Mon. May 20th, 2024

APJII Segera Ganti Kepengurusan, Tedi Supardi Muslih Siap Jadi Ketua Umum

By admin May16,2024 #APJII #APJII DKI Jakarta

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Ketua Pengurus Daerah Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Daerah Istimewa Jakarta, Tedi Supardi Muslih mengumumkan akan bersaing dalam kontestasi Ketua Umum APJII 2024-2028. Ia mengaku sudah memiliki program penting yang ingin dilaksanakan jika terpilih menjadi Ketua APJII 2024-2028.

APJII yang dibentuk melalui Musyawarah Nasional I pada tanggal 15 Mei 1996 mempunyai peranan penting dalam regulasi Internet di Indonesia. Saat ini, APJII yang ditetapkan sebagai Pengelola Nomor IP Nasional berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 785 Tahun 2017, memiliki lebih dari 1.000 anggota di Indonesia. APJII DKI Jakarta beranggotakan sekitar 400 orang.

“Setelah sekian lama berada di organisasi ini, saya ingin mengabdikan diri pada organisasi ini untuk tumbuh, berkembang dan bermanfaat bagi seluruh anggota. Saya ingin memberikan waktu saya untuk APJII,” kata Teddy.

Saat ini APJII mempunyai 15 lokasi Internet Exchange (IX) yang tersebar di seluruh Indonesia antara lain Jakarta (Indonesia Internet Exchange/IIX), Medan, Pekanbaru, Batam, Palembang, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Lampung, Balikpapan dan Pontianak. IIX dan IX adalah sistem koneksi Internet untuk komunikasi antar anggota APJII yang dilakukan oleh Internet Service Provider (ISP), NAP, jaringan, dan jaringan pribadi.

Sebagai Ketua Pengurus Daerah APJII Daerah Istimewa Jakarta, Tedi telah melakukan berbagai hal. Antara lain pendirian pusat pelatihan di STC Senayan yang bertujuan untuk memfasilitasi berbagai kursus terkait industri Internet bagi para anggota.

Di ruangan seluas 100 meter persegi yang juga merupakan kantor APJII Daerah Khusus Jakarta ini terdapat tempat pelatihan untuk 24 orang yang dilengkapi dengan berbagai peralatan, antara lain proyektor, sound system, bahkan berbagai peralatan komunikasi. hiburan

“Anggota bisa melakukan acara pelatihan, menghadirkan narasumber dari industri terkait, misalnya dari bidang teknologi, keuangan, ekonomi, perpajakan dan lainnya dengan harga khusus. Kami berusaha meningkatkan bisnis anggota,” kata Tedi.

Dengan letak Daerah Istimewa APJII di Jakarta, maka pengelola daerah dapat melakukan berbagai kegiatan usaha tanpa membebani pusat dengan biaya.

APJII Daerah Istimewa Jakarta merupakan pionir dalam penyediaan fasilitas pelatihan dan menjadi percontohan di daerah lain. Saat ini ada lebih dari dua daerah yang mengikuti APJII DKJ, antara lain Jawa Barat, Jawa Timur dan lain-lain.

“Untuk mengurus organisasi besar seperti APJII, dibutuhkan sosok yang bisa memberikan waktunya untuk organisasi. Kalau sehari-hari dia bekerja di perusahaan, dia tidak akan banyak membantu,” kata mantan pejabat PC24 Telekomunikasi Indonesia ini.

Ada pun sembilan program yang diusulkan Tedi, yaitu sebagai berikut: Pemberdayaan dan desentralisasi kewenangan seluruh Badan Pengelola Daerah APJII Sesuai dengan pertumbuhan ekonomi daerah APJII Memperkuat dan memperluas jumlah daerah IIX dan IX di Indonesia secara cepat, tepat dan aman dan menyalurkan kegiatan IDNIC kepada Bagian Tata Usaha APJII yang merupakan organisasi nirlaba (bukan organisasi) seperti pengurus, tata usaha, dan keuangan yang terbuka bagi seluruh anggota APJII. ) staf telepon dan Menyiapkan dukungan hukum untuk seluruh Wilayah APJII Mendorong partisipasi aktif anggota APJII untuk lebih terlibat dalam organisasi APJII itu sendiri.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *