Tue. Jun 25th, 2024

Ancara Logistics Bidik Laba Bersih Rp 900 Miliar pada 2024

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 7 Februari 2024. Ancara Logistics Indonesia menerbitkan saham sekitar 3,2 miliar kepada publik atau mewakili 20,0% saham total. berbagi modal terbaik di industri. 

Direktur Logistik Ankara di Indonesia Faisal Mohamad Nur mengatakan perseroan akan meraup untung Rp 2 triliun pada 2024. Terkait hal itu, ALII ingin meraup untung Rp 900 miliar.

Faisal mengatakan, pada tahun 2024, ALII berhasil meraih dua kontrak besar dengan perusahaan pertambangan yang diharapkan dapat meningkatkan operasional.

“Kami akan mengimpor batu bara sebanyak 7 juta ton pada tahun 2024, dibandingkan tahun lalu sebesar 2,7 juta ton,” kata Faisal saat konferensi pers di Bank Sentral Indonesia, Rabu (7/2/2024). 

Ankara Logistics Indonesia menawarkan harga perdana Rp 272 per saham, dan berhasil menghimpun Rp 860,9 miliar dari IPO. 

“Sekitar 75% dari total dana IPO akan diberikan sebagai pinjaman kepada anak perusahaannya, PT Mahakam Coal Terminal (MCT), yang akan digunakan MCT untuk refinancing sebagian pinjaman,” kata Faisal.

Tak hanya itu, sekitar 21,44% dana tersebut akan dialokasikan untuk membeli 15 kapal banjir baru, dan sisanya digunakan untuk biaya operasional ALII. 

Pada penutupan perdagangan Rabu 7 Februari 2024, harga ALII naik 25 persen menjadi $340 per saham. Saham ALII dibuka di Rp 32 dari harga awal Rp 304 per saham. Saham ALII sempat tertinggi Rp 340 dan terendah Rp 268 per saham. Total volume perdagangan sebanyak 21.072 kali dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 4.243.056 lembar. Nilai transaksinya Rp 135,3 miliar.

 

Seperti disebutkan sebelumnya, PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII), perusahaan logistik dan pertambangan terbesar termasuk logistik, pelayaran dan jasa lainnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau penawaran umum perdana (IPO). 

ALII menerbitkan 3,2 miliar saham kepada publik yang mewakili 20% saham perseroan. ALII mengajukan penawaran perdana (persiapan buku) pada 17-24 Januari 2024 sebelum mendapat pernyataan efektif dari OJK pada 31 Januari 2024 dan dilanjutkan dengan penawaran umum pada 1-5 Februari 2024. 

Presiden Ankara Logistics Indonesia, Faisal Mohamad Nur mengatakan, pada harga awal Rp 272 per saham, ALII mampu menghimpun dana IPO sebesar Rp 860,9 miliar. 

Sekitar 75% dana hasil IPO akan diberikan sebagai pinjaman kepada perusahaannya, PT Mahakam Coal Terminal (MCT), yang akan digunakan MCT untuk melunasi utang-utang lainnya, kata Faisal saat konferensi pers, Rabu. . /2/2024).

Tak hanya itu, 21,44% dananya akan dialokasikan untuk pembelian 15 kapal banjir baru, dan sisanya digunakan untuk membiayai ALII. 

Pada akhir perdagangan saham sesi pertama Rabu 7 Februari 2024, saham ALII melonjak 25 persen ke level 340 per saham.

 

 

Laporan Kinerja Perusahaan PT Ankara Logistics Indonesia Tbk (ALII), PT Ankara Logistics Indonesia Tbk (ALII) di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Saat itu, perseroan menerbitkan lebih dari 3.165.160.000 saham senilai 20 riyal per saham.

Dipublikasikan di situs e-ipo, Kamis (1/2/2024), Ankara Logistics Indonesia mematok harga akhir Rp 272 per unit.

Oleh karena itu, perseroan akan mendapat modal baru senilai 860,92 miliar dolar dari IPO. Sebelumnya, perseroan mematok harga penawaran pada kisaran Rp 268-278 per saham.

Kebijakannya, 75 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk pinjaman kepada perusahaan grup MCT.

Dana yang diperoleh akan digunakan MCT untuk melunasi sebagian atau melunasi utang MCT kepada OCP Asia Fund IV (SF 1) Pte. Terbatas dan OCP Asia Fund V (SF 1) Pte. Lebih sedikit.

 

Sekitar 20,64 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal (capex) guna mendukung proyek besar perseroan, yakni pembelian kapal.

Sisanya akan digunakan untuk biaya operasional (expenses/opex) guna menunjang operasional perusahaan, termasuk namun tidak terbatas pada pembelian bahan bakar, pembayaran utilitas supir kapal, pembayaran jasa keamanan, pembayaran jasa operator alat berat dan yang lain.

Aburizal Bakrie dan Nalinkant Amratlal Rathod dikabarkan menjadi pemilik perusahaan tersebut.

Selain itu, saham perseroan dimiliki oleh Anindhita Anestya Bakrie, generasi ketiga grup Bakrie, yang memiliki 3,03% saham ALII sebelum IPO.

Kemudian PT Graha Adika Niaga yang memiliki mayoritas adalah Aburizal Bakrie. PT Solomed Capital Pte. Ltd yang memegang 39,48 persen saham dimiliki oleh Nalinkant Amratlal Rathod yang merupakan Komisaris Utama ALII dan memegang langsung 2,63 persen saham.

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *