Mon. May 27th, 2024

Demi Keamanan Si Kecil, Hindari Tidur Satu Ranjang dengan Bayi

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Tidur bersama anak terkesan menyenangkan dan nyaman bagi para orang tua, namun di balik hangatnya momen tersebut, ada bahaya tersembunyi yang mengintai.

Bukannya aman dan menyenangkan, praktik ini justru menimbulkan risiko tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan anak.

Dalam laporan Cleveland Clinic, American Academy of Pediatrics (AAP) melarang keras orang tua meniduri bayinya.

Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Menurut Dr. Szugye, seorang dokter anak, mengatakan risiko kematian bayi yang tidur dengan orang tuanya lima hingga sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan pada tahap awal kehidupannya.

Pasalnya, tempat tidur dewasa tidak didesain untuk keselamatan anak. Orang tua secara tidak sengaja menggulingkan bayinya saat mereka sedang tidur.

Selain itu, bantal, selimut, dan kasur yang panjang dan empuk meningkatkan risiko terjadinya sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) atau cedera dan kematian karena: Terhirup: Bayi dapat tersangkut di tubuh ibu atau terjepit di bantal dan di antara kasur. . Menempel: Bayi bisa tersangkut di celah antara tempat tidur dan dinding atau mati lemas di dalam selimut. Jatuh: Bayi mungkin terjatuh dari tempat tidur saat orang tuanya berguling atau terbangun.

“Berbagi tempat tidur dapat menyebabkan SIDS. Tidak ada keraguan mengenai hal itu,” kata Dr. Szugye. “Kami tidak merekomendasikannya untuk bayi segala usia.”

Tidur bersama bayi di sofa atau kursi empuk lebih berbahaya dibandingkan tidur bersama. American Academy of Pediatrics (AAP) melaporkan risiko kematian anak saat tidur dalam kondisi ini meningkat hingga 67 kali lipat.

Apa alasannya? Kursi dan sofa tidak dirancang untuk tempat tidur bayi. Permukaan lunak yang tidak rata dapat menyebabkan anak tercekik, terjebak, atau tertahan. Selain itu, orang tua yang tidur di sofa atau kursi lebih rentan melukai tubuh anak dengan sengaja.

Berdekatan dengan bayi saat ia tidur bukan berarti tidur satu ranjang. dr. Szugye merekomendasikan praktik “room sharing” atau tidur sekamar sebagai alternatif yang lebih aman.

Dengan cara ini, Anda meletakkan kasur atau tempat tidur di samping tempat tidur Anda. Pengaturan ini memungkinkan bayi Anda berada dekat dengan Anda tetapi di lingkungan tidurnya sendiri.

“Berbagi kamar” menawarkan banyak manfaat: Mengurangi risiko SIDS hingga 50%, menurut American Academy of Pediatrics (AAP). Hal ini memungkinkan Anda untuk dengan mudah memantau bayi Anda tanpa harus bangun dari tempat tidur. Berikan bayi Anda rasa aman dan nyaman karena ia dekat dengan Anda. Memudahkan menyusui di malam hari.

“Ini adalah alternatif yang baik dibandingkan berbagi tempat tidur,” kata Dr. Szugye. “Hal ini menjaga keintiman yang dapat membuat hidup ibu lebih mudah dengan membiarkan anak tidur di tempat yang aman untuk memenuhi kebutuhannya.”

American Academy of Pediatrics (AAP) memiliki beberapa rekomendasi penting untuk mengurangi risiko kematian bayi terkait tidur: Posisi Tidur Aman Tempatkan bayi Anda telentang untuk tidur di permukaan yang kokoh. Hindari menidurkan bayi tengkurap atau menyamping. Tempat tidur yang aman Pastikan anak Anda tidur di tempat tidurnya sendiri, jauh dari tempat tidur, sofa, atau kursi orang tua. Gunakan tempat tidur yang memenuhi standar keselamatan terkini dan memiliki bagian atas kasur yang rata dan kokoh. Hindari penggunaan kasur empuk. Lingkungan Tidur yang Aman Gunakan seprai yang pas di tempat tidur. Jauhkan selimut besar, bantal, atau mainan dari tempat tidur. Suhu ruangan sejuk dan nyaman. Kebiasaan sehat lainnya Hindari merokok di sekitar anak Anda.

Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat membantu anak Anda tidur dengan aman dan nyenyak.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *