Mon. May 20th, 2024

Jangan Pakai Standar Orang Lain, Bisa Hambat Kebahagiaanmu

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Di era media sosial saat ini, banyak sekali hal yang dibagikan orang di media sosial. Mulai dari memiliki rumah di tempat penting, tingkat pekerjaan yang terus meningkat, terlihat masih banyaknya liburan di dalam dan luar negeri.

Namun, jika Anda melihat sesuatu berdasarkan standar kebahagiaan orang lain, pasti akan membuat Anda stres. Alhasil, hal itu sangat mempengaruhi kebahagiaan Anda sendiri.

“Misalnya di usia ini harusnya menikah, di usia ini harusnya bekerja, lalu kalau sudah menikah, harusnya hamil, itu. Ya jadi banyak struktur sosial yang menimbulkan tekanan, yang akan menghalangi orang untuk menikah. bahagia, “kata psikiater dari RS Tarakan, Jakarta, Zulvia Oktanida Syarif.

Penting untuk diketahui bahwa setiap orang memiliki tingkat kebahagiaan yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut disebabkan karena manusia merupakan individu yang mempunyai ciri khas tersendiri, termasuk kelebihan dan kekurangannya.

Masalah muncul ketika kita menghadapi hal-hal yang melebihi ekspektasi. Untuk merasa bahagia, seseorang harus belajar mengenali bahwa itu istimewa sehingga dia melihat yang baik, bukan fokus pada sisi yang tidak baik, kata psikiater Yenny Sinambela. . sekaligus di Jakarta.

Masalah muncul ketika kita menghadapi hal-hal di luar ekspektasi. Untuk bisa bahagia, seseorang harus belajar menerima bahwa itu istimewa sehingga dia melihat yang baik, bukan fokus pada sisi yang tidak baik, kata Yenny, dilansir Antara.

Di era internet seperti sekarang ini, sangat mudah untuk menetapkan ekspektasi tertentu sebagai standar kebahagiaan, sehingga banyak permasalahan yang membuat orang lain bahagia.

Misalnya saja melenturkan atau memajang produk mahal atau mahal di media sosial. Hal ini berimplikasi pada pengukuran kebahagiaan yang berbasis materi. Meski tidak selalu seperti itu, kata dua orang dokter.

Isu seputar kebahagiaan diangkat oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebahagiaannya sendiri. Apalagi jika Sukabumi masuk dalam daftar 10 kota dengan stres terbanyak di dunia menurut laporan Cities of Least and Most Stress 2021.

Vivi menganjurkan untuk berlatih menulis rasa syukur, salah satu bentuk tulisan biasa, sebagai salah satu cara menghilangkan ketidakbahagiaan.

“Tulislah hal-hal yang kita syukuri, bahkan hal-hal sederhana yang patut kita syukuri. Jika kita rutin melakukannya, maka bisa membantu kita menghilangkan depresi,” kata Vivi.

Vivi menjelaskan, isi buku syukur ini sedikit berbeda dengan buku harian komunitas, karena isinya bukan aduan.

Sebaiknya jangan menulis keluh kesah atau membandingkan kebahagiaan diri sendiri dengan model kebahagiaan yang datang dari luar diri.

“Ciptakan kebahagiaanmu sendiri karena setiap orang berhak untuk bahagia dan kebahagiaan itu berubah menjadi segala hal baik yang kita miliki,” kata Vivi.

Vivi menyarankan untuk menuliskan pencapaian sederhana yang ingin dicapai, seperti bertemu orang yang disukai, atau melakukan rutinitas olahraga untuk memotivasi diri agar merasa lebih baik keesokan harinya.

Vivi mengatakan, menulis ucapan terima kasih dapat membantu masyarakat belajar menerima kebenaran dan melihat segala masalah dari sudut pandang positif.

Padahal, masyarakat bisa mengubah pemikirannya agar tidak membenahi hal negatifnya, sehingga kelak ketika masalahnya kembali datang, mereka bisa belajar dari pengalaman.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *