Mon. May 20th, 2024

3 Kalimat Ini Bantu Kamu Bertahan Hadapi Kerasnya Lingkungan Kerja, Mau Tahu?

By admin May16,2024 #Empati #kerja #Stres #Tantangan

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Setiap orang pasti mengalami kesulitan memasuki kehidupan profesional. Beberapa orang yang tangguh mungkin dapat menggunakan kekuatan mental mereka untuk menghadapi tantangan tersebut. Tapi yang lain punya sedikit kesulitan.

Beberapa orang tidak bersikap seolah masalahnya tidak ada. Sebaliknya, mereka memiliki rasa empati terhadap diri mereka sendiri, yang memungkinkan mereka memandang emosi sebagai peluang untuk belajar.

Demikian kata penulis buku terlaris dan pakar kepemimpinan Brene Brown pada episode podcast Unlocking Us tahun 2022.

Inti dari ketangguhan mental sebenarnya adalah memiliki empati terhadap diri sendiri, kata Brown, seperti dikutip CNBC Senin, 22 April 2024.

“Orang yang bermental tangguh seperti ini karena mereka tidak mudah menyerah pada rasa malu, mengkritik diri sendiri, atau membenci diri sendiri.” dia menambahkan.

Menurut para ahli, orang-orang yang tangguh mengandalkan kata-kata dan frasa tertentu untuk membantu mereka mengelola dan merespons hambatan di tempat kerja. Inilah kata-katanya: Saya butuh waktu

Bahkan orang terkuat sekalipun terkadang perlu mundur dan merenung. Daripada terburu-buru pulih dari situasi sulit, berikan diri Anda waktu untuk memproses emosi Anda, tulis psikolog Cortney Warren.

“Komponen kunci dari ketahanan adalah fleksibilitas emosional, atau kemampuan untuk mengatur dan mengendalikan emosi Anda dalam situasi tertentu,” tulis Warren.

“Mengendalikannya dapat membantu kita merasa kuat di masa-masa sulit.”

Katakanlah, misalnya, Anda baru saja menerima tanggapan negatif dari manajer Anda. Jika Anda merasa cemas atau kesal setelahnya, katakan sesuatu seperti:

“Saya merasakan getaran emosional yang kuat, jadi saya mengambil waktu sejenak sebelum bereaksi atau mengambil keputusan besar,” tambah Warren.

Meyakinkan diri sendiri bahwa Anda bisa mengatasi situasi tersebut bisa sangat membantu, tulis neuropsikolog Judy Ho.

Orang yang menggunakan frasa ini lebih mampu “mengatasi, menerima, dan beradaptasi dengan situasi sulit,” tulis Ho. “Mereka dapat melepaskan diri dari keterikatan pada hasil tertentu, menyesuaikan strategi penanggulangannya, dan menemukan solusi dan cara berbeda untuk mencapai tujuan mereka sasaran.

Dan mereka dapat melakukan semua ini, meskipun pikiran dan perasaan mereka menyuruh mereka untuk melarikan diri atau menutup diri. »

Lain kali Anda menghadapi situasi yang sangat sulit, katakan pada diri sendiri bahwa Anda bisa mengatasinya, alih-alih menggunakan ekspresi seperti “Saya rasa saya tidak bisa mengatasinya.”

Bayangkan ini: Anda memiliki jadwal kerja yang padat ketika rekan kerja meminta Anda membantu menyelesaikan suatu tugas. Anda mungkin ingin mengatakan ya, meskipun beban kerja Anda sangat berat, untuk menjaga solidaritas tim.

Menurut psikolog Jessica Jackson, jangan merasa bersalah karena mengutamakan diri sendiri dan mengatakan tidak.

“Ketahanan sering disalahartikan sebagai kemandirian, seperti dalam kalimat ‘Biarkan saya menyerah sebisa mungkin untuk mendukung orang lain,’” kata Jackson. Namun, fleksibilitas seharusnya tentang memprioritaskan kebutuhan Anda. »

Menetapkan batasan dengan cara ini mungkin terasa tidak nyaman, tetapi nantinya Anda akan merasa lega dengan menghemat energi dan memprioritaskan kesehatan mental Anda sendiri, tambahnya.

“Penting untuk mengetahui kapan harus berhenti, mengetahui batasan Anda dan menghormatinya sebelum Anda kehabisan tenaga,” kata Jackson.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *