Tue. Jun 25th, 2024

Kejar Target Net Zero Emission, PHE Gali Potensi Eksplorasi Geologic Hydrogen di Indonesia

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Hulu Pertamina menerapkan berbagai inovasi dan pengembangan di industri eksplorasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan dalam menjaga keamanan pasokan energi tanah air. Hingga Maret 2024, PHE mencatat telah selesainya pemboran pada 3 sumur eksplorasi, 163 sumur pengembangan, 219 sumur, dan 8.323 sumur produksi.

Selain itu, PHE juga telah mencatat survei seismik 2D sepanjang 12 km dan survei seismik 3D sepanjang 2.602 km2. Pada sektor eksplorasi, PHE telah menemukan total sumber daya 2C sebesar 140 juta barel setara minyak (MMBOE). 

Kali ini, PHE mencoba mengembangkan potensi eksplorasi hidrogen geologi di kawasan timur Indonesia melalui fitur New Venture. Bersama Fakultas Teknologi Eksplorasi dan Produksi serta Pusat Penelitian Geologi Universitas Pertamina, Badan Geologi Kementerian Energi dan Mineral (KESDM), PHE mulai melaksanakan kajian G&G terhadap potensi geologi hidrogen Sulawesi Timur. Ophiolite dengan tahap kick-off pertemuan Kajian Eksplorasi Hidrogen Geologi atau dikenal dengan Natural Hydrogen di Sulawesi Ofiolite yang dilaksanakan di Kota Bandung pada Senin (06/05).

Pada kesempatan tersebut, Vice President New Venture PHE, Bantoro Buvu, Prof. Dokter telah ditemukan. Eddy Arjuno Subroto dari Universitas Pertamina dan juga dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Republik Indonesia.

Penelitian G&G terhadap potensi hidrogen geologi dipicu oleh penyusunan “Studi Energi Bersih” yang dilakukan PHE, didukung oleh penelitian Pusat Geologi (PSG) baru-baru ini di wilayah Ofolit Sulawesi Timur yang mengindikasikan adanya hidrogen geologi. , melalui lubang gas Tanjung Api dan sumber air panas Bahodopi di jalur patahan Matano.

Kajian tersebut juga sebagai salah satu cara untuk mendukung visi dan misi PHE dan peta jalan perusahaan dalam penurunan emisi 2025 – 2034 serta kebijakan keberlanjutan PHE untuk menjadi perusahaan ramah lingkungan. Memberikan akses dan dukungan terhadap energi hijau untuk mendukung transisi. Jadwal acara

Dalam sambutannya, VP New Venture PHE Bintoro Wibowo menyampaikan bahwa eksplorasi hidrogen geologi/alami sebagai energi hijau dan bersih akan menjadi salah satu harapan Pertamina, dan Pertamina mendorong seluruh pemangku kepentingan terutama akademisi, peneliti dan pihak-pihak lainnya menyambut baik penelitian atau peluang tersebut atau dukungan dari. pihak yang berkepentingan.

“Kami berbicara tentang menjadi penyedia energi terkemuka di dunia untuk mencapai satu dekade hidrogen geologis dan emisi nol bersih di masa depan. Kami mempercayakan Universitas Pertamina untuk memimpin penelitian pertama yang akan kami lakukan di PHE untuk melihat potensi geologis. Hidrogen, termasuk pemetaan geologi, pendataan geokimia, pendataan geofisika yang sangat kompleks dan lengkap, atau energi bersih di masa depan. Upaya kami untuk menciptakan dan menemukan sumbernya,” kata Bunturu Buvu.

 

Profesor telah ditemukan. Eddy Arjuno Subroto mewakili Universitas Pertamina menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PHE yang telah memberikan kepercayaan kepada Universitas Pertamina untuk meneliti potensi geologi hidrogen.

“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan tim kami untuk melakukan penelitian ini.” Saat kami membentuk tim, ada yang bilang ini tugas yang sulit, tapi kami punya keyakinan, jadi kami harus bekerja dengan penuh semangat dan keseriusan,” kata Prof Eddy.

Rolli Setiawan, Peneliti Pusat Survei Geologi Badan Geologi KESDM, mengatakan pihaknya menyambut baik langkah Pertamina yang mencoba mengeksplorasi potensi geologi hidrogen Indonesia.

“Beberapa waktu lalu, bersama rekan-rekan di PHE, kami berdiskusi secara mendalam tentang rencana eksplorasi hidrogen geologi, atau hidrogen alami, khususnya di wilayah Sulawesi. Potensi hidrogen geologi tersebut, kami harap dapat menjadi wadah untuk berkolaborasi dengan pihak lain sehingga kita bisa menghasilkan data terkait penelitian geologi hidrogen dan aktivitas migas lainnya,” jelasnya.

Usai kick-off meeting, diadakan acara Focus Group Discussion (FGD) di tempat yang sama pada hari Selasa dan Rabu (07-08-05) dengan menghadirkan Kepala dan Petugas Area PHE. Perkantoran serta berbagai pihak dan seluruh pihak yang berkepentingan, baik dari akademisi perguruan tinggi (ITB, Unpad, UGM, Uper, Unhas), pemerintah (ESDM, DEN, BRIN, Pusdatin, BBSPGL, BBPMGB LEMIGAS) dari industri (Schlumberger dan profesional). asosiasi (IAGI, HAGI) untuk bersama-sama merumuskan dan bersama-sama membayangkan bagaimana inisiatif eksplorasi hidrogen geologi akan dilaksanakan dari perspektif teknis dan politik.

Direktur Riset PHE Muharram Jaya Pinguriseng yang berkesempatan mengikuti FGD di Indonesia membahas konsep hidrogen geologi, mengatakan bahwa upaya PHE untuk mengeksplorasi potensi hidrogen dengan motto “Explore the Kemungkinan” dilakukan untuk memastikan hal tersebut PHE selalu aman. . Keamanan pasokan energi nasional

“Keamanan pasokan energi sangat penting, salah satu kunci ketahanan kita adalah menjadi produsen energi langsung. Kita juga harus memainkan strategi, kita harus memahami geopolitik untuk mengelola bisnis kita agar bisnis kita berkelanjutan. itu mutlak, dan hidrogen adalah salah satu jawaban paling menarik di masa depan. Itu menjadi tantangan bagi kita semua,” kata Muharram Akan mengambil langkah nyata untuk memulai penelitian hidrogen.”

 

Dalam pemaparannya, peneliti utama, peneliti teknologi hidrogen Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. bahasa Inggris Deni Shidqi Khaerudini mengatakan hidrogen geologi merupakan sumber hidrogen yang berasal dari permukaan bumi dan tersimpan di dalam batuan.

“Ada 4 jenis hidrogen geologi, yaitu hidrogen putih/alami, hidrogen emas, hidrogen oranye, dan hidrogen air. Semua jenis hidrogen geologi berkaitan erat dengan geologi dan memerlukan pengetahuan tentang batuan dan geologi untuk menemukannya.” pengalaman eksplorasi migas, tentunya kita bisa eksplorasi hidrogen geologi di Indonesia bahkan luar negeri,” imbuhnya.

Dukungan penuh juga diberikan oleh Dewan Energi Nasional (DEN). telah menemukan Masri Mawalida MT yang menyampaikan bahwa hidrogen geologi merupakan sumber energi yang bersih dan masuk dalam rencana distribusi energi negara.

“Eksplorasi hidrogen geologi erat kaitannya dengan kegiatan eksplorasi migas, sehingga PHE layak menjadi yang terdepan dalam kegiatan eksplorasi dan penambangan hidrogen geologi di Indonesia. Dewan Energi Nasional tentunya mendukung upaya PHE dalam ketahanan energi dan lingkungan hidup. energi yang ramah,” katanya.

PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis migas sesuai dengan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). PHE telah terdaftar sebagai anggota United Nations Global Compact (UNGC) sejak Juni 2022. PHE berkomitmen terhadap sepuluh prinsip global UNGC, dengan menerapkan aspek-aspek ESG dalam strategi dan operasinya. Mendukung aspek tata kelola, PHE selalu berkomitmen untuk tidak menoleransi suap, memastikan penipuan dapat dicegah dan perusahaan bebas dari suap. Salah satunya adalah penerapan sistem manajemen anti suap (SMAP) yaitu standar ISO 37001:2016.

PHE terus mengembangkan manajemen operasional yang profesional dan unggul di dalam dan luar negeri untuk mencapai keberhasilan menjadi perusahaan minyak dan gas kelas dunia yang ramah lingkungan, bertanggung jawab secara sosial dan dikelola dengan baik.

Sebagai perusahaan terdepan di bidang transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung tujuan net zero emisi pada tahun 2060 dan terus menggalakkan program-program yang berdampak langsung pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang bergantung pada perolehannya. Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *