Mon. May 27th, 2024

IHSG Menghijau, Saham SMRA Stagnan pada Awal Sesi Perdagangan

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Indeks Harga Saham (IHSG) bergerak ke zona hijau pada perdagangan saham Senin (29/4/2024). Penguatan IHSG didorong oleh pertumbuhan sektor kesehatan sebesar 2,7 persen dan peningkatan pasar saham Asia.

Berdasarkan data RTI, IHSG dibuka menguat tipis di 7.036,21 dari penutupan sebelumnya di 7.036,07. Pukul 09.11 WIB, IHSG berubah. Pada awal perdagangan, IHSG berada pada level tertinggi 7.066,48 dan terendah 7.023.

Sebanyak 194 saham melemah dan 185 saham menguat. Pada awal perdagangan, sebanyak 181 saham diam dengan total 129.408 perdagangan. Total perdagangan sebanyak 1,9 miliar lembar saham senilai Rp 1,9 triliun. Posisi dolar AS terhadap rupee berada di kisaran 16.212.

Sementara itu, sektor kesehatan mencatat kenaikan terbesar pada awal perdagangan, yaitu naik 2,76 persen. Sektor dana industri meningkat 0,11 persen dan sektor real estate sebesar 0,38 persen.

Sektor dana teknologi naik 0,38 persen, sektor dana infrastruktur naik tipis 0,03 persen, dan sektor dana transportasi naik 0,32 persen.

Di satu sisi, sektor energi turun 0,31 persen, sektor dana primer turun 0,26 persen, sektor dana non-volatile turun 0,26 persen, sektor dana volatil 0,30 persen, dan sektor dana keuangan turun 0,11 persen.

Pada awal perdagangan, saham BBRI melemah 0,21 persen ke Rp 4.820 per saham. Saham BBRI turun 130 poin ke Rp 4.700 per saham. Saham BBRI berada pada posisi tertinggi Rp 4.880 dan terendah Rp 4.680 per saham. Jumlah frekuensi perdagangan 28.436 kali, jumlah perdagangan 2.254.913 lembar saham. Nilai bisnisnya Rp 1,1 triliun.

Saham SMRA dikenakan Rp 500 per saham. Maksimal SMRA adalah Rp 500 per saham. Saham SMRA mencapai level tertinggi Rp 505 dan terendah Rp 500 per saham. Total frekuensi perdagangan sebanyak 91 kali dan terdapat 28.496 saham yang diperdagangkan. Biaya operasinya sebesar ISK 1,4 miliar.

Selain itu, saham ERAA turun 0,51 persen ke Rp 392 per saham. Saham ERAA dibuka pada Rp 404 per saham. Harga saham ERAA mencapai level tertinggi Rp 404 dan terendah Rp 388. Total frekuensi perdagangan 215 kali. Selain itu, total volume perdagangan sebanyak 10.389 lembar saham. Biaya operasinya 407,6 juta. Rp. ulasan IHSG

IHSG turun 1,7 persen menjadi 7.036 pada perdagangan Jumat 26 April 2024, mengutip riset PT Ashmore Asset Management Indonesia.

Koreksi IHSG terjadi karena rupiah terus melemah meski Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) dan laba kuartal I 2024 beragam. Saham BBRI anjlok 6,2 persen karena aksi jual investor asing. Selain itu, saham MAPA turun 9,6 persen, saham ACES 6,7 persen, dan saham MAPI 4,9 persen: saham SCNP naik 34,81 persen, saham VINS naik 27,56 persen, saham KKGI naik 15,59 persen. persen saham BTPS menguat 11,27 persen

Kelompok yang mengalami kerugian terbesar: NIKL turun 17,34 persen IOTF turun 13,48 persen PJAA turun 12,32 persen IKPM turun 10,90 persen IBOS turun 9,84 persen

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai perdagangan antara lain: Saham Rp 1,1 triliun BBCA 169 miliar TLKM 70,6 miliar saham BMRI 65,7 miliar Rp 63,5 miliar saham AMMN.

Saham-saham yang paling aktif berdasarkan frekuensinya antara lain: Saham BBRI diperdagangkan 33.886 kali perdagangan saham MMIX 5.364 kali perdagangan saham BBCA 4.943 kali perdagangan saham BTPS 4.809 kali perdagangan saham BMTR 3.572 kali

Chief Retail Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman, CFP, perdagangan IHSG Senin 29 April 2024 memiliki potensi pemulihan yang terbatas. Level supportnya 7.000-7.030 dan level resistance 7.200-7.240, ujarnya.

Berikut saham-saham pilihan BNI Sekuritas pada Senin (29/4/2024):

1. BBCA: Membeli Saat Kelemahan

Beli di 9575, potong di bawah 9500.

Kalau tidak turun di bawah 9500, bisa naik ke 9775-9900 dalam jangka pendek.

2. BBRI : Spek Beli

Beli di 4830, cut loss di bawah 4800.

Jika tidak turun di bawah 4800, mungkin akan naik ke 5000-5050 dalam jangka pendek.

3. MDKA : Spek Beli

Beli di harga 2500 dan cut loss jika tembus ke bawah 2470. Jika tidak tembus ke bawah 2470, kemungkinan akan naik ke 2560-2620 dalam jangka pendek.

4. ADRO: Beli Spek

Beli di 2600, cut loss jika di bawah 2580.

Jika tidak turun di bawah 2580, mungkin akan naik ke 2630-2670 dalam jangka pendek.

5. PTBA : Spek Beli

Beli di 2880, cut loss di bawah 2820.

Jika tidak turun di bawah 2880, ada kemungkinan kenaikan jangka pendek ke 2940-3000.

6. UNTR : Spek Beli

Beli di 24100, potong di bawah 24000.

Jika tidak menembus ke bawah 24000, maka 24325-24450 bisa menjadi reli jangka pendek.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *