Wed. May 22nd, 2024

Buntut Kasus Bunuh Diri Brigadir RAT, Kapolresta Manado Diperiksa Propam Polda Sulut

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Tim Ahli dan Petugas Keamanan (Bid Propam) Polda Sulawesi Utara (Sulut) memeriksa Kapolda Manado Irjen Julianto P Sirait sebagai saksi dan tokoh kunci dalam kasus pembunuhan Brigadir Ali Tomi (Briptu RAT) ) di dalam mobil Toyota Alphard, kawasan Mampang, Jakarta Selatan (Jakarta Selatan) pada Kamis, 25 April 2024 malam.

Benar (Kombes Julianto) ditanya keberadaan almarhum di Jakarta, kata Kapolda Sulut Irjen Michael Irwan Tamsil saat dikonfirmasi, Senin (29/4/2024). .

Sementara itu, Michael melanjutkan, pemeriksaan sudah dilakukan Kapolda Manado terhadap keberadaan anggota RAT Jakarta. Ternyata, ia menjadi asisten pengusaha yang menyamar di Jakarta sejak tahun 2021.

“(Brigadir Ridhal selaku asisten pedagang) tidak memiliki surat penunjukan atau izin dari dinas maupun pimpinan,” kata Michael.

Sebelumnya, polisi memastikan penyebab kematian Brigadir RAT adalah bunuh diri. Jenazah Brigadir RAT ditemukan dengan luka tembak di dalam mobil Toyota Alphard di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

“Karena korban bunuh diri.” Dengan menembakkan senjata HS kaliber 9mm di bagian kepala,” kata Kanit Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Bintoro saat jumpa pers, Senin (29/4/2024).

Untuk itu, polisi menutup kasus tewasnya Brigadir RAT karena tidak ditemukan pelaku lainnya. Kesimpulan ini berdasarkan keterangan saksi dan didukung data serta hasil penyelidikan detail.

Jadi menurut kami kasus ini sudah selesai, sudah selesai, kata Bintoro.

Namun Bintaro tidak menjelaskan alasan Brigadir RAT bunuh diri.

“Masih kami dalami, masih dalami motif pembunuhan ini,” kata Bintoro.

Koresponden: Bachtiarudin Alam (Merdeka.com)

Sementara itu, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Ade Rahmat Idnal mengatakan, alasan Brigadir RAT bunuh diri adalah urusan pribadi.

Diduga (motivasinya) masalah pribadi, tapi tetap saja akan kita selidiki bersama pihak perempuan, keluarga, dan kerabatnya, kata Ade Rahmat.

Rahmat mengatakan, penyidik ​​sudah memeriksa barang bukti berupa rekaman CCTV dan digital forensik di lokasi kejadian.

Tak disangka, korban sedang berlibur ke Jakarta, kata Ade Rahmat.

Sekaligus terungkap saat Brigadir Ridhal Ali Tomi (Brigjen RAT) bunuh diri di dalam mobil Toyota Alphard, kawasan Mampang, Jakarta Selatan (Jaksel). Setelah dilakukan penyelidikan oleh petugas kepolisian di Jakarta Pusat.

Bermula dari rekaman CCTV yang memperlihatkan mobil Toyota Alphard berada di sekitar pengusaha bernama Indra Pratama, di Jalan Mampang Prapatan IV, Kelurahan Tegal Parang, Mampang, Jakarta Selatan pada Kamis, 25 April 2024.

Akhirnya mobil itu berhenti dan menurunkan banyak penumpang. Terlihat seorang anak laki-laki kecil dan dua orang wanita turun dari mobil mewah untuk masuk ke dalam rumah.

“Mobil datang tepat ke pintu gedung untuk menurunkan penumpang. Nanti terlihat penumpang keluar. Ini bocahnya, lalu pekerjanya, ibunya, dan asistennya,” kata Kepala Stasiun Kereta Bawah Tanah Jakarta Selatan. Departemen Investigasi Kriminal. Polri AKBP Bintoro dalam jumpa pers, Senin (29/4/2024).

Setelah itu mobil Alphard yang dikemudikan Brigadir RAT terdiam sekitar satu menit. Hingga terdengar suara tembakan dan mobil tersebut menabrak mobil lain di depannya.

“Dipastikan hanya korban yang berada di dalam mobil. Mobil berhenti selama 1 menit, kemudian terdengar suara keras dan mobil terjatuh,” ujarnya.

Setelah itu, kamera merekam seseorang sedang melihat ke arah mobil. Kemudian mereka memandangnya dengan ngeri, setelah melihat jenazah Brigadir RAT di dalam mobil yang mengeluarkan darah hingga akhirnya keadaan gagal.

Dari hasil CCTV, Bintoro menyimpulkan tidak ditemukan siapa pun selain Brigadir RAT di dalam mobil Toyota Alphard. Kamera pengintai juga menunjukkan jendela mobil tertutup semua.

Pemeriksaan barang bukti berupa DVR yang berisi rekaman CCTV tempat kejadian perkara. Kesimpulannya tidak ada orang di tempat kejadian perkara, kata Bintoro.

Hasil tersebut juga sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan di laboratorium forensik dimana dilakukan uji epidermis atau jaringan lainnya mulai dari pintu, tombol umum, tombol start mesin, jok bahkan setir mobil.

Termasuk ditemukannya sisa tembakan (GSR) atau kelinci hanya di telapak tangan kanan korban. Namun, tidak ada GSR yang ditemukan di tempat lain.

Oleh karena itu, kami tidak menemukan adanya senjata api atau senjata api yang dijadikan barang bukti, dan kami juga tidak menemukan informasi DNA siapa pun di dalam mobil dekat pengemudi, ujarnya.

Melalui penyidikan dan bukti-bukti yang diperoleh, penyidik ​​berkesimpulan tidak ada unsur curang dalam kasus ini. Sebab, seluruh bukti menunjukkan kematian Brigadir RAT diduga akibat bunuh diri.

“Sebenarnya kami sudah memutuskan ini adalah pembunuhan resmi. Oleh karena itu, kami yakin kasus ini sudah selesai, sudah selesai,” kata Bintoro.

Bunuh diri bukanlah solusi, apalagi solusi atas segala persoalan hidup yang membebani Anda. Jika Anda, sahabat, saudara atau anggota keluarga yang Anda kenal sedang dalam situasi sulit, mengalami depresi dan merasa ingin bunuh diri, sangat disarankan untuk menghubungi psikiater di pusat kesehatan terdekat (Puskesma atau rumah sakit).

Anda juga dapat mengunduh aplikasi Teman Saya: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.my friends

Atau menghubungi call center 24 jam Halo Health Department 1500-567 yang menangani berbagai keluhan, permintaan dan saran dari masyarakat.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *