Tue. Jun 25th, 2024

Terapkan 5 Kebiasaan Makan Ini Selama Ramadan, Bantu Jaga Tubuh Tetap Sehat

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Di bulan Ramadhan ini, penting untuk menerapkan kebiasaan makan yang sehat dan seimbang agar tubuh tetap sehat meski sedang berpuasa.

Simak tips menerapkan kebiasaan makan sehat selama bulan puasa berikut ini, seperti dilansir The Daily Star, Selasa 12 Maret 2024.

1. Tetap terhidrasi

Saat berpuasa di cuaca panas dan lembap, sangat penting menjaga keseimbangan cairan tubuh agar tetap terhidrasi.

Saat berbuka puasa, minumlah segelas air untuk merehidrasi tubuh Anda. Sertakan buah-buahan seperti jeruk, melon, apel dan lainnya dalam menu buka puasa Anda karena mengandung banyak air dan memberikan energi yang dibutuhkan tubuh.

Selain itu, Anda juga bisa menambahkan lemon, jahe, atau kayu manis ke dalam air untuk memberikan rasa segar dan merangsang pencernaan.

Saat berbuka puasa, penting untuk meminum air secara perlahan, bukan meneguknya sekaligus. Sehingga tubuh dapat menyerap cairan dengan baik dan mencegah ketidakseimbangan elektrolit.

Usai berpuasa seharian, tak dipungkiri Anda tergoda untuk meminum minuman bersoda dan bergula, apalagi banyak takjil.

Konsumsi makanan olahan dan minuman yang banyak mengandung gula cenderung meningkat selama bulan Ramadhan. Hal ini menyebabkan hasil yang tidak diinginkan seperti penambahan berat badan. Oleh karena itu, gantilah makanan manis dengan buah-buahan seperti kurma yang secara alami mengandung gula.

Anda juga bisa memilih jus buah seperti tebu, jeruk untuk memuaskan hasrat gula Anda.

3. Kurangi konsumsi gorengan

Menu berbuka puasa biasanya tidak termasuk gorengan, namun makanan yang digoreng dengan minyak berlebih tidak memberikan nilai gizi apa pun pada santapan berbuka kita. Solusi yang baik adalah menggoreng sebentar dengan sedikit minyak.

Gunakan minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun untuk meningkatkan nilai gizinya. Untuk pilihan yang lebih sehat, pilihlah hidangan yang dikukus, dipanggang, atau direbus. Cara memasak ini dapat meningkatkan cita rasa makanan dan memastikan makanan tidak terlalu matang.

Menu berbuka puasa sebaiknya terdiri dari porsi makanan seimbang dengan nilai gizi tinggi, termasuk karbohidrat kompleks yang menyehatkan. Karbohidrat kompleks seperti nasi, roti gandum atau oatmeal memberikan energi tahan lama yang sangat dibutuhkan tubuh kita melalui serat dan mineral.

Saat sahur, pilihlah sumber protein berkualitas seperti daging sapi, susu, yogurt atau telur. Protein ini mudah dicerna dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

Memasukkan protein tanpa lemak seperti dada ayam dan produk susu rendah lemak ke dalam menu Sahur Anda akan membantu mencegah konsumsi lemak berlebih. Dengan cara ini, Anda bisa menjaga keseimbangan nutrisi tubuh selama bulan Ramadhan.

Secangkir teh hijau memiliki beberapa manfaat kesehatan seperti mengurangi risiko berbagai penyakit, meningkatkan pembakaran lemak sehingga menurunkan berat badan.

Karena cuaca yang tidak menentu, teh hijau bisa menjadi minuman penenang setelah berbuka puasa, untuk rasa yang lebih segar bisa juga ditambahkan buah atau bumbu.

Teh hijau juga dapat bermanfaat untuk mengatur berat badan dengan membantu membuat metabolisme tubuh lebih efisien. Teh hijau mengandung sejenis flavonoid yang disebut katekin, yaitu antioksidan yang membantu memecah lemak berlebih.

Penelitian menunjukkan bahwa teh hijau memiliki efek positif pada penurunan berat badan dan pengelolaan berat badan. Orang yang menderita intoleransi laktosa dan tidak bisa mengonsumsi produk susu dapat memilih teh hijau sebagai alternatif pengganti susu yang baik.

Rasa lapar dan haus yang terus-menerus selama sebulan penuh juga bisa menjadi pintu gerbang menuju hidup yang lebih sehat jika kita menyukai pola makan yang sehat. Semoga kita bisa mengawali Ramadhan ini dengan kebiasaan sehat yang bisa kita bawa sepanjang bulan suci ini dan seterusnya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *