Tue. Jun 25th, 2024

Penetapan Awal Ramadhan 2024 Berpotensi Beda, Menag Imbau Umat Islam Tetap Saling Menghargai

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Penentuan awal Ramadhan seringkali berbeda antara satu komunitas Islam dengan komunitas Islam lainnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pun ada peluang berbeda dalam memilih awal Ramadhan.

Hal inilah yang diungkap Kementerian Agama (Kemnaj), terkait kemungkinan perbedaan penentuan awal bulan Ramadhan 1445 H atau 2024 M, melalui kunjungan keagamaan ke RI Nomor 1 Tahun 2024 setelah Yesus. . pedoman perencanaan salat Ramadhan dan Idul Fitri tahun 1445 H.

Surat yang ditandatangani Menteri Agama (Minaj) Yaqut Khalil Qomas itu meminta umat Islam tetap menjaga persaudaraan dan toleransi Islam karena perbedaan pengakuan 1 Ramadhan 1445 H atau 2024 M.

Terkait kemungkinan adanya perbedaan awal Ramadhan 1445 H, Ketua Pusat Meteorologi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), KH Cyril Wafa menekankan pentingnya menghormati perbedaan klasifikasi ibadah. Apalagi di bulan suci Ramadhan.

Menurut Kiai Cyril, setiap tahunnya umat Islam di Indonesia menghadapi potensi perbedaan dalam pelaksanaan ibadah, khususnya menjelang awal Ramadhan. Dalam konteks ini, perbedaan seringkali menjadi titik kelemahan yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di kalangan umat Islam.

“Pengalaman sepuluh tahun komunitas Muslim di Indonesia seharusnya cukup untuk mengambil pelajaran bahwa perbedaan dalam masalah kecil (dimana mereka berada) daripada prinsip keimanan (Osholisme) lebih mungkin terjadi. Untuk itu, kekuatan pemahaman harus ada. ditingkatkan .” Kata Kiai Cyril, dilansir NU Online, Selasa (5/3/2024).

Selain itu, Kiai Cyril menekankan pentingnya para pemuka agama dan umat Islam pada umumnya untuk mengurangi rasa saling menyalahkan dalam kegiatan salat. Terutama sehubungan dengan puasa Ramadhan yang akan datang dalam waktu dekat.

Hal ini penting, karena beberapa orang mungkin mulai berpuasa lebih awal atau lebih lambat dibandingkan orang lain.

Katanya, “Bagi yang mulai berpuasa, tidak ada alasan untuk menyalahkannya, misalnya sudah Ramadhan, kenapa tidak dilewati, haram. Sebaliknya, bagi yang mulai berpuasa, tidak cocok. .” , misalnya dia mengatakan: ‘Hari ini masih hari Siyak, dilarang berpuasa.’ ”

Sebagaimana dibenarkan putra almarhum, Kh.

“Para pemuka agama dan umat Islam pada umumnya diharapkan mampu menahan diri dan menjaga toleransi serta menghargai perbedaan antar umat beragama,” ujarnya.

Kiai Cyril berkata, “Hal-hal seperti itu sering muncul di media sosial, dan biasanya berbuntut panjang. Intinya masyarakat dan masyarakat harus berhenti tertawa dengan caranya sendiri.”

PBNU mengumumkan hilal Sya’ban 29 Tahun 1445 H akan jatuh pada Minggu, 10 Maret 2024 M.

Data numerik PBNU LF menunjukkan terbitnya bulan 0 derajat 11 menit 25 detik. Sedangkan alinyemennya akan terjadi pada Minggu, 10 Maret 2024 setelah pukul 16:00:50 WIB.

Situs Jakarta terletak di Jalan PBNU Kramat Raya, Jakarta Pusat dengan koordinat 6°11’25″LS dan 106°50’50″BT.

Sedangkan matahari terbenam berada pada 3 derajat, 55 menit, dan 36 detik selatan West Point, sedangkan bulan berada pada 5 derajat, 7 menit, dan 23 detik selatan West Point.

Bulan baru terletak 1 derajat, 11 menit, dan 27 detik di selatan Matahari, serta miring ke arah selatan dengan garis bujur 2 derajat, 30 menit, dan 25 detik.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *