Thu. May 23rd, 2024

Kronologi Lengkap Pembunuhan Anggota TNI AD di Bekasi

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Ditreskrimum Polda Metro Jaya akhirnya berhasil menangkap tersangka AWR pertama pembunuhan anggota TNI Angkatan Darat (AD) Kodama III Siliwangi, Praka Supriyadi alias Praka S (27), di Bekasi, Barat. Jawa.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Vira Satya Triputra menjelaskan, penyebab tewasnya Praki S karena dibacok oleh tersangka AWS dengan menggunakan senjata tajam ala samurai (sajam).

“Dia memukul kepala korban dengan senjata tajam. Pukul bagian belakang kepala dengan pedang,” kata Wira dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (4 Maret 2024).

Full season kasus pembunuhan ini akan dimulai pada Kamis Maret 2024 sekitar pukul 21.00 WIB. Sementara itu, Praka S. di rumah istrinya dihubungi temannya berinisial Valias S. di rumah bekasi yang diduga AWR.

Saksi Valyas S ini diajak berhubungan badan dengan tersangka di rumah bekasi, lalu terjadi perbedaan paham antara kakak Valyas S dengan tersangka. Kakak saksi Valias S menghubungi Supriyadi korban. ,” kata Veera.

Mendapat informasi tersebut, Praka S TNI AD langsung menuju lokasi kejadian untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi Valias S.

Saat Valias S bertengkar dengan AWR, Praka S memutuskan untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan membawa tersangka ke rumahnya.

“Kemudian tersangka menaiki punggung korban Praki S. dan temannya juga mengikutinya di dalam mobil,” kata Veera.

Alih-alih melanjutkan perjalanan, AWR malah mengajak Praka S. ke rumah temannya bernama Alfian. Dari sinilah muncul ide jahat AWR untuk mengejar Praka S Dengan menggunakan senjata tajam ala samurai di rumah Alvian, anggota TNI AD tersebut dicap sebagai pencuri.

“Saat berada di pinggir jalan depan rumah kakak Alvian, tiba-tiba tersangka meneriakkan kata-kata ‘perampok, maling, maling’. Ini menarik perhatian warga,” kata Vira.

Kakak tersangka, AWR, kemudian mengambil sebilah pedang panjang yang tergeletak di lantai rumah Alvian. Kakak Alvian yang ada di dalam rumah diminta mengikuti korban, karena tersangka adalah pencuri, imbuhnya.

Tanpa banyak ragu, AWR yang berada di belakang bersama Alvian dikejar oleh Praka S. Keduanya pun dikejar. Di depan gedung SMA 15 Kota Bekasi, Praka S ditusuk.

“Adik korban berusaha membela diri dengan menendang sepeda motor tersangka hingga menyebabkan sepeda motor tersangka terjatuh tepat di sini. Korban lari hingga ditemukan di SMA 2 karena titik tujuan di SMA 15,” jelas Vira. .

Namun Veera mengaku masih mendalami alasan AWR diduga memutuskan untuk menebas Praka S. Pasalnya, dari awal cerita disebutkan bahwa alasan AWR menyerang Praka S adalah karena takut dengan perang yang terjadi di masa lalu. dan W alias S.

Karena yang terdampak (AWR) sangat takut. Karena takut dan datang ke rumah warga atau temannya yang mengatasnamakan Alvian dan memanggil ‘perampok’ maka warga akan mendapatkan pertolongan, ”ujarnya. dikatakan.

“Salah satu alasannya, selain untuk menghilangkan rasa takut, adalah untuk mengajak lebih banyak orang untuk membantu tersangka di kemudian hari,” imbuhnya.

Meski begitu, Veera mengatakan timnya masih melakukan penyelidikan karena AWR mengaku takut dan itulah sebabnya dia menyerang Praka S. Polisi masih mencari saksi Valias S untuk menyelidiki pertikaian yang terjadi sebelum hukuman tersebut.

Jadi sampai saat itu ada kaitannya dengan yang lain, akan kita selidiki dan kita berhasil menemukan yang bermarga W. Karena belum ditemukan, kata Veera.

Akibat perbuatannya, AVR dijerat Pasal 355(2) KUHP dan Pasal 351(3) KUHP dalam kasus dugaan kekerasan yang mengakibatkan meninggal dunia.

Wakil Direktur (Wadan) Puspomad TNI Mayjen Eka Vijaya Permana mengatakan, unitnya telah melimpahkan kasus pembunuhan Pold ke Metro Jaya. Karena terdakwa AWR adalah warga sipil, maka polisi menangani kasus tersebut.

Oleh karena itu, kami merujuk semua pelaku ke Inspektorat Polri, kata Eka.

Sementara itu, Eka menjelaskan, kerabat Valias S dan korban Praka S merupakan teman satu kampung. Jadi, saat W alias S meminta bantuan, Praka S langsung datang untuk menyelesaikan masalahnya.

“Jadi kita lihat dulu antara Valias S, lalu rekannya dan anggota TNI S. Ini teman lama, sekelompok warga desa. Mereka bukan teman hari itu,” kata Eka.

“Nah, kalau kelompoknya seperti itu, kalau ada masalah minta tolong, dan teman-temanmu minta tolong, dan mereka minta tolong.” ,- kata Eka.

Reporter: Bakhtiarudin Alam

Sumber: Merdeka.com

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *