Fri. Jun 14th, 2024

Dorong Pertumbuhan UMKM, Amar Bank Kucurkan Supply Chain Financing

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – PT Bank Amar Indonesia Tbk atau Amar Bank (AMAR), bank digital yang melayani ritel dan UMKM, telah menandatangani kerja sama dengan PT Maulana Karya Persada (MKP). Kemitraan yang dijalin Amary Bank ini merupakan bentuk komitmen perluasan tujuan melalui supply chain financing.

MKP merupakan salah satu pedagang terkemuka minyak sawit (CPO) dan produk sampingannya yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar ramah lingkungan (energi terbarukan) seperti inti sawit, cangkang, dan kayu sawit. Didirikan pada tahun 2012, MKP mengoperasikan dua pabrik kelapa sawit di wilayah Kalimantan Barat.

Supply chain financing merupakan upaya untuk memperluas kemampuan Amar Bank dalam menyalurkan modal usaha produktif kepada pemasok yang rekam jejaknya terbukti dan dipilih oleh MKP.

Kemitraan strategis ini bernilai ratusan miliar yang tentunya akan digunakan untuk mendukung pengembangan kelompok usaha yang juga akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di tingkat nasional karena terdapat puluhan – ratusan pengusaha di bidang perdagangan dan UMKM. Mendorong pertumbuhan ekonomi

Direktur Korporasi, Komersial, dan Operasional PT Bank Amar Indonesia Tbk, Eka Banyuaji, mengatakan Amar Bank sebagai pionir perbankan digital di Indonesia akan terus memperkuat komitmennya dalam mendukung UMKM dan pelaku usaha terkait.

“Melalui kerja sama yang kami lakukan salah satunya dengan MKP, kami berharap dapat berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia,” jelas Eka tamin dalam siaran persnya, Jumat (23/2/2024).

Eka menjelaskan, penerapan strategi ini terus dilakukan agar ada konsistensi dalam menjangkau mitra usaha yang akan berpartisipasi dalam penyaluran dana agar dapat mengakses dan menikmati lebih banyak pelaku UMKM.

Sistem kerjasama pembiayaan melalui bentuk supply chain, langkah awal dalam pemilihan mitra kerjasama dilakukan oleh Amar Bank dengan mempertimbangkan berbagai hal.

“Termasuk status perusahaan besar dengan rantai pasokan dan distribusi aktif untuk pembiayaan produktif, dengan cap yang bisa mencapai $25 miliar,” tutupnya.

Sebelumnya, sebagai bank digital yang melayani ritel dan UMKM, PT Bank Amar Indonesia Tbk berhasil mencatatkan pertumbuhan laba year-on-year (YoY) sebesar 193,81 persen menjadi Rp 162 miliar pada kuartal III-2023.

Kinerja tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mengalami kerugian sebesar 172,87 miliar. Rp. Secara kuartal ke kuartal (QoQ), juga meningkat sebesar 52,43 persen menjadi $77,14 miliar pada kuartal ketiga tahun 2023, naik dari $50,61 miliar dari kuartal kedua tahun 2023.

BACA JUGA: BPR Purworejo Resmi Ditutup, LPS Siap Bayar Simpanan Nasabah Pimpinan PT Bank Amar Indonesia Tbk Vishal Tulsian mengatakan, pertumbuhan kuat tersebut merupakan buah keberhasilan Amar Bank menghadapi tantangan finansial.

Menurutnya, pengambilan keputusan yang baik dan meningkatkan komunikasi di lingkungan digital dengan mitra strategis telah memberikan dorongan besar bagi kesuksesan perusahaan.

“Amar bank tetap berkomitmen menyediakan layanan keuangan digital yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup individu dan mendukung UMKM,” kata Vishal, Selasa (12/12/2023).

Selain itu, pendapatan tahunan konstan Amar Bank pada kuartal III tahun ini meningkat 28,29 persen menjadi Rp643,84 miliar atau meningkat QoQ sebesar 16,06 persen menjadi Rp243,43 miliar.

Dua faktor pendorongnya berasal dari pertumbuhan utang yang kuat sebesar 15,56 persen year-on-year dan penurunan beban bunga sebesar 48,92 persen year-on-year atau Rp52,92 miliar dibandingkan hasil tahun 2022 sebesar Rp106,61 miliar. Bahkan secara triwulanan, beban bunga turun 21,26 persen menjadi $15,14 miliar pada kuartal ketiga tahun 2023 dari $19,23 miliar pada kuartal kedua tahun 2023.

Pinjaman meningkat menjadi 2,5 triliun, naik 10,63 persen kuartal ke kuartal dan naik 15,56 persen tahun ke tahun. Di sisi lain, rasio kredit bermasalah (NPL) turun 28 Bps QoQ menjadi 1,56 persen pada kuartal III 2023.

Melalui platform pinjaman digitalnya, Tunaiku berpartisipasi dalam penyaluran utang terbesar dengan memberikan 57,9 persen pada kuartal III-2023 pada pinjaman seluruh kredit. Selain itu, Amar Bank fokus meningkatkan partisipasi sektor pinjaman perbankan komersial.

Selain itu, rasio Giro dan Tabungan (CASA) YoY meningkat menjadi 24,21 persen. Perbankan CASA diperkirakan akan tumbuh moderat pada CAGR sebesar 9,0 persen dari tahun 2023 hingga 2027.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *