Wed. May 22nd, 2024

Dokter Imbau Masyarakat Tak Ragu Periksa Gigi dan Mulut Meski Sedang Puasa

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Kesadaran masyarakat Indonesia dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut masih rendah.

Padahal, kesehatan gigi dan mulut mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Terkait hal tersebut, Ketua Pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Usman Sumandri mengatakan, edukasi berkelanjutan tetap menjadi prioritas masyarakat untuk meningkatkan perilaku dan kebiasaan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.

“Untuk itu, kami terus mengajarkan pentingnya menyikat gigi dua kali sehari, yaitu setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur, serta rutin berkonsultasi ke dokter gigi setiap enam bulan sekali,” kata Usman. Rabu, 20 Maret 2024 adalah Hari Kesehatan Mulut bersama Pepsodent di Bandung.

Karena Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadhan, Osman juga secara khusus memberikan edukasi untuk mengatasi kekhawatiran masyarakat terhadap perawatan gigi selama puasa.

Pada tahun 2018, ketakutan tersebut membuat PDGI Kota Bandung meminta fatwa kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung.

“Setelah diteliti dari sudut pandang medis dan agama, banyak tindakan seperti membersihkan karang gigi, mencabut gigi atau menambal tidak membatalkan puasa.”

Pembahasan detailnya dimuat dalam Jurnal Fatwa MUI Kota Bandung: 250/E/MUI-KB/V/2018 tentang tindakan gigi, lanjut Usman.

MUI Tai Nasional dan Kementerian Agama RI, Ustaz Dr. Zulkarnain Muhammad Ali, SE., MSi., Ph.D turut memaparkan laporan.

“Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan banyak anugerah kepada manusia. Sudah menjadi tanggung jawab kita untuk menjaga anugerah Tuhan tersebut, termasuk gigi kita yang harus selalu dijaga kebersihannya,” kata Zulkarnain.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Nabi Muhammad sallallahu alayhi wasallam, beliau biasa melakukan shiwak setiap kali berwudhu, meskipun sedang berpuasa.

Selain itu, seorang muslim wajib mendahulukan kesejahteraan dirinya sendiri, termasuk giginya. Salah satu Imam Madzhab seperti Imam Maliki mengatakan, puasa itu makruh bagi orang tua (sakit) misalnya yang sakit gigi parah.

Perawatan sakit gigi sebaiknya segera dilakukan untuk menghindari kerusakan lebih lanjut (efek buruk). Seperti munculnya penyakit baru, penyakit yang semakin parah atau menderita nyeri yang tidak biasa.

“Jangan jadikan puasa sebagai penghalang untuk menjaga kesehatan gigi, namun lebih tertarik untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut agar dapat meningkatkan fokus dalam segala aktivitas keagamaan selama Ramadhan yang hanya terjadi setahun sekali,” dia menjelaskan.

Skeptisisme masyarakat terhadap pemeriksaan gigi saat puasa membuat kunjungan ke dokter gigi selama Ramadhan berkurang.

Hal tersebut diungkapkan Julita Hendratini, Presiden Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Indonesia (ARSGMPI).

“Banyak universitas RSGM FKG di berbagai kota yang mengalami penurunan kehadiran pasien selama Ramadhan. Misalnya saja di RSGM FKG Universitas Katja Mada Yogyakarta yang persentasenya turun hingga 20 persen, ujarnya.

Sedangkan di RSGM FKG Universitas Padjadjaran Bandung sebesar 35 persen. “Bahkan di RSGM FKG Universitas Sumut, Medan bisa mencapai 50 persen.”

Padahal, lanjutnya, kunjungan ke dokter gigi tetap bisa dilakukan dan tidak boleh ditunda bagi penderita masalah gigi agar kondisinya tidak semakin parah. Ketika masalah gigi menjadi lebih serius, perawatannya memerlukan lebih banyak waktu, tenaga, dan uang.

Chitra Kirana merupakan salah satu publik figur yang mengaku enggan memeriksakan giginya ke dokter saat berpuasa.

“Saya pernah mengalami sakit gigi yang sangat tidak nyaman dan membuat saya sulit beraktivitas. Selain itu, sakit gigi ini tidak lekang oleh waktu, juga terjadi di bulan Ramadhan. Saya pasti khawatir, kalau saya ke dokter gigi, apakah puasa saya akan batal.”

“Tetapi setelah mendengarkan diskusi hari ini, saya merasa lega. Saya dan keluarga berkomitmen untuk melakukan konsultasi gigi secara rutin bahkan selama bulan Ramadhan. “Tentunya sejalan dengan kebiasaan menjaga kesehatan gigi,” ujarnya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *