Wed. May 22nd, 2024

Investor Lo Kheng Hong Genggam 5% Saham ABMM, Ini Alasannya

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Investor Lo Khen Hong menambah kepemilikannya di PT ABM Investama Tbk (ABMM) menjadi 5 persen pada awal April 2024.

Lo Kheng Hong memiliki 137.806.200 saham ABMM atau setara 5,01%, berdasarkan laporan pemegang saham lebih dari 5 persen yang dipublikasikan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 4 April 2024. Sebelumnya, pada 2 April 2024, dia memiliki 137.796.200 saham ABMM atau 5,01 persen.

Lo Kheng Hong membeli saham ABMM setelah hasil keuangan positif. Bahkan, kata Lo Kheng Hong, laba ABM Investama lebih tinggi dibandingkan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang mencatatkan kapitalisasi pasar Rp 785 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar saham ABMM berkisar Rp 11,12 triliun.

Karena laba bersih ABMM besar, tahun lalu labanya Rp 4,5 triliun. Laba ABMM melebihi kapitalisasi pasar BREN sebesar Rp 785 triliun, kata Lo Kheng Hong saat dihubungi matthewgenovesesongstudies.com melalui pesan singkat tertanggal Sabtu (6/4/2021). 2024).

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), PT ABM Investama Tbk mencatatkan pendapatan sebesar $1,49 miliar pada tahun 2023, naik 3,28 persen dari $1,44 miliar pada tahun 2022. Perseroan mencatat laba tahun 2022 dari 269,90 juta dollar AS meningkat 7,07 persen menjadi pemilik organisasi induk pada tahun 2022 mencapai 289 juta dollar AS. Namun, total laba perusahaan pada tahun 2023 sebesar $315,62 juta, turun 7,68 persen dari $341,90 juta pada tahun 2022.

Ketika kepemilikan saham mencapai 5 persen, Lo Kheng Hong berharap PT ABM Investama Tbk bisa bertransformasi menjadi PT United Tractors Tbk (UNTR). “Harapan saya suatu saat ABMM bisa seperti UNTR,” ujarnya.

Pada penutupan perdagangan Jumat 5 April 2024, harga saham ABMM naik 2,28% ke Rp 4.040 per saham. Harga saham ABMM dibuka stagnan di Rp 3.950 per saham. Harga saham ABMM berada pada level tertinggi Rp 4.090 dan terendah Rp 3.940 per saham. Total frekuensi perdagangan sebanyak 2.200 kali dengan volume perdagangan 61.964 lembar saham. Nilai transaksi Rp 25,1 miliar.

Sebelumnya diberitakan, PT ABM Investama Tbk (ABMM) melaporkan hasil keuangan tahun 2023. Perusahaan mencatatkan peningkatan pendapatan, namun labanya menurun pada tahun 2023.

PT ABM Investama Tbk mencatatkan pendapatan sebesar $1,49 miliar pada tahun 2023, berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (1/4/2024). Pendapatan perseroan meningkat 3,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 1,44 miliar dolar.

Nilai pendapatan pada tahun 2023 meningkat 19,19 persen mencapai 1,1 miliar dolar AS. Pada tahun 2022, nilai pendapatannya sebesar 923,62 juta dollar AS. Perusahaan juga mencatat laba kotornya turun 24,88 persen dari $521,90 juta pada tahun 2022 menjadi $392,04 juta pada tahun 2023.

Beban penjualan, umum dan administrasi pada tahun 2023 sebesar $110,37 juta, dari $105,06 juta pada tahun 2022. Pendapatan lain-lain pada tahun 2023 meningkat menjadi $15,28 juta dari $47,75 juta pada tahun 2022. Perseroan memperoleh laba operasional sebesar USD 305,62 juta pada tahun 2023. Laba operasional ini mengalami penurunan sebesar 22,76 persen dibandingkan tahun 2022 sebesar 395,73 juta dolar.

Laba PT ABM Investama Tbk tahun 2022 dari 269,90 juta dollar AS pada tahun 2023 meningkat 7,07 persen dan mencapai 289 juta dollar AS kepada pemilik organisasi induk. Namun, total laba perusahaan pada tahun 2023 turun 7,68% menjadi $315,62 juta dari $341,90 juta pada tahun 2022. Dengan demikian, laba per saham dasar meningkat menjadi 0,10497 USD pada tahun 2023 dari 0,09804 USD pada tahun 2022.

Modal perusahaan meningkat sebesar 22,89% menjadi 758,92 juta dolar AS pada tahun 2023 dari 617,52 juta dolar AS pada tahun 2022. Komitmen meningkat sebesar 2,39 persen menjadi $1,39 miliar pada tahun 2023 dari $1,36 miliar pada tahun 2022. Aset perusahaan akan meningkat sebesar 8,9 persen pada tahun 2023 dan akan meningkat sebesar 8,9 persen pada tahun 2023. mencapai 1,15 miliar dolar AS. Kas dan setara kas perusahaan turun menjadi $188,57 juta pada tahun 2023.

Pada akhir perdagangan Kamis 28 Maret 2024, harga saham ABMM turun 1,3% menjadi Rp 3.810 per saham. Harga saham ABMM turun 10 poin menjadi Rp 3.850. Harga saham ABMM berada pada level tertinggi Rp 3.900 dan terendah Rp 3.800 per saham. Total frekuensi perdagangan sebanyak 1.090 kali dengan volume perdagangan 22.535 lembar saham. Nilai transaksi Rp 8,7 miliar.

Sebelumnya diberitakan, PT ABM Investama Tbk (ABMM) dan anak usahanya PT Cipta Kridatama (CK) kembali menandatangani perjanjian pinjaman (PK) dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp 1,6 triliun.

Melalui pinjaman berdurasi lima tahun ini, Grup ABM akan menggunakannya untuk membiayai belanja modal (capex) pada tahun 2024.

Selain penandatanganan PK, emiten yang fokus pada kegiatan di sektor energi ini juga telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang penyiapan kerangka lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) serta potensi menawarkan penawaran berbasis hijau. pembiayaan. pada keberlanjutan terkait. Pinjaman (SLL).

Bank Mandiri mengapresiasi upaya Grup ABM dalam menurunkan emisi dari kegiatan operasional sesuai dengan program pemerintah untuk mengembangkan ekonomi rendah karbon. Bentuk dukungan yang diberikan Bank Mandiri adalah perancangan rencana pembiayaan, konsultasi dan investasi melalui pembiayaan ESG dan SLL.

Penandatanganan PC dan Nota Kesepahaman ini dilakukan oleh CEO ABM Investama, Achmad Ananda Jajanegara bersama dengan Senior Vice President Mandiri Helm Bank, Afrisa Nugroho. Kegiatan ini berlangsung di Jakarta pada Jumat (22/12/2023).

Usai penandatanganan, Andi menyampaikan bahwa ABM Group dan Bank Mandiri telah menyelaraskan tujuan yaitu membangun bisnis berkelanjutan dengan penekanan pada aspek ESG.

“ABM Group dan Bank Mandiri memiliki tujuan yang selaras, yaitu membangun bisnis berkelanjutan dengan penekanan pada aspek ESG. ABM siap menerapkan ESG, termasuk akuisisi green financing,” ujar CEO PT ABM Investama Tbk, Andi Jajanegara dalam keterangan resmi yang diposting pada Minggu (24/12/2023).

Sebagai bank grosir terbesar di Indonesia dan pemimpin pasar ESG di Indonesia, Bank Mandiri berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendukung pencapaian tujuan keberlanjutan nasional dengan visi menjadi juara keberlanjutan Indonesia untuk masa depan yang lebih baik.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran Portofolio Stabil yang hingga September 2023 telah mencapai sekitar 25 persen dari total volume pinjaman perbankan.

Dengan pangsa Portofolio Hijau sebesar Rp 122 triliun, bank pelat merah ini menjadi pemimpin pasar pembiayaan proyek lingkungan hidup di Indonesia dengan pangsa lebih dari 30 persen.

“Kami meyakini peran lembaga keuangan sangat penting untuk mendorong dan mempercepat transisi nasabah menuju praktik bisnis ramah lingkungan. Oleh karena itu, kami sangat mendukung Grup ABM di masa depan, khususnya di bidang desain pembiayaan, konsultasi, dan investasi melalui Pembiayaan ESG dan SLL,” kata Helmi Afrisa, Senior Vice President Corporate Banking di Bank Mandir.

Sebagai tambahan informasi, keberlanjutan terkait pinjaman (SLL) merupakan instrumen pembiayaan dari bank keuangan yang memberikan insentif kepada peminjam untuk mencapai tujuan keberlanjutan yang telah ditentukan.

Untuk itu, Bank Mandiri dan ABM Investama bekerja sama dan berkomitmen penuh untuk memastikan SLL dan green financing sejenis lainnya segera dilaksanakan antara kedua pihak.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *