Thu. May 23rd, 2024

GOTO dan Grab Dikabarkan Bahas lagi Rencana Merger

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) atau Goto Group melanjutkan rencana integrasi bisnisnya dengan Grab Holdings Ltd. dan grup GoTo. Hal ini muncul sebagai upaya untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh persaingan sengit antara keduanya.

Orang-orang yang mengetahui proses tersebut mengatakan kedua pihak sedang melakukan pembicaraan awal mengenai berbagai perkembangan. Opsi lainnya adalah Grab yang berbasis di Singapura akan mengakuisisi GoTo menggunakan uang tunai, saham, atau kombinasi keduanya.

Dawn menambahkan, perusahaan-perusahaan Indonesia terbuka terhadap kesepakatan setelah Patrick Walujo mengambil alih jabatan CEO. tahun lalu.

Menurut Yahoo Finance, Jumat (9/12/2024), pemegang saham utama kedua perusahaan mendukung kesepakatan tersebut dan mendorong negosiasi.

Opsi yang dipertimbangkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut adalah dengan membagi pasar inti mereka, dengan Grab menguasai basisnya di Singapura dan beberapa pasar lainnya, sementara GoTo tetap memegang kendali di Indonesia.

Di sisi lain, penilaian nampaknya menjadi rintangan terbesar dalam kesepakatan tersebut. Pasalnya, saham GOTO anjlok 30% dalam 12 bulan terakhir. Tantangan lainnya adalah pembentukan kontrak dan tata kelola. Berdasarkan data Google Finance, saham GOTO menduduki peringkat ke-84 pada 7 Februari 2024. Posisi ini turun 25 persen dibandingkan tahun lalu.

Hingga berita ini ditulis, perwakilan Goto menyebut diskusi semacam itu belum pernah terjadi. Sementara itu, perwakilan Grab menolak berkomentar. Persaingan antara Grab dan GoTo telah menurunkan harga konsumen secara drastis di negara-negara seperti Indonesia.

Di pasar terbesar di Asia Tenggara di mana regulator bekerja keras untuk memastikan harga terjangkau, biaya naik skuter bisa kurang dari USD 1 dan perjalanan dengan mobil tidak lebih.

Hal ini akan memberikan tekanan pada perusahaan transportasi untuk meningkatkan kedekatannya dengan layanan seperti pengiriman dan pembayaran digital. Grab dan Goto sebelumnya telah mempertimbangkan potensi merger dalam beberapa tahun terakhir.

Kali ini, pembicaraan kembali dilanjutkan setelah GoTo menyerahkan kendali unit e-commerce Tokopedia kepada TikTok milik ByteDance Ltd. Di bulan Desember. Perjanjian ini menjadikan Grab dan GoTo sebagai kemitraan yang kuat. Salah satu permasalahan dalam negosiasi di masa lalu adalah kontrol.

CEO Grab Anthony Tan, yang memiliki 60 persen hak suara di perusahaannya, telah mengajukan diri untuk memimpin entitas hasil merger tersebut.

Sementara itu, Patrick Valujo yang mengambil alih perusahaan pada Juni lalu berhasil membawa GoTo meraih profitabilitas secara penyesuaian kuartal keempat. Tuan Patrick Valuyo yang terkait dengan Northstar Group mendorong para kandidat untuk berbicara kali ini.

Apalagi setelah mantan pimpinan dua bisnis besar GoTo, Kevin Aluvi yang merupakan CEO GoJek dan William Tanuwijaya yang merupakan CEO Tokopedia mengundurkan diri. Grab dan Goto bernegosiasi berturut-turut untuk menyatukan keduanya, namun tidak membuahkan hasil.

Beberapa tahun yang lalu, keduanya mencapai kemajuan yang signifikan dalam mencapai kesepakatan, namun pembicaraan terhenti karena mereka berselisih mengenai bagaimana menangani pasar utama Indonesia.

Sebelumnya diberitakan, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diperkirakan akan mendapat keuntungan di Tahun Naga Kayu. Hal ini didukung dengan aspek teknis yang berasal dari unsur api.

Sementara itu, analis pasar senior Hans Kavi mengatakan salah satu aspek yang menarik di Tahun Naga adalah sektor teknologi dari elemen Api. “Cabang yang menguntungkan itu terkait api, kayu, dan material logam. Yang terbakar adalah sektor teknologi dan media. Salah satu sektor yang direkomendasikan untuk teknologi dan media adalah Goto,” kata Hans kepada matthewgenovesesongstudies.com, Rabu (7/2). /2024).

Pada perdagangan Selasa 6 Februari 2024, saham GOTO ditutup stagnan atau mengalami perubahan 0,00 persen di posisi 84. Volume perdagangan saham GOTO tercatat 22.190 kali. Total saham yang terjual sebanyak 4 miliar lembar senilai Rp 331,63 miliar. Dalam sepekan, harga Goto mengalami penyesuaian 3,45 persen. Sedangkan dalam setahun terakhir, saham GOTO anjlok 11,58 persen.

Tahun 2024 merupakan Tahun Naga Kayu yang berlangsung pada tanggal 10 Februari 2024 hingga 28 Januari 2025. Berbicara dari China Highlights, dalam astrologi Tiongkok, naga melambangkan kekuatan, kemuliaan, kehormatan, keberuntungan, dan kesuksesan.

Sebagai satu-satunya makhluk mitos dalam zodiak Tiongkok, naga dianggap sebagai makhluk spiritual yang tak tertandingi dalam hal bakat dan kemampuan.

Tahun Naga Kayu diharapkan membawa energi yang menarik dan inspiratif, mendorong banyak orang untuk mengambil inisiatif dan menghadapi tantangan dengan berani. CEO Arah Investc Mandiri, Hendra Martono Lim mengatakan Tahun Naga Kayu diharapkan membawa kekuatan inovasi dan pertumbuhan.

“Naga melambangkan kekuatan dan perubahan. Sedangkan Kayu Yang berarti pertumbuhan dan perluasan. Disesuaikan dengan pasar perkotaan, dapat berarti peluang besar di bidang yang terkait dengan teknologi, energi terbarukan, dan pendidikan, di mana inovasi dan pembangunan berkelanjutan adalah hal yang penting.”

Sebelumnya diberitakan, perusahaan investasi Softbank melalui anak usahanya SVF GT Subco kembali menerbitkan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

SVF GT Subco melepas 69,06 juta saham GOTO pada 6 Februari 2026, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terkait laporan lebih dari 5 persen pemegang saham. Dengan demikian, pemegang saham GOTO SVF GT Subco setara dengan 91,10 juta saham atau 7,58 persen.

Begitu pula dengan GoTo Peopleverse Fund (GPF) yang menerbitkan 22,72 juta saham. Dengan demikian, kepemilikan saham GOTO GPF sebanyak 63,99 juta lembar atau 5,33 persen.

Sedangkan Taobao China Holding Ltd memegang 104,73 juta saham Goto atau 8,72 persen.

Dalam laporan lebih dari 5 persen pemegang saham sejak 5 Februari 2025, SVT GT Subco menjual 250 juta saham GOTO sehingga kepemilikan saham GOTO menjadi 91,17 juta atau 7,59%.

Selain itu, GOTO Peopleverse Fund (GPF) juga telah menerbitkan 66,54 juta saham GOTO. Namun GPF memegang 64,02 juta saham GOTO atau setara 5,33 persen.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu 7 Februari 2024, saham GOTO ditutup pada Rp 84. Saham GOTO berada pada harga tertinggi Rp 85 dan terendah Rp 82 per saham. Total frekuensi perdagangan sebanyak 11.323 kali dengan volume perdagangan 16.838.122 lembar saham. Nilai transaksi Rp 137,6 miliar.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *