Sun. Jun 16th, 2024

3 Amalan Utama di Akhir Ramadhan: Perbanyak Sedekah, Baca Al-Quran, dan Itikaf

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Umat Islam memasuki hari-hari terakhir Ramadhan. Menjelang Ramadhan berakhir, sebagian orang memanfaatkan waktu yang tersisa untuk melakukan olahraga tertentu.

Sebab Ramadhan mempunyai banyak kelebihan dan keistimewaan dibandingkan bulan-bulan lainnya, khususnya sepuluh malam terakhir Ramadhan.  

Menurut Henki Ferdiansya, dosen Fakultas Dirasat Islamiya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pentingnya sepuluh malam terakhir Ramadhan dijelaskan dalam hadits riwayat Aisyah sebagai berikut.  

“Ketika Nabi memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, beliau fokus shalat, mengisi malam-malamnya dengan shalat, dan membangunkan keluarganya untuk menunaikan shalat” (HR Al-Bukhari).

Lalu apa saja olahraga utama yang dianjurkan di akhir Ramadhan?  

Menurut Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Muin, ada tiga ritual yang wajib dilakukan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Ketiga amalan tersebut adalah memperbanyak sedekah, memperbanyak membaca Al-Quran, dan memperbanyak itikaf. Meningkatkan hutang

Pertama, memperbanyak sedekah, memenuhi kebutuhan keluarga, dan berbuat baik kepada sanak saudara dan tetangga.

Senin, 4 Agustus 2024 Dikutip dari NU Online: “Seseorang boleh berbuka puasa sebanyak-banyaknya kepada orang yang berpuasa, meskipun diberi segelas air.”   Baca Alquran

Kedua, perbanyak membaca Al-Quran. Membaca Al-Qur’an disunnahkan dimana saja dan kapan saja kecuali di tempat yang dilarang membaca Al-Qur’an, seperti kamar mandi.

Menurut Imam An-Nawawi, pembacaan Al-Qur’an di penghujung malam lebih utama dibandingkan di awal malam. Pandangan serupa juga diungkapkan oleh Abu Bakar Syata yang mengatakan bahwa membaca Al-Qur’an pada malam hari lebih baik daripada membacanya pada siang hari karena lebih terkonsentrasi.  

Sementara itu, cara terbaik membaca Al-Qur’an di siang hari adalah setelah shalat subuh.

Ketiga, ditambah Itikaf. Hal ini sejalan dengan kebiasaan Nabi yang melakukan ikaf di masjid pada akhir Ramadhan dan menambah shalatnya.  

Pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah melihat bahwa doa khusus dipanjatkan pada malam-malam tersebut.  

Pertama, jalani malam Ramadhan. Hal ini dijelaskan dalam Shahih Muslim yang diriwayatkan oleh Aisyah.

   Kartu Kredit yang Dapat Diatur   

“Saya selalu melihatnya salat subuh di bulan Ramadhan.”

Kedua, jelas dalam hadis Abi Zar bahwa Rasulullah biasa membangunkan keluarganya untuk shalat magrib pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

   Dia melakukannya pada malam تلاو واشرين وخمس واشرين ذكر عنه دعا احله ونساءه ليلة س بشار واشرين  

“Sesungguhnya Rasulullah berdiri bersama keluarganya pada malam tanggal 23, 25, dan 27 (sholat). Khususnya pada malam tanggal 29.”  

Ketiga, Nabi memperketat ikat pinggangnya dalam arti tidak tidur pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Hal ini berdasarkan hadis:  

في الصحيهين عن عايشة رضي الله عنها berkata: “Kan Rasulullah semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian.”  

Ketika Rasulullah memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, beliau mengencangkan ikat pinggangnya dan muncul membangunkan keluarganya pada malam itu (dalam sujud).  

Keempat, Rasulullah berpuasa sampai matahari terbenam pada salah satu dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Namun tidak dianjurkan untuk meniru keinginan puasa yang dilakukan oleh para pengikutnya. 

 pesan شر عشاهه سحوراً 

Kelima, pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah berwudhu sebelum Isya, bersuci, dan mengoleskan wewangian.  

Keenam, Rasulullah selalu melakukan itikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *