Fri. Jun 14th, 2024

Trimegah Bangun Persada Kembali Incar Pendanaan dari Pasar Modal

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) kembali berencana menggalang dana dari pasar modal. Perseroan mengumumkan rencana penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PTHMETD) atau private penempatan.

Pada saat yang sama, perseroan juga mengumumkan penawaran umum terbatas (PUT) atau right issue. Dalam hal private penempatan, perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 6.309.860.000 lembar saham atau 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Selain itu, Trimegah Bangun Persada akan meminta persetujuan pemegang saham atas tindakan tersebut melalui Rapat Umum Pemegang Saham Darurat (RUPSLB) yang dijadwalkan digelar pada 15 Maret 2024.

Sementara untuk rencana penawaran umum terbatas (PUT) atau right issue, perseroan berencana menerbitkan saham sebanyak-banyaknya 30 persen dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan, dengan nilai nominal Rp100.

Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya melalui penambahan modal sebanyak 18.929.580.000 lembar saham dapat dirugikan sebanyak-banyaknya 23,08%.

“Setelah mendapat izin RUPSLB, perseroan akan memutuskan apakah akan melakukan private penempatan atau right issue. Keputusan ini berdasarkan rencana akhir mengenai pembelian saham perusahaan pertambangan nikel,” kata PT Trimegah Bangun. Persada Tibic Management tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (9/02/2024).

Dana hasil private positioning atau right issue digunakan perseroan untuk melakukan transaksi.

PT Trimegah Bangun Persada Tbk merupakan pendatang baru di pasar saham dan sahamnya dicatatkan pada 12 April 2023. Harga pelaksanaan yang dipatok Rp 1.250 per saham memungkinkan perseroan menghimpun dana segar Rp 10 triliun dari IPO.

 

 

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), yang sebelumnya merupakan bagian dari Harita Group, dikabarkan telah mengurangi dividen tahun 2024. 

Investor Relations Trimegah Bangun Persada Lukito Gozali menyatakan, pembagian dividen kepada pemegang saham akan sesuai dengan kebijakan dividen yang ditetapkan perseroan. Alhasil, jika melihat pedoman yang berlaku saat ini, tingkat keuntungan yang diberikan adalah 30% dari laba bersih. 

Diketahui, Harita Nickel akan membagikan 30 persen dari total laba bersih pada tahun 2022 atau sekitar Rp 1,4 triliun dalam bentuk tunai.

“RUPS tahun ini akan membagikan dividen 30 persen, ini (petunjuk) sesuai ekspektasi kita, angka 30 persen tidak berubah,” ujarnya dalam acara edukasi investasi di Indonesia, Sabtu (12/8/2023).

Selanjutnya dividen tersebut dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen pada saat perseroan menyelenggarakan rapat umum pemegang saham (RUPS). 

Pada akhir kuartal III 2023, PT Trimegah Bangun Persada Tbk alias Harita Nickel mencatatkan penjualan Rp 17,3 triliun. Penjualan ini mencapai $7,4 triliun, 135 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Seiring dengan pertumbuhan penjualan, perseroan mencatatkan laba bersih bagi pemilik entitas induk. Pada akhir kuartal 2023 tumbuh 24 persen menjadi Rp4,5 triliun dibandingkan Rp3,6 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 6,1 triliun hingga September 2023. Laba kotor ini meningkat 63% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,8 triliun.

 

 

Laba operasional naik 59% menjadi $5,4 triliun pada akhir kuartal ketiga tahun 2023 dari $3,4 triliun. Laba naik 60 persen menjadi Rp5,7 triliun dari Rp3,5 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Perseroan melihat adanya peningkatan laba per saham dasar dari Rp 65,43 menjadi Rp 74,35 pada kuartal III 2023.

Modal perseroan meningkat dari Rp14,2 triliun menjadi Rp27,17 triliun pada akhir September 2023 dari Desember 2022.

Total liabilitas turun dari Rp 20,3 triliun menjadi Rp 17,91 triliun pada akhir triwulan III 2023 dari Desember 2022. 

Aset perseroan tercatat meningkat dari Rp34,6 triliun pada akhir September 2023 menjadi Rp45,08 triliun pada 2022. Perseroan memiliki kas dan setara kas sebesar Rp5,2 triliun pada akhir September 2023, dibandingkan Rp1,2 triliun pada Desember 2022.

Sebelumnya diberitakan, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel membuka peluang ekspor nikel ke Jepang dan Korea Selatan. Sebelumnya, perseroan mengekspor baterai untuk kendaraan listrik ke China. 

Direktur Utama Trimegah Bangun Persada Roy A Arfandi menegaskan, perseroan akan melakukan pengiriman ke seluruh produsen baterai untuk mobil listrik. 

“Tidak hanya untuk China, apalagi produksi baterai modal listrik sebagian besar ada di China dan sebagian besar pengiriman kita ke China,” kata Roy dalam acara OCBC Experience Supporting Indonesia to The Global Stage di Ritz Carlton Jakarta, Selasa. (14.11.2023). 

Oleh karena itu, Harita Nickel tidak menutup kemungkinan untuk mengekspor nikel ke Jepang dan Korea. Selain ke China, perseroan juga mengekspor nikel ke India. 

Oleh karena itu, nikel saat ini hanya digunakan sebagai baja tahan karat. Namun nikel ini dapat digunakan sebagai bahan pembuatan baterai kendaraan listrik.  

Oleh karena itu nikel sangat bermanfaat dan banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan yang sangat luas, ujarnya. 

Di sisi lain, untuk memperkuat bisnis, perseroan memperluas hubungan dengan bank internasional, ujarnya. Oleh karena itu, perusahaan dapat bekerja sama dengan asing atau negara lain di masa depan. 

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *