Wed. May 22nd, 2024

Kasus DBD Kota Depok Meningkat Drastis, 2 Orang Meninggal Dunia

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Dinas Kesehatan Kota Depok mengingatkan warga untuk berhati-hati jika terjadi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Dua orang meninggal dan 723 orang menderita DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Mary Liziawati mengatakan, Dinas Kesehatan Kota Depok mendeteksi adanya peningkatan jumlah warga yang terkena DBD pada Maret 2024. Hingga awal April, Dinas Kesehatan Kota Depok belum menerima sejumlah laporan. karena laporan akan tersedia pada akhir bulan atau awal bulan depan.

“Pada bulan Maret ini terjadi peningkatan yang meningkat drastis, jumlahnya mencapai 723 kasus,” kata María, Jumat (19/4/2024).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Depok tahun 2024, DBD pada bulan Januari sebanyak 202 kasus, Februari 328 kasus, dan Maret 723 kasus. Meningkatnya jumlah kasus DBD pada bulan Januari hingga Maret mengkhawatirkan pelayanan kesehatan Kota Depok.

– Kasus ini cukup umum terjadi, sehingga dapat menyerang anak-anak, dewasa, dan lansia – jelas María.

Dinas Kesehatan Kota Depok mendapat laporan adanya warga yang meninggal akibat tertular gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Laporan penyewa meninggal dunia pertama terjadi pada Januari 2024 dan kasus kedua terjadi pada April 2024.

“Pada bulan Januari ada satu kasus yang meninggal, namun pada bulan April saya mendapat laporan ada satu orang yang meninggal, jadi ada dua kasus yang dilaporkan,” kata Mary.

Mary menduga warga yang terjangkit DBD hingga meninggal dunia akibat tertundanya pengobatan. Maria meminta warga mewaspadai, pada hari kelima atau ketujuh suhu tubuh pasien akan turun, namun kemudian naik kembali.

“Jadi karena DBD, di hari kelima atau ketujuh suhu turun, itu yang sering kita perhatikan. Jangan percaya suhu sudah turun atau akan segera membaik, padahal ini masa kritis yang harus ditangani. segera.” kata Maria.

Dinas Kesehatan Kota Depok memperkirakan warga bisa tertular DBD saat beraktivitas di luar rumah. Nyamuk Aedes Aegypti menggigit pada pagi hari menjelang siang atau sore hari.

“Oleh karena itu, ada kemungkinan nyamuk menggigit penderita DBD saat beraktivitas, anak sekolah bisa tergigit di lingkungan sekolah, orang usia kerja bisa tertular di tempat kerja, dan lain-lain,” kata Mary.

Melihat hal tersebut, Dinas Kesehatan Kota Depok meminta sekolah dan tempat kerja melakukan pemusnahan sarang nyamuk (PSN). Begitu pula dengan masyarakat yang melakukan hal serupa dan melakukan pemeriksaan jentik secara berkala untuk mencegah peningkatan kasus DBD.

“Jadi mohon masyarakat Kota Depok, usahakan PSN dilakukan dengan 3M plus, lakukan pengecekan rutin setiap minggunya dan harus tetap beraktivitas,” pungkas Mary.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *