perang Ukraina, dan kita juga mengalaminya. Kita juga punya langkah mitigasi atas situasi tersebut,” ujarnya.

“Jadi, lindung nilai nilai mata uang, efisiensi biaya distribusi, termasuk kami kini mencari sumber LPG dan bahan bakar yang paling optimal,” pungkas Happy.

 

Sebelumnya, pemerintah siap mencari negara penghasil minyak mentah baru. Kemudian pada Jumat pagi (19/4) Israel melakukan serangan balasan terhadap Iran.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan beberapa negara penghasil minyak di Afrika masuk dalam radar pemerintah. Salah satunya adalah Mozambik yang terletak di Afrika Timur.

Mungkin ada sesuatu yang baru di Mozambik. Kita harus mengambil jangka panjang, kata Arifin di grup media Ditjen Bina Migas, Jakarta, Jumat (19/4/2024).

Selain negara-negara Afrika, pemerintah juga mencari peluang untuk mengimpor minyak dari negara-negara di kawasan Amerika Latin. Termasuk Guyana hingga Venezuela.

“Kalau kita lihat di peta, ada beberapa wilayah di Afrika yang tidak bisa dilintasi. Lalu dari Latin, Venezuela, lalu dari Guyana,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah terus mendukung produksi minyak dalam negeri. Antara lain Blok Kepu, Rokan Dalam, Buton, Sulawesi.

“Jumlahnya juga cukup. Targetnya dua sumur,” jelasnya.

Arifin mengatakan, saat ini impor minyak UU bergantung pada Singapura untuk produk bahan bakar Indonesia. Disusul India dan Malaysia.

Bayangkan Singapura tidak punya bahan bakar tapi bisa ekspor, ujarnya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *